MOJOK.CO – Aplikasi pembuat video Tik Tok menyasar generasi Z, meski diketahui juga menimbulkan generasi Zetan yang memproduksi video-video kurang berfaedah.

Sejak beberapa bulan yang lalu, aplikasi Tik Tok kerap menjadi perbincangan di dunia maya. Berbasis edit dan unggah video, Tik Tok diharapkan mampu menjadi titik balik lahirnya kreator konten video kreatif yang menyasar pada kalangan generasi Z.

Nah, bau-baunya, harapan itu menemui titik terang. Bahkan, bukan cuma generasi Z, tapi kini muncul pula generasi Zetan—bahasa halus dari umpatan “Setan!”—dari maraknya pengguna Tik Tok, alias mereka-mereka yang kadang bikin kita mengelus dada dan mengernyitkan dahi untuk memahami apa maksud dari video Tik Tok yang diunggah.

Ya, berkali-kali, video Tik Tok yang viral justru yang menjadi bulan-bulanan netizen. Terakhir, ada kreator video Tik Tok berupa empat gadis muda yang menari-nari di jalanan dan berakhir dengan ditilang oleh polisi, lalu membuat video permintaan maaf. Pernah pula video Tik Tok yang mencandai gerakan salat muncul, seperti halnya video seorang cucu yang menyanyi bak model video klip lagu sedih di depan jenazah kakeknya.

Please, deh—itu tuh maksudnya biar apa, sih, Tik Tok-ers???

Tapi, daripada marah-marah aja, ada baiknya jika kita mencoba tabayyun. Toh, tak ada salahnya untuk kita bersama-sama memahami maksud-maksud yang mungkin dimiliki oleh para kreator konten video Tik Tok, bukan?

Ingat: tak kenal maka Tak Tik Tok~

Belajar Matematika dengan Goyang Dua Jari

Salah satu gerakan yang viral dan jamak ditemui di Tik Tok adalah gerakan goyang dua jari. Diiringi musik (biasanya yang liriknya A-a-aisyah bojoku jatuh cinta pa-pa-pada Jamilah~), pengguna Tik Tok akan mengacungkan kedua jari di tangan kanan dan kirinya (seperti tanda peace), lalu digoyangkan mengikuti musik.

Baca juga:  Pahamilah, Prank Video Pakai Suara Bokep Itu Nggak Lucu Blas!

Meski terkesan aneh dan tidak berfaedah, ternyata gerakan ini menjadi kegemaran banyak orang. Seorang narasumber pun menyebutkan sebuah statement yang kami anggap menjadi salah satu alasan kenapa goyang dua jari bisa viral:

“Goyang dua jari mudah dilakukan, positif pula.”

Apakah kamu membacanya dengan baik? Ada kata “positif” di sana. P-o-s-i-t-i-f.

Yaa!!! Goyang dua jari adalah positif!!!

Tentu saja, hal ini mutlak kebenarannya karena yang digoyang adalah dua jari. Coba aja kalau goyangnya bernama “goyang minus dua jari” atau “goyang minus lima jari”—tentu nanti gerakan ini tidak lagi jadi positif, melainkan jadi negatif.

Nah, dari uraian di atas, jelaslah sudah bahwa goyang dua jari memberikan manfaat yang nyata: ia membantu pelajar-pelajar di sekolah mengenal bilangan positif dan membedakannya dengan bilangan negatif.

Daripada Naik Tangga Mendingan Naik Kelas

Diiringi oleh lagu Pretty Girl-nya Maggie Lindemann, salah satu gerakan yang banyak dilakukan di Tik Tok adalah gerakan naik tangga ala-ala shuffle. Kelihatannya, gerakan ini memang cukup mudah dan menarik, serta bernilai aesthetic yang tinggi.

Karena itulah, tak heran jika banyak orang lantas ikut-ikutan mencoba. Banyak yang berhasil, tapi tak sedikit yang malah kepleset dan berhenti di tengah-tengah karena lama-lama mentok ke pinggir tangga. Ternyata, oh, ternyata, gerakan ini tak semudah membalikkan tangan!

Dari ragam gerakan ini, lagi-lagi Tik Tok memberi kita pelajaran penting: jika naik tangga saja susah, ingatlah ada satu “naik” yang lebih pantas diperjuangkan, yaitu “naik kelas”.

Anti Malu-Malu Club dengan Tik Tok

Baca juga:  Duduk Perkara Siswi SMP di Solo Dikeluarkan Karena Ucapan Ulang Tahun ke Lawan Jenis

Salah satu lagu yang sering dipakai pengguna Tik Tok adalah lagu asal Malaysia, yaitu lagu yang berjudul Tak Tahu Malu oleh Atmosfera. Lirik lagu ini adalah sebagai berikut:

Pernah kau berjanji waktu kau message aku,

sungguh kupercaya dengan kata-katamu,

tapi di belakang kau tipu-tipu aku

sakitnya hatiku, air mataku jatuh

Lantas, apa yang mendasari lagu ini begitu merajai lini masa Tik Tok, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak kecil? Setidaknya ada dua hal yang menjadi poin kekuatan lagu ini di Tik Tok:

  1. Orang-orang menyanyikan lagu ini dengan peragaan ekspresi yang tidak sedih-sedih amat. Artinya, jika kita sakit hati karena masalah cinta, kita memang tidak perlu terlalu sedih. Ngapain sedih, coba? Tinggal ganti status relationship aja di Facebook (seperti lirik dalam lagu ini), urusan pun selesai~
  2. Coba ingat-ingat lagi judul lagu ini: Tak Tahu Malu. Yhaaaa!!! Dalam berekspresi di depan kamera dan menciptakan konten Tik Tok, kita-kita ini harus tak tahu malu. Kalau malu, boro-boro bergaya di depan kamera, nge-install aplikasi Tik Tok aja kayaknya udah malu duluan.

Perlu diakui, ragam video Tik Tok tidak hanya terbatas pada tiga kebiasaan di atas. Tapi setidaknya, kemungkinan-kemungkinan tadi bisa saja menjadi rahasia tersembunyi yang sebenarnya ingin disampaikan pengguna Tik Tok, meskipun—sayangnya—mereka udah keburu di-bully duluan.

Bagaimanapun, meski menjumpai video Tik Tok yang bikin pusing dan bikin pengin banting HP, tak ada salahnya jika kita menarik napas, bersikap sabar, dan tetap positive thinking…

lalu dengan segera nge-block semua akun yang mengunggah video tadi.

Hehe, terserah aing, dong~