Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Nafkah

Menghitung Kekayaan Ari Askhara, Sang Dirut Garuda Indonesia

Redaksi oleh Redaksi
17 Juli 2019
A A
garuda indonesia
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berita heboh tentang pelaporan seorang Youtuber bernama Rius Vernandes oleh pihak Garuda Indonesia karena dianggap memunculkan persepsi negatif atas layanan Garuda Indonesia dengan mengunggah menu di penerbangan kelas bisnis Garuda Indonesia yang ditulis tangan ternyata masih terus menjadi bahan perbincangan bagi banyak orang.

Banyak yang membela Rius, sebab apa yang dilakukannya dianggap sebagai hal yang wajar dan sama sekali tidak punya tendensi untuk merendahkan Garuda Indonesia.

Simpati pada Rius semakin besar tatkala Garuda Indonesia memutuskan untuk mengeluarkan aturan baru yakni melarang penumpang untuk mengambil gambar dan video selama penerbangan di dalam pesawat.

Insiden tersebut mau tak mau kemudian ikut berpengaruh pada sosok Ari Askhara, Dirut Garuda. Ia dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kekisruhan yang menyeret Garuda Indonesia beberapa waktu terakhir ini.

Nah, seperti biasa, untuk semakin memanaskan lantai dansa, Mojok tertarik untuk ikut membahas tentang Ari Askhara. Tentu saja dari pendekatan kekayaan. Memangnya apa lagi?

Oke, mari kita jlentrehkan.

Ari Askhara punya nama lengkap I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Lelaki kelahiran 13 Oktober 1971 ini adalah sosok yang boleh dibilang sudah malang-melintang dalam dunia per-BUMN-an dan per-maskapai-an.

Sebelum menjadi direktur Garuda Indonesia, ia sempat berkarir di banyak perusahaan. Ia sempat juga merangkap jabatan sebagai komisaris utama Sriwijaya Air sebelum akhirnya mengundurkan diri karena dinilai bisa melanggar aturan dengan berpotensi memantik usaha monopoli jasa penerbangan.

Kariernya di dunia bisnis sangat panjang. Setelah lulus dari FE UGM tahun 1994, dia bergabung bersama Bank Ekspor Impor Indonesia yang kelak menjadi Bank Mandiri. Dia bekerja di sana selama 11 tahun (sampai 2005) dengan jabatan paling tinggi sebagai Assistan Vice Presiden

Dari 2005-2014, dia pindah ke beberapa perusahaan multinasional di antaranya Deutsche Bank (Vice President), Barclays Investment Back (Direktur), Petrosand (Direktur Keaungan) dan ANZ Bank (Head of Natural resources Indonesia) sebelum akhirnya berlabuh ke Garuda.

Di Garuda Indonesia, sebelum akhirnya menjabat sebagai Dirut menggantikan Pahala N Mansury, Ari menjabat sebagai direktur keuangan dan manajemen risiko.

Belakangan nama Direktur Garuda ini kembali ramai diperbincangkan setelah membenarkan larangan (yang sekarang sudah diganti menjadi imbauan) penumpang untuk tidak mengambil foto dan video di dalam pesawat.

Menurutnya, imbauan tersebut untuk menjaga ketertiban kabin pesawat, menunjang keselamatan operasi penerbangan, kelancaran pelayanan selama penerbangan, dan menghormati hak-hak penumpang.

Nah, itulah sekilas tentang parjalanan karier Ari Askhara.

Iklan

Sekarang, mari kita kupas kekayaannya.

Berdasarkan laporan harta kekayaan pejabat negara tahun 2017, Ari diketahui punya banyak aset, di antaranya adalah tanah dan bangunan.

Ia tercatat setidaknya punya 8 petak Tanah dan bangunan yang semuanya tersebar id banyak daerah, antara lain Depok, Bogor, Jakarta Timur, Buleleng, Denpasar, dan Gianyar.

Nilai total aset tanah dan bangunannya ini mencapai Rp18,4 Miliar

Kemudian ada aset harta bergerak berupa kendaraan.  Ari diketahui mempunyai beberapa kendaraan berupa mobil Mistubishi Pajero Sport, Mazda 6, dan Lexus Minibus. Totalnya nilai aset kendaraannya ini mencapai Rp1,6 Miliar.

Nah, harta lainnya adalah berupa harta bergerak berupa giro atau setara kas lainnya, nilai asetnya ini diketahui mencapai Rp9,3 Miliar.

Jika ditotal semuanya, nilai seluruh kekayaan Ari Askhara adalah sebesar Rp29,3 miliar.

Mantaaaaaaap.

ari askhara

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2019 oleh

Tags: ari askharagaruda indonesianafkah
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Lupakan Garuda Indonesia, Pesawat Terbaik Adalah Susi Air MOJOK.CO
Otomojok

Lupakan Garuda Indonesia, Citilink, dan Lion Air: Naik Pesawat Paling Menyenangkan Justru Bersama Susi Air

10 Desember 2025
Business Matching to Smesco Kontak Bisnis Jalinan Distribusi Rantai Pasok Hulu Hilir Produk UMKM di Semarang. MOJOK.CO
Kilas

Business Matching di Semarang Sukses Pertemukan Pelaku UMKM dengan Perusahaan Besar seperti Garuda Indonesia dan Indofood

22 Agustus 2025
Garuda Indonesia Harus Diceraikan dari Dunia Politik Biar Cepat Sehat MOJOK.CO
Esai

Garuda Indonesia Harus Diceraikan dari Dunia Politik Biar Cepat Sehat

4 November 2021
Erick Thohir, Kementerian BUMN Bubarin Aja, Jokowi Pasti Ngertiin Kamu MOJOK.CO
Esai

Erick Thohir, Kementerian BUMN Bubarin Aja, Jokowi Pasti Ngertiin Kamu

28 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026
Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
karet tengsin, jakarta. MOJOK.CO

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.