Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menjawab Pertanyaan Makin Tua Kemampuan Otak Makin Menurun

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
22 Maret 2020
A A
kemampuan otak, tua, teman, nongkrong, sks, buruh mojok.co

kemampuan otak, tua, teman, nongkrong, sks, buruh mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Semakin tua diri kita, informasi baru makin sulit untuk menempel, apakah benar makin tua kemampuan otak kita makin menurun? 

Berbicara dengan orang tua, apalagi yang sepuh memang harus hati-hati. Kita harus menjelaskan maksud kita pelan-pelan dan hati-hati, daripada nanti apa yang diterima berbeda dengan apa maksud kita sebenarnya. Orang tua memproses informasi dengan lambat dan kadang tidak tercerna sama sekali. Tidak heran kalau banyak anak muda menghindari momen ketika diajak ngobrol sama orang tua, karena tingkat kesabaran yang tinggi.

Fenomena yang sering terjadi tersebut memunculkan satu pertanyaan, apakah makin tua kemampuan otak kita makin menurun?

Jawabannya, iya, tapi nggak juga.

Begini, mari kita pahami dulu bahwa manusia itu tidak seperti pohon, kambil, atau kayu gitar Gibson Les Paul yang makin tua makin bagus. Organ kita akan menurun kinerjanya dari waktu ke waktu dan itu alami. Ibaratnya rokok, dibakar doang tanpa diisep ya lama-lama habis, begitu juga tubuh manusia.

Kinerja otak pun akan turun dari waktu ke waktu. Kecepatan otak kita memproses informasi adalah 300 milidetik, dan itu akan menurun tujuh hingga 10 milidetik per dekade ketika kita menginjak usia 20 tahun. Ketika menyentuh angka 400, hampir mustahil kita bisa memproses informasi secara logis. Sulit untuk kita merasakan perubahan ini, bahkan bagi orang jenius sekali pun.

Ibaratnya gini, Anda sedang naik Millenium Falcon yang melaju dengan kecepatan cahaya. Perjalanan begitu cepat hingga Anda merasa pesaawat tidak bergerak sama sekali. Begitu juga dengan penurunan kinerja otak, Anda tidak akan merasakannya.

Tapi meski kita tidak merasakan penurunan kinerja otak, dalam konteks ini turunnya kecepatan sel otak, kita akan merasakan bahwa kita cara kita berpikir agak berubah. Kita seakan merespon suatu informasi dengan berbeda dibanding saat usia kita lebih muda. Kita merasa lebih pintar waktu muda, padahal yang tejadi hanyalah kecepatan otak tak secepat dulu. Fenomena ini dinamakan dengan “brain fog”.

Penyebab semakin tua adalah informasi baru makin sulit untuk menempel, dan memori lama makin susah diingat semata karena sel otak sudah menurun. Kita tidak lebih pintar waktu muda, dan kita makin lambat seiring waktu. Itu faktor yang muncul dari dalam tubuh kita.

Mamah Dedeh curhat dong, ini saya umur 28 kok ngerasa bego banget ya, kayak susah mikir gitu, kenapa ya??

Pertama, mungkin kamu emang bego. Kedua, ada faktor eksternal yang mempengaruhi kenapa otak kita bisa menurun lebih cepat. Ketiga, berhenti panggil saya Mamah Dedeh.

Faktor eksternalnya banyak banget dan beberapa di antaranya tidak mungkin dihindari. Alkohol, obat-obatan, infeksi dari bakteri/virus/parasit adalah penyebab penurunan kemampuan otak berpikir. Kita mungkin bisa menghindari alcohol, tapi untuk menghindari infeksi dan obat-obatan ini yang tidak mungkin. Bahkan jaman Ken Arok yang nggak ada Konidin pun tetep saja ada orang kena infeksi.

“Tapi katanya makin tua makin bijak, masak makin bego jadi makin bijak? Ah ngaco nih Ujang”

Begini. Makin tua seseorang, berarti makin banyak informasi yang tersimpan. Tapi untuk mengakses tiap informasi itu, otak tidak akan sanggup meski Anda masih muda. Karena kemampuan yang menurun, otak akan memilah-milah informasi tersebut lalu membuat pola tersendiri untuk membuat keputusan. Pola-pola tersendiri untuk mengambil keputusan yang datang dari banyaknya informasi inilah yang membuat orang tua terlihat lebih bijak.

Iklan

Bisa dibilang kalau makin tua otak kita makin menurun kapasitasnya. Tapi di saat yang bersamaan, otak menemukan caranya sendiri untuk proses pengambilan keputusan. Jadi ketika besok-besok kalian eyel-eyelan sama orang tua, pahami bahwa cara berpikir otak mereka berbeda dengan kita-kita yang masih tua dan pada saatnya nanti kita juga bakal kayak gitu.

Yang penting, jangan berhenti berbakti sama Orang Tua.

BACA JUGA Perkara-perkara yang Membuat Kita Susah BAB dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.

 

Terakhir diperbarui pada 22 Maret 2020 oleh

Tags: kemampuan otak
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

buku remy sylado.MOJOK.CO

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Efek rutin olahraga gym, dulu dihina gendut dan jelek kini banyak yang mendekat MOJOK.CO

Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus

11 Mei 2026
bapak-bapak nongkrong.MOJOK.CO

Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

11 Mei 2026
Atmosfer kompetitif di Campus League 2026 – Basketball Regional Samarinda Season 1 MOJOK.CO

Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung

11 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.