Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Keanehan Daftar 7 Kampus Ternama Terpapar Radikalisme Keluaran BNPT

Redaksi oleh Redaksi
7 Juni 2018
A A
rektor Impor MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Munculnya daftar 7 kampus ternama terpapar radikalisme yang dirilis BNPT menimbulkan gonjang-ganjing dalam kehidupan mahasiswa. 

Tertangkapnya tiga terduga teroris di Universitas Riau seolah menjadi bukti betapa radikalisme sedang mencoba masuk menembus pagar pertahanan perguruan tinggi di Indonesia. Namun demikian, Kepolisian Indonesia meminta warga untuk tidak lantas menganggap kampus adalah tempat radikalisme berkembang. Bagaimanapun, ketiga tersangka di Universitas Riau kala itu hanyalah oknum, bukan melambangkan universitas secara keseluruhan.

Menanggapi hal ini, Polri pun bersepakat dengan BNPT atas keharusan seluruh warga Indonesia untuk tetap waspada dan bersama-sama mempersempit ruang gerak terorisme. Apalagi, Badan Intelijen Negara (BIN) pernah menyebutkan bahwa ada 39 persen mahasiswa yang sudah menjadi radikal-friendly. Dari kewaspadaan inilah, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Hamli mengeluarkan daftar yang berisi 7 perguruan tinggi negeri (PTN) ternama yang disebut terpapar paham radikalisme:

  • Universitas Indonesia
  • Universitas Diponegoro
  • Universitas Airlangga
  • Universitas Brawijaya
  • Institut Teknologi Bandung
  • Institut Pertanian Bogor
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Dalam daftar ini, beredar pula keterangan tambahan: “Dikutip dari pernyataan Menristekdikti Mohamad Nasir di Jakarta, Kamis (31/5)”.

Hadirnya data 7 kampus ternama yang terpapar radikalisme itu membuat mahasiswa-mahasiswa—khususnya yang menimba ilmu di universitas terkait—terkejut dan gempar.

Bukan hanya terkaget-kaget, munculnya daftar ini pun mengakibatkan kebingungan beberapa orang karena memang terdapat keanehan tersendiri. Hmm, apa saja keanehan-keanehan ini? Mari kita simak baik-baik karena ini penting.

Institut Teknologi Surabaya atau Institut Teknologi Sepuluh Nopember?

Dalam daftar kampus ternama terpapar radikalisme yang beredar di banyak media, nama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ditulis lengkap dengan nama Institut Teknologi Surabaya. Padahal, sejak tahun 1957, ITS tidak pernah memiliki riwayat bernama Institut Teknologi Surabaya. Duluuuu sekali, nama ITS adalah Perguruan Teknik 10 Nopember Surabaya.

Kesalahan ini—entah kesalahan penulisan atau ucap—cukup membingungkan masyarakat. Untuk ukuran kampus ternama yang selalu menjadi favorit, aneh sekali rasanya melihat ITS memiliki nama panjang yang ternyata tidak diketahui pasti oleh warganya sendiri.

Kalau dipikir-pikir, kasus nama ITS ini agak-agak mirip dengan nama UNS yang sering kali dikira singkatan dari Universitas Negeri Surakarta. Padahal, UNS sendiri adalah Universitas Sebelas Maret yang berlokasi di Surakarta. Begitu, gaes-gaesku.

Siapa yang Radikal di Kampus?

Kebingungan berikutnya tentu dialami oleh mahasiswa di universitas itu sendiri, para orang tua, hingga calon mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang kerjaannya cuma kuliah, pulang, tidur, telat, kuliah lagi, pulang lagi, telat lagi, dan seterusnya, tentu kita pun jadi bertanya-tanya, “Loh, siapa nih yang radikal kok saya nggak kerasa?”

Belum lagi, kekhawatiran orang tua pun meningkat. Setelah daftar ini keluar, beberapa bapak dan ibu mungkin jadi lebih posesif dibandingin pacar yang baru jadian 3 bulan. Di samping itu, anak-anak lulusan SMA pun jadi berpikir dua kali untuk mengincar sang kampus ternama.

Sisi inilah yang menjadi titik kebingungan masyarakat, terutama pihak kampus. Rektor Universitas Airlang Mohammad Nasih, misalnya, mengaku ia sangat berterima kasih pada BNPT karena telah mengungkap daftar tersebut. Namun, daftar ini dirasanya masih kurang karena tidak dilengkapi data.

Iklan

“Apakah dosen, karyawan, atau mahasiswa? Kejadiannya kapan? Bisa saja 10 tahun atau lima tahun lalu,” ujarnya. Diharapkan Nasih, data ini bisa diberikan oleh BNPT agar pihaknya lebih mudah dalam melakukan pembinaan.

Yha, sikap BNPT yang hanya menyebut nama kampus ternama terpapar radikalisme ini memang kurang lebih seperti jawaban, “Terserah!” dari cewek—membuat kita berpikir keras untuk mencari tahu bagian mana yang sebenarnya salah.

Yang Cenderung Terpapar Radikalisme adalah Mahasiswa Eksakta

Dalam sebuah kesempatan, Menteri Nasir menyebutkan bahwa terdapat kecenderungan mahasiswa eksakta dan jurusan Kedokteran untuk terpapar radikalisme, termasuk di dalam 7 kampus ternama pada daftar BNPT. Menurutnya, hal ini bahkan telah berlangsung sejak tahun 1980-an.

Meski pada beberapa universitas memang ditemui keadaan serupa, hal ini tetap menjadi keanehan bagi sebagian orang. Kenapa, sih, anak eksakta yang ternyata sering terseret dalam jurang radikalisme ini?

“Itu karena dia cara berpikirnya logic dan pragmatis, sehingga dia hanya melihat black and white. Kalau memahami agama adalah black and white, ya kayak gitu. Jadi, yang diandalkan adalah logikanya,” jelas Menteri Nasir.

Hmm, benarkah begitu, wahai mahasiswa-mahasiswa eksakta dan Kedokteran seluruh Indonesia?

Bicara soal radikal dan mahasiswa eksakta yang dikaitkan erat-erat, Mojok Institute mencoba mencari tahu pendapat seorang narasumber dari salah satu kampus ternama. Ternyata, si narasumber ini malah balik memberikan pertanyaan:

“Radikal? Radikal apa? Radikal bebas? Iya, saya emang belajar soal radikal bebas!”

Belakangan, baru diketahui dia memang mahasiswa jurusan Kimia, masih semester satu, dan habis praktikum Kimia Organik. Hadeeh.

Terakhir diperbarui pada 8 Juni 2018 oleh

Tags: BNPTdaftar kampus ternamaipbITBITSmahasiswa eksaktaMenteri Nasirterpapar radikalismeuniversitas airlanggauniversitas indonesia
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO
Edumojok

Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP

7 Februari 2026
Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan MOJOK.CO
Mendalam

Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan

29 Januari 2026
DOLC 2026. MOJOK.CO
Kilas

DAYS OF LAW CAREER 2026: Jelajahi Peluang dalam Dunia Kerja dengan Satu Langkah Pasti

27 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO
Kampus

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
gojek instant.MOJOK.CO

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.