Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Suara Kotak Kosong di Pilkada Makassar Diduga Berubah, KPU Harus Dikawal

Redaksi oleh Redaksi
30 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dari 171 daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak 2018, ada 11 kabupaten dan kota yang menghadirkan calon kotak kosong. Dari 11 daerah tersebut, hanya Kota Makassar yang memenangkan kotak kosong.

Dari hasil berbagai lembaga survei yang melakukan quick count, pasangan calon tunggal Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Munafri Afifuddin-Rachmatikan Dewi (Appi-Cicu) harus mengakui kemenangan kotak kosong. Hasil quick count memperlihatkan bagaimana suara Appi-Cicu tidak sampai angka 50 persen, sedangkan suara kotak kosong melebihi 50 persen.

Kekalahan Appi-Cicu cukup mengejutkan sebenarnya mengingat pasangan ini didukung oleh koalisi 10 parpol yang menguasai 43 kursi di DPRD Makassar. Keberadaan calon tunggal Appi-Cicu diawali dari gagalnya calon lawan, M. Ramdhan Pomanto, untuk maju sebagai calon walikota karena ditetapkan tidak memenuhi persyaratan.

Keberadaan kotak kosong dalam Pilkada sebenarnya sudah ada pada tahun lalu. Tepatnya pada Februari 2017. Terhitung ada 7 daerah pada periode tersebut yang menggelar kotak kosong saat Pilkada. Dan hanya Kota Pati, Jawa Tengah, yang sempat ramai karena kotak kosong hampir “menang”. Sayangnya, kotak kosong Pati mengalami kekalahan juga saat melawan calon tunggal Bupati Haryanto-Saiful Arifin. Pasangan ini menang dengan suara cukup tinggi, yakni 70-an persen suara.

Meski dalam perhitungan resmi kotak kosong cukup telak. Pada saat quick count ada 9 kecamatan di Pati yang memenangkan kotak kosong. Lebih-lebih berbagai survei menyatakan “suara” kotak kosong di Pati akan mendapatkan suara tidak kurang dari 60 persen. Meski pada kenyataannya kotak kosong di Pati harus mengakui keunggulan lawannya pada saat real count. Sebagai catatan, di pusat kota Pati, suara Haryanti-Arifin ini kalah telak, kemenangan pasangan ini diraih di daerah pedesaan Kabupaten Pati.

Di Makassar, kemenangan kotak kosong sudah hampir dipastikan saat hasil quick count muncul. Hasil yang mengejutkan ini tentu saja membuat banyak foto-foto C1 yang mengabadikan kemenangan kotak kosong di berbagai TPS di Kota Makassar. Dikutip dari Sindonews, ada indikasi perubahan suara untuk kotak kosong dari foto form C1 ke website resmi KPU.

Hal ini didasarkan pada beberapa foto form C1 yang jelas menunjukkan beberapa kemenangan kotak kosong, namun ketika dicek pada website KPU, suara kotak kosong seolah-olah dipangkas habis-habisan suaranya. Misalnya untuk TPS Kelurahan Bontoduri, Kecamatan Tamalate, di foto C1 tertulis Appi-Cicu 94 suara, kotak kosong 138 suara. Di website KPU tercantum, Appi-Cicu 238 suara, kotak kosong 1 suara.

Selain TPS Bontoduri, TPS di Kelurahan Tamalate juga ada kejanggalan yang sama. Di foto C1 tertulis Appi-Cicu 77 suara, kotak kosong 63 suara. Sedangkan di website KPU tertera, Appi-Cicu 144 suara, sedangkan kotak kosong 0 suara.

Perbedaan perhitungan ini tentu jadi pelajaran bersama, terutama bagi masyarakat Kota Makassar untuk memantau hasil perhitungan suara resmi dari KPU. Setelah sebelumnya rekapitulasi suara dilarang diliput oleh wartawan Makassar, lalu ada konvoi kemenangan dari Appi-Cicu di Kota Makassar, sampai dengan perbedaan suara di website KPU dan dengan beberapa foto form C1, suara kotak kosong benar-benar harus diperhatikan. Sebab Kota Makassar sudah mengajarkan hal baru bagi Indonesia, bahwa partai politik tidak boleh lagi jumawa, karena pada kenyataannya rakyat lebih punya kuasa. (K/A)

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2018 oleh

Tags: #MojokPilkadaAppi-CicuC1DPRD MakassarHaryantokotak kosongkpuMakassarMunafri AfifuddinPatipilkada serentak 2018Rachmatikan DewiSaiful Arifinwebsite KPU
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

S3 di Bandung, Istri PNS Makassar- Derita Jungkir Balik Rumah Tangga MOJOK.CO
Esai

Jungkir Balik Kehidupan: Bapak S3 di Bandung, Istri PNS di Makassar, Sambil Merawat Bayi 18 Bulan Memaksa Kami Hidup dalam Mode Bertahan, Bukan Berkembang

1 Desember 2025
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, gantikan Bupati Pati Sudewo di Upacara HUT RI MOJOK.CO
Kilas

Wagub Jateng Gantikan Bupati Sudewo di Upacara HUT RI di Pati, Ingatkan Pemerintah Harus Beri Pelayanan Terbaik ke Masyarakat

17 Agustus 2025
Ahmad Luthfi: Situasi Pati Sudah Kondusif, Pelayanan Publik Dipastikan Berjalan Lancar MOJOK.CO
Kilas

Ahmad Luthfi: Situasi Pati Kondusif, Pelayanan Publik Dipastikan Berjalan Lancar

14 Agustus 2025
Pati Bergerak karena Kebusukan Pemerintah Pusat dan Daerah MOJOK.CO
Esai

Demonstrasi Pati Berkobar karena Kebodohan Pemerintah Pusat dan Daerah yang Jadikan Rakyat Sebagai Tumbal, seperti Api Korek Bertemu Bensin Segalon

14 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Urusan dengan balai desa bikin muak karena kelakuan perangkat desa kolot MOJOK.CO

Muak Ngurus Sesuatu di Balai Desa: Capek Hadapi Perangkat Desa Kolot dan Ruwet, Perkara Tanda Tangan Basah bikin Marah

5 Januari 2026
outfit orang Surabaya Utara lebih sederhana ketimbang Surabaya Barat. MOJOK.CO

Kaos Oblong, Sarung, dan Motor PCX adalah Simbol Kesederhanaan Sejati Warga Surabaya Utara

8 Januari 2026
Budaya “Jatah Ciu” kepada Pemuda Desa Dianggap Manifestasi Srawung, tapi Tak Cocok Untuk Semua Orang MOJOK.CO

Budaya “Jatah Ciu” kepada Pemuda Desa Dianggap Manifestasi Srawung, tapi Tak Cocok Untuk Semua Orang

6 Januari 2026
Slow Living Frugal Living di Desa Memang Omong Kosong (Unsplash)

Slow Living dan Frugal Living di Desa Memang Omong Kosong, Apalagi Kalau Kamu Cuma Buruh Rendahan dan Gajimu Mengenaskan

4 Januari 2026
Derita anak bungsu. MOJOK.CO

Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah

9 Januari 2026
Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah MOJOK.CO

Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

9 Januari 2026

Video Terbaru

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

3 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.