Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Bola Panas Koalisi PKS dan PDIP di Pilgub Jawa Barat

Redaksi oleh Redaksi
30 Oktober 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kalaulah ada wacana koalisi politik yang sekarang sedang menjadi bola-bola panas, maka ia tentu saja adalah wacana koalisi PKS dan PDIP di pilgub Jawa Barat.

Maklum saja, selama ini, seperti yang kita tahu, PKS adalah partai islam yang identik sebagai partai tempatnya kader-kader yang sangat anti penista agama, sedangkan PDIP justru sebaliknya, ia dikenal sebagai partai yang terkenal mendukung penista agama.

Wacana koalisi dua partai ini muncul setelah istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang juga kader PKS, Netty Heryawan mengatakan dengan tanpa malu-malu perihal kemungkinan PKS yang bisa saja berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam pemilihan kepala gubernur Jawa Barat 2018 mendatang.

“Saya kira, kalau PKS dan PDIP Perjuangan berkoalisi, saya akan ada di dalamnya. Meskipun bukan saya kader yang diusung, namun saya terus membantu,” begitu ujar Netty setelah menghadiri peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diadakan PDI Perjuangan, di Bandung beberapa waktu yang lalu.

Bagaikan gayung bersambut, sinyal wacana koalisi PKS dan PDIP ini semakin menguat setelah Ketua DPD PDIP Jawa Barat Tubagus Hasanuddin dengan ciamiknya memuji Netty karena kerudung warna merahnya.

“Beliau lebih cantik karena berkerudung merah, semoga ini awal dari segalanya,” ujarnya.

Ahaaaaaaaaaay…

Wacana koalisi ini tentu saja langsung membuat panas banyak orang, terutama mereka para simpatisan PKS yang selama ini antipati dengan PDIP yang dekat dengan Jokowi dan Ahok (yang mana kerap diasumsikan sebagai bagian dari barisan penista agama).

Pada akhirnya, dalam politik, semua memang bisa terjadi. Partai yang di daerah A saling mendukung, di daerah B bisa saja justru saling bertarung. Di sini saling hujat, di sana jabat tangan erat.

Itulah sebabnya, dalam dunia politik, sangat disarankan untuk tidak menjadi orang yang saklek menjunjung partai idola dan menghujat partai lawan. Sebab pada satu kesempatan, lawan bisa saja menjadi kawan.

Benar apa kata seleb facebook cum buzzer politik Iqbal Aji Daryono, kader partainya boleh jihad dengan 100% tulus. Tapi yang atas rembukannya ya tetap fulus.

Yah, kita berharap, semoga wacana koalisi PKS dan PDIP di Jawa Barat ini bisa benar-benar terwujud dan menjadi koalisi yang baik, serta bisa meraih kemenangan gemilang, persis seperti saat PKS dan PDIP mengusung Jokowi dan FX Hadi Rudyatmo pada pemilihan wali kota Solo 2010 lalu dan meraih kemenangan gemilang dengan perolehan suara sebanyak 90,09 persen dan hanya kalah di satu TPS dari 932 TPS yang ada.

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2017 oleh

Tags: ahmad heryawanjokowinetty heryawanpdippilgub jabarPKS
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Kabar

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Terima Kasih No Na! "Udah Siap Belum?" Akhirnya Mengalahkan "Mas Bahlil Ganteng" di Kepala Bocil

Terima Kasih No Na! “Udah Siap Belum?” Akhirnya Mengalahkan “Mas Bahlil Ganteng” di Kepala Bocil

6 Juli 2026
Warga makin malas bayar pajak bukan berarti membangkang, tapi karena ulah pemerintah sendiri MOJOK.CO

Makin Malas Bayar Pajak Bukan Semata Membangkang tapi Akumulasi Kekecewaan, Pemerintah Bisanya Nagih Doang

10 Juli 2026
Pelajaran mahal setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI MOJOK.CO

Pelajaran mahal yang saya dapat setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI: Saya pikir sudah berhitung dengan benar tapi pasar berpendapat lain

9 Juli 2026
Derita anak magang atau PKL SMK: diperlakukan sebagai pekerja penuh waktu hingga ikut lembur dan dibentak-bentak MOJOK.CO

Magang SMK Tak Dibayar tapi Jadi Tenaga Kerja Serabutan, Ikut Lembur hingga Dibentak-bentak kalau Ada Kesalahan

9 Juli 2026
Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.