Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Sudirman Said Ngaku Timnya Ditodong Pistol dan Yakin Unggul Jika Pilgub Jateng Adil

Redaksi oleh Redaksi
29 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Meski Sudirman Said tercatat kalah cukup jauh dari lawannya, Ganjar Pranowo, dari berbagai hasil quick count, namun Calon Gubernur Jawa Tengah yang diusung Gerindra ini mengklaim bisa menang jika Pilgub Jateng berlangsung fair.

Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said, masih merasa yakin dirinya bisa unggul jika Pilkada Serentak 2018 untuk wilayahnya dilangsungkan dengan adil. Dalam pertemuan dengan Ketua MPR, Zulkifli Hasan, Sudirman menyampaikan bahwa ada peristiwa tidak mengenakkan selama proses pemilihan berlangsung di Jateng selama pencoblosan.

Sudirman menceritakan bahwa timnya sempat harus berurusan dengan sekelompok orang tak dikenal karena membawa uang konsumsi untuk saksi. Kejadian ini berlangsung di tol menuju Semarang, seorang sopir yang merupakan tim sukses Sudirman-Ida sempat ditodong pistol. “Tim saya dituduh sebagai pengedar narkoba dan uang yang dibawa dituduh hasil transaksi narkoba,” jelas Sudirman.

Pada kesempatan sebelumnya, Sudirman bahkan menyebut bahwa Pilkada di Jateng hampir memakan korban jiwa karena tuduhan tersebut kepada salah satu timnya. “Saya akan buka seperempat ceritanya, selebihnya nanti pada waktunya,” tuturnya. “Di tengah jalan tol ditodong pistol sopirnya,” jelasnya kemudian. Sudirman memang tidak menceritakan lebih rinci apa yang terjadi, tapi menurutnya ada pihak-pihak yang ingin merusak demokrasi di Jateng.

Kejadian ini menurutnya merupakan sebuah catatan yang buruk dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 di Jateng. Bahkan Sudirman mengklaim hasil suara bisa saja berubah jika KPU Jateng bertindak adil. “Kalau pilkada ini lebih fair, saya yakin bisa lebih baik dan kita bisa unggul,” tuturnya.

Zulkifli Hasan yang merupakan petinggi PAN pun ikut urun rembug, “Idealnya memang kita the winner. Tapi 43 (persen dari quick count) itu sesuatu yang luar biasa,” ujarnya bersama Sudirman Said di Kompleks, Senayan, Jakarta.

Perolehan Sudirman Said memang cukup luar biasa. Di banyak survei pasangan Sudirman-Ida diprediksi tidak akan bisa bicara banyak melawan Ganjar Pranowo-Taj Yasin yang diusung PDIP. Apalagi Sudirman menghadang Ganjar di “kandang banteng”, provinsi terkuat PDIP selama beberapa tahun terakhir.

Zulkifli pun membandingkan Sudirman dengan Ganjar. Menurutnya, Sudirman yang bukan seorang ketum parpol, tidak punya rekam jejak aktivis, tidak memiliki modal dana cukup besar, dan baru bekerja 3 bulan sudah mampu membayang-bayangi Ganjar di kandang sendiri. “Dalam situasi yang patut kita syukuri. Banyak kejutan ya,” kata Zulkifli.

Pertemuan antara Cagub Jateng dengan Ketua MPR ini merupakan bagian dari laporan Sudirman terkati hasil Pilgub Jateng. Membaca hasil survei yang memprediksi suara Sudirman tidak lebih dari seperempat suara Jateng, tapi pada kenyataanya lebih dari 40 persen, membuktikan bahwa ada banyak survei yang tidak beres di Jateng. “Jadi menurut saya lembaga survei ini (di Jateng) sudah pesanan semua,” kata Zulkifli.  (K/A)

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2018 oleh

Tags: #MojokPilkadaganjar pranowogerindrakandang bantengketua mprpanpdippilkada serentak 2018pistolQuick CountSudirman SaidTaj YasinZulkifli Hasan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pakar UGM nilai, ikap Megawati atas retret: menjaga kewibawaan PDIP MOJOK.CO
Aktual

Ketundukan Kepala Daerah pada Megawati: Marwah PDIP hingga Efek Retret yang Belum Tampak Hasilnya

22 Februari 2025
Hasto Wardoyo pilih urus sampah di Kota Jogja di tengah ketidakpastian instruksi retret Megawati untuk kader PDIP MOJOK.CO
Aktual

Urus 1.600 Ton Sampah Kota Jogja di Tengah “Drama”

21 Februari 2025
Menanti keputusan Megawati yang belum pasti di DPD PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) MOJOK.CO
Aktual

Suasana Serba Tak Pasti di Kantor DPD PDIP DIY Menanti Kepastian Megawati

21 Februari 2025
Solo Fighter PDIP vs Keroyokan di Kandang Banteng, Pilkada 2024.MOJOK.CO
Aktual

Solo Fighter vs Keroyokan di Kandang Banteng, Benarkah Jateng Tak “Merah” Lagi? 

29 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

outfit orang Surabaya Utara lebih sederhana ketimbang Surabaya Barat. MOJOK.CO

Kaos Oblong, Sarung, dan Motor PCX adalah Simbol Kesederhanaan Sejati Warga Surabaya Utara

8 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Derita anak bungsu. MOJOK.CO

Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah

9 Januari 2026
“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian .MOJOK.CO

“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 

11 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.