Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Memangnya Kalau Pengacara Habib Rizieq Jadi Caleg PDIP Otomatis Kafir dan Cebong Gitu?

Redaksi oleh Redaksi
18 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Beredar informasi mengejutkan saat Kapitra Ampera, pengacara Habib Rizieq Syihab didaftarkan oleh PDIP sebagai bakal calon legislatif untuk dapil Sumatra Barat.

Rencana pendaftaran pengacara Habib Rizieq, Kapitra Ampera, sebagai bakal calon legislatif dari PDIP jelas mengejutkan banyak orang. Sebagai Aktivis 212, nama Kapitra tentu sudah lekat di mata masyarakat sebagai sosok yang paling keras menolak kekuasaan PDIP yang mengantarkan Jokowi menjadi Presiden.

Iklan

Kapitra adalah kuasa hukum Habib Rizieq yang membela dalam kasus dugaan chat mesum kliennya, sebelum akhirnya dihentikan oleh pihak Kepolisian.

Langkah yang berseberangan ini tentu memunculkan banyak pertanyaan. Bagaimana bisa seorang yang mendaku sebagai umat Imam Besar Habib Rizieq malah muncul sebagai caleg partai yang selama ini dikritisinya sendiri?

Menurut Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, langkah ini diperlukan karena klaimnya, Kapitra sudah diminta masyarakat Sumatra Barat untuk maju sebagai calon wakil rakyat. Menurut Hasto, PDIP selama ini selalu terbuka dengan berbagai kalangan.

Di sisi lain, Kapitra menilai perlu ada sosok yang bisa menjadi jembatan untuk komunikasi umat kepada pemerintah. Melihat bahwa komunikasi antara umat dengan pemerintah yang sering berbenturan membuat pengacara Habib Rizieq ini merasa perlu untuk mengambil peran ini. Meski begitu, Kapitra mengaku tidak pernah sekalipun mendaftakan diri untuk maju sebagai bakal caleg untuk PDIP. Artinya, pendaftaran nama Kapitra ini dilakukan sepenuhnya oleh PDIP.

Akan tetapi, seperti yang diberitakan detik.com, Kapitra tidak menjawab apakah dirinya memang bersedia atau tidak didaftarkan oleh PDIP untuk maju sebagai caleg. “Katakanlah kalau umpamanya saya caleg PDIP, lalu saya murtad? Saya kafir? Saya munafik? Yang benar saja dong,” jelasnya.

“Berarti kalau gua masuk PDIP gua ‘cebong’ dong? Ngarang aja. Gua nggak boleh ke masjid dong? Kata siapa? Berapa persen orang Islam yang pilih PDIP dan berapa persen orang di struktrur PDIP itu orang Islam?” katanya membela diri.

Selama ini Kapitra mengaku belum mendapat konfirmasi resmi dari PDIP soal pendaftaran ini. Jika memang betul PDIP mendaftarkan Kapitra menjadi caleg, bisa jadi ini merupakan langkah politik PDIP saja untuk melemahkan gerakan Aktivis 212 dari dalam.

Lagian, meskipun Kapitra mau “dipinang” PDIP, pilihannya kepada Habib Rizieq tidak terpengaruh. Hal ini diungkapkan oleh Kapitra sehari sebelum mengonfirmasi soal klaim Hasto soal pendaftaran dirinya sebagai caleg PDIP.

“Capres saya Habib Rizieq Shihab. Tugas saya membela ulama dan agama di mana pun saya berada. Wallahi, saya membela agama. Mau di kandang macan, harimau, atau banteng. Terserah,” kata Kapitra.

Meski muncul klaim dari PDIP bahwa dirinya maju sebagai caleg PDIP, dirinya masih terus mengupayakan agar Habib Rizieq jadi presiden. “HRS for president. HRS my president. Saya bela ulama, bukan parpol. Nggak ada urusan”

Meski begitu dalam konfirmasinya hari ini (18/7), pengacara Habib Rizieq ini mengaku belum bertemu dengan DPP secara langsung, apakah betul dirinya jadi caleg Sumatra Barat dari PDIP.

Menurut Kapitra, kalau memang dengan pencalegan-nya bisa membuat aspirasi umat lebih diperhatikan oleh pemerintah mengapa tidak? “Jangan kita hanya berteriak dari luar terus-menerus, melakukan koreksi tapi kita tidak tahu di dalam. Bagaimana kita mempertanggungjawabkan kepada Allah kalau kita tidak amar makruf nahi mungkar?” katanya.

Iklan

Tentu menarik apa hasil dari pendaftaran ini nantinya. Sebab, jika benar Kapitra akan maju jadi caleg PDIP untuk Sumbar, maka tentu akan jadi perhatian banyak pihak, bagaimana cara Kapitra mengupayakan Habib Rizieq bisa menjadi calon presiden ketika ketua partai yang mengusungnya sudah pasti lebih memilih Jokowi yang maju?

Benar-benar ironi di atas ironi. (K/A)

Terakhir diperbarui pada 18 Juli 2018 oleh

Tags: 212aktivis 212calegcalon legislatifcebongHabib RizieqHasto KristiyantojokowiKafirKapitra AmperamunafikpdipRizieq Shihab
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Kabar

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.