Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Cari Kos Bebas Nggak Berarti Mau Berbuat Maksiat, Bosku!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
26 Maret 2020
A A
kos bebas, facebook, maksiat mojok.co

kos bebas, facebook, maksiat mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mencari kos bebas tidak berarti ingin berbuat maksiat. Terkadang orang mencari kos bebas hanya karena malas berurusan dengan aturan-aturan yang ribet.

Grup info kos di Facebook adalah salah satu sumber informasi bagi mahasiswa atau perantau yang sedang mencari kos. Ribuan orang yang bergabung dalam grup tersebut menjadi bukti betapa ada ada banyak sekali orang yang butuh dan menyediakan jasa kos-kosan. Tinggal pilih mana yang cocok, hubungi, lalu datangi. Cara lainnya, tinggal membuat postingan yang berisi kriteria kos yang dicari, setelah itu tunggu info yang kita inginkan.

Tapi beberapa tahun belakangan ini, mencari kos di grup Facebook justru menjadi momok tersendiri. Ketika ada orang mencari kos bebas, kolom komen postingan orang tersebut bakal diserang oleh para polisi moral. Dengan alasan tidak ingin kotanya terkena azab atau tidak ingin maksiat bertebaran bak laron sehabis hujan, mereka menghujani kolom komentar dengan sindiran, cacian, dan umpatan.

Jadi kalau kalian ingin dapat pelajaran moral, silahkan posting cari kos bebas di grup info kos.

I get it, kita nggak ingin azab turun ke kota di mana kita tumbuh dan tinggal. Tapi dengan menghakimi bahwa orang mencari kos bebas pasti punya niatan berbuat maksiat itu menurutku kok nggak tepat. Padahal ya belum tentu niatnya seperti itu.

Kafe yang buka 24 jam adalah tempat favorit banyak mahasiswa untuk mengerjakan tugas biadab yang menghampiri mereka. Karena banyak kos yang tidak menyediakan internet, maka banyak mahasiswa yang terpaksa begadang di kafe. Punya kos yang bebas dari jam malam adalah keharusan yang tidak bisa lagi ditawar bagi para mahasiswa.

Apalagi bagi para karyawan yang dapet kerja yang modelnya sif. Kalau dapet sif malam, apa ya dia harus tidur di penginapan? Kan nggak. Kalau orang-orang yang tugas sama kerjanya saja sudah menyita hidupnya, maksiat jadi hal terakhir yang mereka pikirkan. Mikir butuh ora uwis-uwis kok kakean atraksi mikirin hal lain.

Kalau cara bahasa kulonnya ya, I don’t need sex, my job fucks me everyday.

Terkadang orang mencari kos bebas ya karena mereka nggak mau hidup dalam aturan yang membebani. Kalau aturan macam teman lawan jenis dilarang berkunjung atau masuk kamar masih masuk akal. Kadang ada kos yang melarang teman sesama jenis main lama-lama, apalagi menginap. Kalau menginapnya 1 bulan ya lumrah kalau dimarahi, lha ini satu-dua malam saja dilarang.

Saya pernah punya pengalaman ngekos di tempat yang aturannya benar-benar ketat. Kalau ganti motor harus bilang, lampu harus dimatiin kalau sudah jam sekian, kalau nggak keliatan dalam waktu yang lama harus lapor ke ibu kos. Paling brengsek sih, ada aturan bahwa kalau bawa galon, diitung punya dispenser dan itu berarti bayar listrik tambahan. Kamu punya dispenser apa nggak, ya bodo amat. Kos tersebut ya tetep ada orangnya, tapi nggak ada yang betah.

Orang-orang mencari kos bebas ya hanya karena nggak mau dapet kos yang aturannya lebih ribet dari protokol masuk Gedung Putih. Maksiat apa nggak mah itu balik ke orangnya, lagian kalau emang mau maksiat, kos ketat pun tetep bisa dibobol. Coba sekarang nanya temen kalian, ada nggak cerita kos ketat digerebek warga karena ketauan ena-ena di kos? Pasti ada.

Kalau orang-orang yang menghujat itu motifnya karena persaingan bisnis, harusnya mereka malu. Menurut saya, kos itu sudah ada pangsa pasarnya sendiri. Seketat apa pun aturan kos, pasti laku kok kalau dirawat. Sebebas apa pun aturannya, kalau kumuh ya nggak akan laku. Kenapa saya ngekos di tempat seribet itu dulu ya karena kosnya terawat, bersih, dan fasilitasnya memadai.

Baiknya kita kurang-kurangi menghujat orang yang cari kos bebas karena di pikiran kita mereka mau berbuat maksiat. Bisa jadi hanya karena mereka nggak mau ribet, atau memang keadaan memaksa mereka. Jangan terus-terusan berprasangka buruk, nanti menurunkan imun lho.

Btw, kalau ada yang punya info kos-kosan bebas dan anak ibu kosnya cakep, kabar-kabar dong.

Iklan

BACA JUGA Virus Corona: Tetap Waras walau Dibatasi Tembok yang Sama dan artikel menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

Terakhir diperbarui pada 26 Maret 2020 oleh

Tags: FacebookKos BebasMaksiat
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

kos jogja, pogung, babarsari, kos murah.MOJOK.CO
Urban

Menemukan Ketenangan di Kos Rp500 Ribu Kawasan Pogung, Lebih Nyaman Ketimbang Kos LV Babarsari yang Tak Cocok Buat Mahasiswa Alim

12 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO
Ragam

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
4 Fakta Kos LV Jogja yang Banyak Orang Belum Tahu Mojok.co
Pojokan

4 Fakta Kos LV Jogja yang Belum Banyak Orang Tahu

17 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) kerap disalahpahami mahasiswa PTN atau PTS umum lain MOJOK.CO

4 Hal yang Sudah Dianggap Keren dan Kalcer di Kalangan Mahasiswa UIN, Tapi Agak “Aneh” bagi Mahasiswa PTN Lain

28 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
Pakai hp android Samsung S26 terintimidasi user iPhone. Tapi tak berpaling karena Samsung lebih berguna dari iPhone yang hanya memperdaya pengguna MOJOK.CO

Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya

26 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.