Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Mengaku Kurang Diperhatikan Demokrat, Chris John Pindah ke Nasdem

Redaksi oleh Redaksi
14 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Chris John, kader Partai Demokrat yang belum sampai setengah tahun bergabung, memutuskan untuk berpindah ke Partai NasDem. Apa yang menjadi alasannya untuk berpindah?

Mantan atlet tinju nasional, Chris John, sepertinya benar-benar menggunakan politik sebagai jalan untuk mewujudkan cita-cita besarnya dalam mensejahterahkan olahraga Indonesia. Itulah yang menjadi tujuan Chris untuk bergabung dengan Partai Demokrat (PD) pada Februari 2018 lalu.

Namun belum sampai setengah tahun bergabung, ia merasa kecewa ketika melihat PD tidak terlihat mengakomodasi tujuannya tersebut. Ia merasa tidak diperhatikan sebagai kader. Kemudian ia memilih mundur dengan baik-baik dan berpindah ke lain hati partai NasDem. Berharap tidak diacuhkan begitu saja dan mendapat sedikit perhatian dari partai barunya.

Sulit membayangkan bagaimana bisa Chris John diabaikan begitu saja oleh para petinggi Demokrat? Toh, AHY sendiri pernah mengungkapkan sangat senang dengan kehadiran kader-kader baru termasuk Chris John. Pasalnya, kehadiran para kader-kader muda ini membuat AHY optimis dengan masa depan PD yang akan lebih baik. Nggak mungkin kan kalau kadernya malah dianggurin gitu aja?

Tetapi Chris John mengaku, sebagai kader ia sulit berkomunikasi dengan petinggi partai. Ia mengaku belum pernah dilibatkan dengan hal-hal penting. Hal yang ia ikuti paling pol diajak meramaikan partai dengan mendampingi AHY yang sedang blusukan ke sana ke mari dan tertawa. Masih sebatas itu, dan Chris John merasa nggak bisa diginiin terus.

Tujuannya sejak awal bergabung ke Partai Demokrat, karena ia berkeinginan untuk maju dalam Pileg 2019 dan sangat berharap bisa duduk di kursi Komisi X DPR untuk memperjuangkan kesejahteraan di dunia olahraga, khususnya atlet.

Tetapi setelah ia bergabung, ia merasa Demokrat justru sedang sibuk dengan urusan-urusan besarnya. Yaiyalah lobi-lobi politik capres dan cawapres memang harus segera dirampungkan dulu, Mas Chris. Kalau itu beres, mungkin para petinggi partai bisa ngurusin kadernya.

Tapi kalau misalnya Mas Chris nggak sabaran dan langsung bergabung ke NasDem juga nggak apa-apa kok. Toh setelah bergabung dengan NasDem, Mas Chris mengaku merasakan hal yang berbeda, kan? Merasa mendapatkan perhatian. Bahkan proses pencalegannya pada Pileg 2019 pun dibantu oleh NasDem. Iya, kan?

Menanggapi kepindahan Chris John, pihak Demokrat mengungkapkan, proses tahapan menjadi kader utama di Demokrat memang tidak mudah. Ada banyak tahapan pelatihan yang dilalui dan menganggap Chris John tidak kuat melewati tahapan-tahapan yang ada.

Selain itu, Ferdinand Hutahaean, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD, mengungkapkan, ia mendengar adanya isu-isu, bahwa ada partai yang sengaja merekrut artis dan tokoh kemudian dibiayai pencalegannya. Agar partai tersebut lolos dalam parliament threshold.

Wah, terlihat cukup kompleks juga ya~

Apapun dinamika yang ada dalam partai-partai tersebut. Chris John sepertinya memang tidak peduli. Pasalnya, bagaimanapun jalan yang harus dilewati, ia hanya fokus untuk menjadi anggota Komisi X DPR. Itu saja. (A/L)

Terakhir diperbarui pada 14 Juli 2018 oleh

Tags: ahychris johnnasdemPartai DemokratPemilu 2019pileg 2019Pilpres 2019sby
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Sejak Deklarasi Anies-Imin, Elektabilitas NasDem Melejit, PDIP-Gerindra Turun MOJOK.CO
Kotak Suara

Sejak Deklarasi Anies-Imin, Elektabilitas NasDem Melejit, PDIP-Gerindra Turun

27 September 2023
Soal Alasan Demokrat ke Prabowo, Pengamat: SBY Belum Berdamai dengan Megawati MOJOK.CO
Kilas

Soal Alasan Demokrat ke Prabowo, Pengamat: SBY Belum Berdamai dengan Megawati

19 September 2023
partai demokrat mojok.co
Kotak Suara

Peneliti BRIN: Ketimbang PDIP, Demokrat Lebih Mungkin Gabung Koalisi Prabowo

12 September 2023
ahy calon cawapres mojok.co
Kotak Suara

Pakar Politik UGM: Peluang AHY Jadi Cawapres Masih Ada

7 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Mencoba Menghabiskan Makanannya MOJOK.CO

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Menghabiskan Makanannya

1 April 2026
Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026
Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat” MOJOK.CO

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

1 April 2026
Astrea Grand, Motor Honda yang Menjadi Mitos MOJOK.CO

Astrea Grand, Motor Honda Penuh Dusta yang Celakanya Pernah Menjadi Mitos dan Membuatnya Dikagumi karena Motor Ini Memang Meyakinkan

5 April 2026

Video Terbaru

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.