Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Berhenti dari BPJS Kesehatan Hanya Bisa Dilakukan dengan Satu Cara

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
20 Desember 2019
A A
cara berhenti dari keanggotaan bpjs kesehatan iuran naik mojok.co

cara berhenti dari keanggotaan bpjs kesehatan iuran naik mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Iuran BPJS Kesehatan akan benar-benar naik kali ini. Meski tidak menjadikan tarifnya semahal asuransi swasta, tetap saja kenaikan ini diprotes. Efeknya, orang-orang mulai bertanya-tanya cara berhenti jadi anggota.

Per 1 Januari 2020, iuran BPJS Kesehatan akan naik. Kenaikan iuran yang mencapai 100 persen diberlakukan untuk mengatasi defisit. Meski kenaikan mencapai 100 persen, tarifnya masih relatif terjangkau. Namun, tetap saja kenaikan tersebut dianggap memberatkan.

Ada banyak situasi ketika bayar iuran BPJS jadi terasa sangat berat. Habis di-PHK sementara kita menanggung iuran BPJS 4 kepala, misalnya. Kalau semuanya digolongkan PBPU dan didaftarkan kelas I, Rp640 ribu per bulan jelas mencekik.

Kenaikan tarif tersebut membuat orang banyak bertanya, bagaimana cara agar kita berhenti berlangganan?

Padahal, pertanyaan yang lebih tepat adalah, bisakah kita berhenti berlangganan BPJS?

Tentu saja bisa. Tapi kita baru bisa berhenti menjadi anggota saat kita sudah meninggal. Itu pun harus diurus dulu ke kantor BPJS.

Jelas alasan ini akan membuat kesal ketika kita berhadapan dengan pelayanan BPJS Kesehatan yang pilih-pilih. Misal, tidak semua kebutuhan pengobatan akan dilayani; jika berobat pada faskes di luar domisili KTP, dibatasi maksimal setahun tiga kali; cara rumah sakit melayani pasien BPJS yang diskriminatif kalau dibandingkan dengan pasien asuransi swasta atau bayar sendiri; dan seterusnya.

Intinya, gimana ceritanya warga negara dipaksa ikut dan tidak bisa berhenti sementara pelayanan BPJS Kesehatan empot-empotan begitu?

Baik. Kita sudah tahu kita tak bisa berhenti dari keanggotaan BPJS Kesehatan. Lalu bagaimana jika kita tidak mampu bayar iuran?

Jika Anda bertanya kepada petugas BPJS Kesehatan, Anda akan diseret ke sejumlah urusan administratif yang menyebalkan. Misal, Anda akan disuruh turun kelas. Jika tadinya kelas I, turun jadi kelas III. Andaikata turun ke kelas III pun kondisi dompet masih terlalu menyedihkan, Anda akan disarankan mengurus status keanggotaan Anda menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Dengan status ini, iuran Anda akan dibayari oleh pemerintah daerah.

BPJS Kesehatan memang menyebalkan—satu dari banyak hal yang mestinya bagus untuk rakyat, tapi dikelola dengan tidak becus. Hanya saja, kita juga tidak bisa mengabaikan bahwa ada banyak sekali orang yang terbantu oleh asuransi kesehatan nasional ini dan tidak perlu bangkrut gara-gara sakit.

Dengan demikian, sebaiknya sepanjang Anda masih mampu, bayarlah iuran Anda tepat waktu. Terus ingat bahwa BPJS memakai prinsip gotong royong sehingga Anda tak perlu merasa rugi harus bayar iuran padahal tidak pernah sakit. Anggap saja iuran sedekah sebagai rasa syukur karena selalu diberi kesehatan.

Dan ketika Anda sudah menjadi pembayar iuran yang patuh, artinya Anda jadi sangat, sangat berhak mengkritik, komplain, dan marah-marah ketika BPJS Kesehatan diselenggarakan dengan cara yang buruk dan tidak profesional.

Iklan

BACA JUGA Melihat BPJS dari Logika Kesehatan, Bukan Logika Untung Rugi serta artikel menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 20 Desember 2019 oleh

Tags: berhenti keanggotaanbpjs kesehatankenaikan iuran
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

bpjs kesehatan.MOJOK.CO
Aktual

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
Kepesertaan BPJS Kesehatan Jawa Tengah capai 98% MOJOK.CO
Kilas

Kepesertaan BPJS Kesehatan di Jateng Capai 98,68%, Digenjot demi Bantu Masyarakat Dapat Layanan Paripurna

3 September 2025
kecelakaan yang tak ditanggung BPJS Kesehatan. MOJOK.CO
Ragam

Sakit Hati pada Petugas Kesehatan, Pilih Rogoh Kocek Ratusan Ribu untuk Berobat Tanpa BPJS karena Sakitnya Sudah Tak Tahan

1 Juli 2025
bpjs kesehatan.MOJOK.CO
Ragam

Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Pasien Masih Sering Salah Mengira

15 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja MOJOK.CO

Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius

25 April 2026
Usul Menteri PPPA soal pindah gerbong perempuan di KRL hanya solusi instan, tak menyentuh akar persoalan MOJOK.CO

Usulan Menteri PPPA Pindah Gerbong Perempuan di KRL Solusi Instan: Laki-laki Merasa Jadi Tumbal, Tak Sentuh Akar Persoalan

29 April 2026
Kerja di Jakarta.MOJOK.CO

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026
Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026
Pelatihan skill digital IndonesiaNEXT Telkomsel berdampak bagi kesiapan kompetensi untuk terjun industri MOJOK.CO

Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing

1 Mei 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.