Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Terduga Teroris yang Ditangkap di UNRI Berencana Mengebom Gedung DPR

Redaksi oleh Redaksi
3 Juni 2018
A A
gedung dpr
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Densus 88 Antiteror dan Polda Riau menangkap tiga orang yang diduga teroris di kampus Universitas Riau (UNRI), Sabtu 2 Juni 2018 kemarin. Dalam penangkapan tersebut, tim Densus dan Kepolisian mengamankan beberapa barang bukti berupa empat bom rakitan yang siap diledakkan, beberapa bubuk mesiu peledak, busur serta anak panah.

Tiga terduga teroris ini masing-masing berinisial Y, D, dan K. ketiganya adalah alumni angkatan lama.

Penangkapan ketiga terduga teroris ini berlangsung di Sekretariat Mahasiswa Pecinta Alam, ketiganya sudah beberapa hari menginap di sana sambil merakit bom.

Setelah ditangkap, Polisi kemudian memberikan keterangan terkait target operasi teror yang rencananya akan dilakukan oleh ketiga terduga teroris ini, dan cukup mengagetkan, sebab target operasi aksi teror mereka ternyata bukanlah tempat ibadah atau kantor polisi seperti aksi-aksi teror yang terjadi belakangan ini, melainkan gedung DPR dan DPRD.

“Diduga menyerukan amaliyah atau penyerangan terhadap kantor-kantor DPR RI dan DPRD,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.

Banyak spekulasi yang beredar tentang target gedung DPR dan DPRD ini, salah satunya terkait revisi Undang-Undang Terorisme yang memang baru saja disahkan oleh DPR.

Berita soal para terduga teroris yang berencana akan meledakkan gedung DPR ini tentu saja bikin gayeng lini masa media sosial. Maklum saja, selama ini, orang-orang memang dengan jelas membenci terorisme, namun di sisi yang lain, orang-orang juga punya sentimen yang buruk terhadap anggota DPR. Sehingga ketika diketahui bahwa gedung DPR diproyeksikan menjadi target terorisme, hal tersebut menjadi cukup membingungkan, utamanya dalam menyikapinya.

Lha gimana, banyak anggota DPR yang memang pemalas. Saking malasnya, mereka bahkan sering bolos sidang. Di sidang paripurna DPR 2017/2018 lalu, hanya 237 dari 560 angota yang hadir.

Selain itu, berdasarkan survei Global Corruption Barometer (GCB) yang dirilis Transparency International Indonesia (TII), yang dirilis tahun lalu menempatkan DPR sebagai lembaga paling korup. Selain itu, menurut data dari KPK, jumlah anggota DPR dan DPRD yang trekerat kasus korupsi dalam beberapa tahun terakhir jumlahnya juga terus bertambah.

Maka, tak heran jika kemudian di kolom-kolom komentar situs yang menayangkan berita tentang gedung DPR dan DPRD yang menjadi target aksi teror ini, tak sedikit komentar yang menunjukkan dukungan pada para teroris.

Rasanya, anekdot klasik soal penculikan anggota DPR itu memang relevan adanya:

Di tengah kemacetan yang disertai terik panas yang menyengat, seseorang tiba-tiba berlari dan mengetuk pintu mobil seseorang.

“Ada apa, Pak?” Kata si empunya mobil.

“Gawat, Pak. Di dalam gedung DPR sana, ada kelompok penculik yang sedang beraksi, mereka menculik seluruh enggota DPR, dan mereka meminta tebusan sebesar tiga ratus miliar. Ini kami sedang berusaha mencari sumbangan”

Iklan

“Terus? Kalau mereka tidak mendapatkan uangnya, gimana?”

“Mereka mengancam akan menyiram seluruh anggota DPR dengan bensin dan membakarnya.”

“Wah, gawat kalau begitu. Ya sudah, saya ikut menyumbang. Oh ya, sejauh ini, berapa orang-orang biasanya menyumbang?”

“Rata-rata menyumbang satu liter, Pak!”

Terakhir diperbarui pada 3 Juni 2018 oleh

Tags: bomdprterorisUniversitas Riau
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Jurusan Ilmu Politik di UHO mengecewakan. MOJOK.CO
Kampus

Nekat Kuliah Jurusan Ilmu Politik di Kampus Akreditasi B, Berujung Menyesal Tak Dengar Nasihat Ortu

3 Oktober 2025
UI kampus perjuangan tapi BEM-nya kini terbelah. MOJOK.CO
Catatan

UI sebagai Kampus Perjuangan Kini Terbelah dan Hilang Taringnya, Tak Saling Mendukung dan Searah

4 September 2025
Komentar seorang pedagang cendol lulusan SMK terhadap kenaikan gaji DPR. MOJOK.CO
Ragam

Rintihan Pedagang Cendol di Jakarta, Kerja Mati-matian Hanya Dapat Upah Kecil demi “Menggaji” DPR agar Hidup Sejahtera

28 Agustus 2025
Seandainya Punya Gaji Rp104 Juta seperti para DPR, Ini yang Akan Saya Lakukan Mojok.co
Pojokan

Seandainya Punya Gaji Rp104 Juta seperti para DPR, Ini yang Akan Saya Lakukan

23 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Ketika Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa MOJOK.CO

Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

19 Januari 2026
Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Adalah Daihatsu Sigra MOJOK.CO

Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat

20 Januari 2026
Ulfi Rahmawati, penerima beasiswa LPDP alumnus UNY. MOJOK.CO

Tak Melihat Masa Depan Cerah sebagai Guru Honorer di Ponorogo, Pilih Kuliah S2 dengan LPDP hingga Kerja di Perusahaan Internasional

21 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026

Video Terbaru

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

21 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.