Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Nafkah

Marbot yang Serupa Remah-remah

Redaksi oleh Redaksi
3 Juli 2017
A A
marbot
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada banyak pekerjaan di dunia ini, mulai dari pengamen sampai jadi presiden, dari menjual koran sampai menjual kehormatan (maaf Wak haji Rhoma Irama, saya pinjam sedikit lirik lagunya). Nah, dari sekian banyak pekerjaan, agaknya marbot adalah salah satu pekerjaan yang paling patut untuk diapresiasi, khususon oleh umat Islam. Sebab, dialah yang memastikan musala-musala bersih, sajadah nihil dari kotoran dan tahi cecak, air untuk berwudu tetap mengalir dengan lancar, serta mic dan speaker tetap berbunyi nyaring tanpa bass dan treble yang berlebihan.

Marbot boleh jadi adalah profesi yang kerap tidak dianggap. Ia serupa remah-remah. Orang lebih peduli pada kiai atau ustadz yang mengasuh sebuah masjid atau musala, tanpa peduli siapa marbotnya. Yah maklum, namanya juga remah-remah. Yang peduli mentok cuma malaikat.

Iklan

Di beberapa masjid dan musala yang cukup makmur di kota-kota besar, marbot biasanya mendapat gaji atau insentif yang diambilkan dari kas masjid atau dari dana Bazis. Nilainya tentu saja tidak besar, biasanya sekadar cukup untuk uang transpor dan kebutuhan mepet sehari-hari. Sedangkan di musala-musala kecil yang bahkan jumlah jamaah salat Magribnya tak pernah lebih dari dua shaf, ia mentok cuma mendapatkan insentif berupa lemah teles, alias Gusti Allah sing mbales.

Marbot bukan pekerjaan biasa. Ia menuntut dedikasi dan jiwa-jiwa multitalenta. Betapa tidak, dari mulai teknik basic mengepel, mengecat, perawatan pipa air, sound system, sampai ilmu dasar kelistrikan mutlak harus ia kuasai. Mau setinggi apa pun ijazahnya, sekeren apa pun gelarnya, kalau menyapu lantai saja blas nggak luwes atau nyolokin mic saja masih kikuk, akan susah rasanya untuk bisa menjadi marbot yang baik dan cakap.

Tak banyak orang yang berminat menjadi marbot, sebab, selain tidak menjanjikan materi yang cukup, ia juga bukan pekerjaan yang bergengsi. Namun, beruntung beberapa tahun terakhir ini tren marbot agaknya mulai naik, pamornya mulai mentereng, sebabnya tak lain dan tak bukan adalah faktor Deddy Mizwar.

Di tahun 2007, ia mengawali kariernya sebagai marbot di sinetron Para Pencari Tuhan dengan nama panggilan Bang Jack. Tak disangka, di tahun 2013 ia sudah menjabat sebagai wakil gubernur Jawa Barat. Apa nggak hebat? enam tahun mengabdi menjadi marbot, ternyata bisa mengantarkannya ke tampuk kepemimpinan pada level provinsi.

Marbot gitu lhooo ….

 

marbot

Terakhir diperbarui pada 4 Juli 2017 oleh

Tags: deddy mizwarmarbotMasjid
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026
Anak rantau di Jogja pilih jadi marbot. MOJOK.CO

Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid

6 Maret 2026
Menemukan kedamaian batin dari rebahan karpet masjid MOJOK.CO

Rebahan di Karpet Masjid: Sepele tapi Beri Kedamaian Batin dari Dunia yang Penuh Standar, Tuntutan, dan Mengasingkan

12 November 2025
Pemkot Semarang dorong dukungan finansial layak untuk guru agama, marbot, hingga pemandi jenazah MOJOK.CO

Mendorong Dukungan Finansial Layak untuk Guru TPQ, Marbot, hingga Pemandi Jenazah: Selama Ini Berkontribusi Nyata tapi Terabaikan

23 September 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 MOJOK.CO

Memaknai “LAKU” dalam Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026: Sejauh Mana Bermanfaat dalam Ekosistem Sastra

19 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

Banyak Lulusan S1-S3 Nganggur Bukan Cuma karena Lapangan Kerja, Tapi Ada Juga Dua Masalah yang Jarang Disadari

19 Agustus 2026
Pesan veteran Indonesia di momen kemerdekaan. MOJOK.CO

Dari Veteran Indonesia ke Generasi Muda yang Pesimis Rayakan Kemerdekaan: Bacalah Buku Sejarah!

19 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata.MOJOK.CO

InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata

18 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.