Timnas Indonesia gagal menjadi juara Piala AFF U-19 setelah dikandaskan Malaysia di semifinal, hal tersebut tentu memunculkan kesedihan tersendiri bagi segenap insan pecinta sepakbola Indonesia. Namun begitu, Indonesia mendapatkan ganti sebagai penawar kesedihan tersebut.

Indonesia banyak mendapatkan gelar juara di ajang dan kejuaraan yang lain.

Lalu Muhammad Zuhri, misalnya, pelari asal NTB tersebut berhasil menjadi juara dunia setelah meraih medali emas di kelas bergengsi 100 meter putra pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia.

Di Ajang yang lain, kontingan Wushu Indonesia berhasil menorehkan prestasi di Kejuaraan Dunia Wushu Yunior ke- VII tahun 2018 di Brasilia, Brazil 9-15 Juli dengan raihan 10 medali, masing-masing 1 emas, 4 perak dan 5 perunggu.

Lalu ada nama Galang Hendra, pebalap Indonesia yang berhasil menjadi yang terdepan di balapan Worlds Supersport 300 Ceko. Di ajang yang lain, Timnas BMX Indonesia tampil menjadi juara dalam Internasional BMX 2018.

Kemudian ada sosok Samantha Edithso, pecatur muda yang di ajang kejuaraan catur dunia “FIDE World Championship 2018 U-10” di Minks, Belarusia beberapa waktu yang lalu meraih gelar juara.

Nah, yang paling terbaru, prestasi Indonesia yang sangat membikin hati banyak orang Indonesia sumringah adalah prestasi tim olimpiade matematika Indonesia yang berlaga di kompetisi Matematika pelajar tingkat dunia, International Mathematical Olympiad ( IMO) ke-59 di Cluj-Napoca, Rumania.

Dalam ajang bergengsi tersebut, tim olimpiade matematika Indonesia berhasil meraih 6 medali (1 emas dan 5 perak) dan masuk dalam jajaran 10 terbaik dari 106 negara yang ikut berpartisipasi.

Hasil yang dicapai oleh Tim olimpiade matematika Indonesia tersebut bahkan mengalahkan negara-negara yang selama ini dianggap unggul dalam matematika, di antaranya adalah Australia (peringkat 11), Inggris (peringkat 12), dan Jepang (peringkat 13).

Medali emas untuk Indonesia diraih oleh Gian Cordana Sanjaya, siswa SMAK Petra 1 Surabaya. Sedangkan 5 medali perak diraih oleh Alfian Edgar Tjandra (SMA Kharisma Bangsa), Kinantan Arya Bagaspati (SMA Taruna Nusantara), Farras Mohammad Hibban Faddila (SMAK Kharisma Bangsa), Valentino Dante (SMAK 2 Petra Surabaya), dan Otto Alexander Sutianto (SMAK Penabur Gading Serpong).

Koordinator tim IMO Indonesia Dr. Aleams Barra mengaku sangat bersyukur atas hasil yang diraih oleh timnya.

“Keberhasilan tim tahun ini terutama adalah atas karunia Tuhan YME. Begitu pula kerja keras siswa untuk mempersiapkan diri serta dukungan dari orang tua dan para pembina Tim Olimpiade Matematika Indonesia. Sukses ini juga tidak terlepas dari dukungan dan doa dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” ujar Aleams.

Yah, selamat untuk para siswa yang sudah mengharumkan nama Indoensia di ajang matematika Internasional. Sungguh, kalian semakin menambah rasa bangga segenap rakyat Indonesia.

Kesuksesan di bisang matematika ini semakin menjadi bukti nyata, bahwa orang Indonesia memang maestro dalam urusan menghitung. Jadi nggak heran juga jika orang Indonesia begitu suka hitung-hitungan, atau membuat perhitungan. Hehehe. (A/M)