Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Persoalan yang Muncul Dari Penyemprotan Disinfektan, Berbahaya dan Kurang Efektif

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
31 Maret 2020
A A
disinfektan, virus corona mojok.co

disinfektan, virus corona mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Warga di beberapa daerah mulai melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan mereka sendiri. Baik sih, tapi jebul itu bisa menimbulkan persoalan lain.

Gara-gara takut dengan corona, beberapa kelompok warga kampung di Indonesia mulai melakukan tindakan preventif. Dari memberlakukan akses tunggal masuk ke kampung, mengawasi aktivitas warga sekitar, sampai melakukan penyemprotan disinfektan dari rumah ke rumah.

Untuk penyemprotan disinfektan, tidak hanya menyemprot dari rumah ke rumah, namun beberapa kampung melakukan penyemprotan ke manusia pula. Tindakan itu dianggap sebagai langkah preventif untuk mencegah masuknya virus corona ke kampung.

Kreatif..!! Cukup Tepuk Tangan, Warga Yang Melintas Akan Disambut Disinfektan.

Akses masuk desa Arjosari, Wonokerto, Turi dari arah utara, selain itu ditutup!

Video : @oktaherip
pic.twitter.com/HmYPb0jrOO

— Beranda Jogja (@BerandaJogja) March 28, 2020

Nah, persoalan lantas muncul.

Apa kamu tahu, disinfektan tidak disarankan untuk disemprotkan ke tubuh manusia? Yang ada justru menimbulkan efek negatif kepada tubuh. Soalnya disinfektan yang mengenai kulit berpotensi untuk merusak kulit dan menimbulkan iritasi.

Begini. Alkohol, klorin, dan hydrogen peroksida adalah zat yang bersifat karsinogenik jika terhirup. Dalam jangka panjang, zat-zat kayak gitu justru merugikan untuk tubuh.

Oke, oke, meski memang ampuh membunuh virus, tapi efek yang ditimbulkan cukup merugikan untuk tubuh kita. Alkohol, klorin, dan hydrogen peroksida akan mengikis permukaan kulit kita dan menimbulkan iritasi.

Pada dasarnya, semprotan disinfektan memang tidak ditujukan untuk tubuh. Disinfektan tidak ditujukan untuk makhluk hidup, tapi untuk benda mati seperti kursi, bangku, nurani pemerintah, dan kebijakannya Luhut B. Panjaitan.

Sedangkan untuk makhluk hidup, cairan pembersihnya disebut antiseptik. Komposisinya kurang lebih sama, hanya takarannya jauh berbeda. Ya itu lumrah lah, masak kulitmu dipadakne lingiran meja?

“Lha terus bilik penyemprotan disinfektan itu gimana, Ngab? Masak ya nggak boleh?”

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Laksana Tri Handoko, menyatakan bahwa sebenarnya memakai bilik penyemprotan berbasis bahan kimia tidak dianjurkan. Bilik tersebut lebih tepat digunakan untuk laboratorium dengan standar biosafety, di mana orang masuk harus mengenakan baju pelindung macam astronot.

Berarti penggunaan disinfektan selama ini nggak ada faedahnya dong? Ya ada sih, cuma efeknya akan berbahaya jika disemprot langsung ke tubuh manusia. Pun metodenya tidak bisa sembarangan.

Metode paling aman adalah disemprot ke tempat spesifik seperti gagang pintu, gagang pintu ATM, mesin ATM, dan juga wastafel. Penggunaan disinfektan dengan cara fogging pun tidak disarankan, karena bisa terhirup oleh manusia dan meninggalkan residu di mana-mana yang berbahaya untuk manusia.

Iklan

Hal paling efektif yang bisa kita lakukan adalah mandi, cuci tangan, dan juga mencuci pakaian dengan air hangat. Meski tergolong ribet, tapi memang itulah hal paling efektif yang bisa kita lakukan sekarang. Penggunaan disinfektan tetap boleh dilakukan, hanya metodenya yang perlu diganti.

Sementara ini, memang penyemprotan disinfektan secara berkala adalah hal terbaik yang bisa dilakukan oleh warga dengan swadaya. Bagi kalian yang kebetulan kampungnya nyemprotin disinfektan ke orang macam Kamehameha, mending ikutan ngasih tahu metode yang bener.

Langsung semprot disinfektan + cocote tonggo gus https://t.co/9XJMnuo1eU pic.twitter.com/9lyvkxVAEd

— genaro asaib (@abadidyok) March 30, 2020

BACA JUGA Apa Maksud Darurat Sipil yang Jokowi Usulkan? dan artikel menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2020 oleh

Tags: disinfektanvirus corona
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

penyemprotan disinfektan
Kilas

Penyemprotan Disinfektan Memang Terbukti Tidak Efektif, Namun Kadang Ia Tetap Dibutuhkan Warga

9 Juli 2021
jacinda ardern selandia baru melawan wabah corona keberhasilan resep tips langkah mojok.co
Pojokan

4 Hal Penentu Keberhasilan (Sementara) Selandia Baru Melawan Virus Corona

1 Juni 2020
es teh es kopi reshuffle kabinet gibran rakabuming adian napitupulu erick thohir keluar dari pekerjaan utusan corona orang baik orang jahat pangan rencana pilpres 2024 kabinet kenangan sedih pelatihan prakerja bosan kebosanan belanja rindu jalan kaliurang keluar rumah mudik pekerjaan jokowi pandemi virus corona nomor satu media kompetisi Komentar Kepala Suku mojok puthut ea membaca kepribadian mojok.co kepala suku bapak kerupuk geopolitik filsafat telor investasi sukses meringankan stres
Kepala Suku

Obrolan Utusan Manusia dengan Utusan Corona

31 Mei 2020
Jokowi virus corona pandemi corona presiden tidak tegas MOJOK.CO
Rerasan

Pak Jokowi, Presiden Iku Ora Bedo Koyo Guru, Mbok Sing Teges

17 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

19 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.