Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Pada Akhirnya Staf Khusus Milenial Memang Lebih Baik, Lebih Baik Bubar Maksudnya

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
14 April 2020
A A
surat andi taufan garuda putra kepada camat di seluruh indonesia mojok.co

surat andi taufan garuda putra kepada camat di seluruh indonesia mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Staf khusus milenial kembali membuat gebrakan baru yang disorot banyak orang sebagai penegasan bahwa sebaiknya mereka dibubarkan saja.

Staf khusus milenial kembali membuat gebrakan baru. Gebrakan ini alih-alih memberi perubahan namun malah menuai kritikan tajam. Orang-orang muda di jajaran staf khusus ini makin hari makin menunjukkan bahwa mereka adalah personifikasi dari lagu SID yang berjudul “Jika Kami Bersama”. Tentu saja di bagian lirik, “jika kami bersama, nyalakan tanda bahaya.”

Andi Taufan Garuda Putra, salah satu staf khusus ((m i l e n i a l)) membuat klarifikasi dan permintaan maaf atas surat yang dia tujukan untuk Camat seluruh Indonesia. Di dalam surat itu, Andi meminta bantuan agar perusahaan yang dia miliki dibantu dalam program Relawan Desa.

Sek, kalian bingung? Sama.

Gini, staf khusus milenial tersebut ndilalah punya perusahaan. Nah perusahaannya ini ikut program Relawan Desa. Perusahaannya mau bantu dalam beberapa bidang. Masalahnya adalah, dia minta kalau perusahaanya dibantu. Masalah pertama nih, conflict of interest, jelas.

Masalah kedua, dia bikin surat pake kop Sekretariat Kabinet. Jelas nggak nyambung. Orang staf khusus, dapet ilham dari mana pakai kop Setkab? Masalah ketiga, suratnya langsung ke Camat. Masalah keempat, ini perusahaan startup fintech, tapi kerja sama dengan pemerintah masalah penanggulangan corona, iki jane kepie?

Klarifikasi yang dia buat juga bikin bingung. Maksudnya gini loh, tugas staf khusus kan bikin sensasi lalu klarifikasi, sekedar itu. Dengan pengalaman beberapa bulan ini harusnya mereka udah ahli dong untuk bikin klarifikasi, kayak selebgram-selebgram gitu.

Dalam permintaan maafnya, blio bilang kalau itu semua karena niat baik. Andi ingin membantu dengan cepat, sat-set-bat-bet dalam menanggulangi corona dengan perusahaan yang dia pimpin.

Terus Andi bilang lagi, dengan tegas dan font-nya di-bold, murni atas dasar kemanusiaan. Dia bilang juga kalau seluruh kegiatan ini murni dengan dana Amartha dan donasi masyarakat, nggak pakai APBN dan APBD.

Ini saya ngetik aja sambil mikir, iki staf khusus ngomong opo to jane?

Isi surat yang Andi tujukan ke Camat dengan klarifikasinya nggak nyambung. Sekuat apapun usaha kita untuk otak-atik gathuk, tetep nggak nyambung. Orang-orang nggak masalahin niat, orang-orang nggak masalahin dana. Justru dengan bilang kalau niatmu baik dan danamu nggak dari APBN dan APBD, orang-orang malah jadi curiga

Yang lebih ajaib sih, abis klarifikasi itu Andi nggak bilang kalau dia salah apa gimana sih, tapi tetep lanjut aja. Klarifikasi, pada akhirnya cuman jadi SOP staf khusus milenial. Bikin program out of the box, gaduh, klarifikasi, tapi lanjut.

Stafsuf milenial ini minta maaf karena bikin gaduh.

Kalau publik dan media diem-diem bae, apakah tetap lanjut? https://t.co/vhM4SPpVY1

— fahri salam (@fahrisalam) April 14, 2020

Beberapa waktu lalu, artikel tentang staf khusus milenial naik dan menceritakan kalau sebaiknya mereka tidak dikritik, karena tugas mereka sudah sesuai protap. Dengan kasus Andi Taufan tersebut, kita sebaiknya setuju satu hal, bahwa sebaiknya staf khusus milenial itu dibubarkan saja.

Iklan

BACA JUGA Inilah Skenario Para Anarko yang Sebenarnya dan artikel menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

Terakhir diperbarui pada 14 April 2020 oleh

Tags: coronaKlarifikasistaf khusus milenial
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Ketahuan Nge-like Video Bokep? Ikuti 5 Tips Berikut biar Alasan ‘Dibajak’ Terdengar Meyakinkan mojok.co
Pojokan

Ketahuan Nge-like Video Bokep? Ikuti 5 Tips Berikut biar Alasan ‘Dibajak’ Terdengar Meyakinkan

18 November 2021
Ivermectin Beneran Obat COVID-19? Jangan Mudah Percaya Pesan WhatsApp dengan Status ‘Forwarded Many Times’
Esai

Ivermectin Beneran Obat COVID-19? Jangan Mudah Percaya Pesan WhatsApp dengan Status ‘Forwarded Many Times’

11 Juni 2021
Kepala Suku

Belajar dari Masjid Aljihad

3 Mei 2021
Bukan karena Hidayah Anak Saya Lupa Rasanya ke Gereja
Esai

Bukan karena Hidayah Anak Saya Lupa Rasanya ke Gereja

4 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO

Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

23 Februari 2026
kerja di jepang, merantau.MOJOK.CO

Ironi Kerja di Jepang: Banting Tulang Hingga 5 Kali Lebaran Tak Pulang, tapi Setelah Sukses Hasilnya Tak Bisa Dinikmati

23 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co

Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.