Gejolak dan badai politik rupanya benar-benar menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi partai Demokrat. Pernah menjadi partai baru paling mengguncang di negeri ini di pemilu tahun 2004 dengan langsung mendapatkan 7,45 persen suara dan meloloskan pemimpinnya menjadi presiden, lalu pernah menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak di tahun 2009 dengan 20,40 persen suara dan memenangkan pemilihan presiden 2009 dengan telak. Kini, Demokrat terpuruk dengan perolehan suara yang sangat-sangat anjlok.

Di tahun 2014, Partai Demokrat hanya mendapatkan 10,19 persen suara, walau itu adalah angka yang sebenarnya cukup besar, namun perolehan itu hanyalah setengah dari jumlah suara yang didapatkan Demokrat pada periode sebelumnya yang mencapai 20,40 persen. Suara Partai Demokrat di Pemilu 2014 anjlok karena memang elektabilitas Partai Demokrat turun drastis. Alasannya dua, pertama karena banyak kader yang terjerat kasus korupsi (Dari Muhammad Nazaruddin sampai Angelina Sondakh), dan kedua karena tak ada kader yang bisa menggantikan SBY untuk diusung menjadi capres atau pun cawapres.

Kini, di tahun 2019, Partai Demokrat tak mau kembali anjlok. Dalam Pilpres 2019 mendatang, Demokrat memutuskan akan mengusung calon presiden dan wakil presiden.

“Insyaallah dalam pilpres 2019 mendatang Demokrat akan mengusung pasangan capres dan cawapres yang paling tepat,” kata Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka rapat pimpinan nasional (rapimnas) Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu 10 Maret kemarin.

Wajar jika Partai Demokrat bersikukuh untuk mengusung capres dan cawapres, maklum saja, sekarang, Partai Demokrat sudah punya Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, kader yang dianggap punya elektabilitas yang cukup tinggi sebagai capres maupun cawapres.

“Pada saatnya nanti beberapa bulan mendatang putra dan putri terbaik bangsa yang Demokrat nilai cakap dan mampu memimpin Indonesia lima tahun ke depan akan kami umumkan sebagai pasangan calon yang akan diusung Partai Demokrat,” tegas SBY.

Yah, kita tunggu saja nanti, siapa nama calon yang akan diumumkan sebagai calon presiden, calon wakil presiden, atau setidaknya, partai mana yang akan berkoalisi dengan Partai Demokrat di Pilpres 2019 mendatang. Yang jelas, siapa pun kader Partai Demokrat yang diusung, akan tetap ada satu sosok kader Demokrat yang sanggup memanaskan lantai dansa kampanye pemilihan presiden nanti.

Siapa dia? Tentu saja Ruhut “Si Raja Minyak” Sitompul. Siapa lagi?

 



Tirto.ID
Loading...

No more articles