Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Bukan The New Prabowo, Bersiaplah Sambut Tagline The Real Prabowo

Redaksi oleh Redaksi
28 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Merujuk pada “karakter asli Prabowo”, Dradjad menyebutkan bahwa istilah yang lebih tepat dipakai adalah The Real Prabowo, bukan The New Prabowo.

Masih ingatkah Anda pada tagline The New Prabowo yang digadang-gadang oleh Sandiaga Uno bulan Agustus lalu? Kala itu, cawapres yang merupakan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menyebutkan alasannya mengapa Prabowo Suabianto layak di-rebranding menjadi The New Prabowo.

“Pak Prabowo itu orangnya asyik, The New Prabowo yang kita selalu bilang sekarang orangnya sangat cair, sangat mendengar, menghormati, Pak Prabowo sudah melewati dinamika politik kita, sangat menghargai bahwa proses demokrasi harus mempersatukan, jangan memecah belah,” kata Sandi.

Sayangnya, survei LSI Denny JA menunjukkan bahwa istilah The New Prabowo sendiri belum populer di kalangan warga. Tercatat, baru 13 persen masyarakat yang mengenal istilah ini.

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, menyebutkan bahwa istilah The New Prabowo sebenarnya bisa menjadi magnet elektoral Prabowo. Sayangnya, ketidakpopuleran istilah ini agaknya menghambat tujuan tersebut.

Pihak PAN, sebagai salah satu partai pendukung Prabowo, juga membenarkan bahwa langkah rebranding ini memang belum memasuki tahap konkret. Wakil Ketua Dewan Kehormatan Dradjad Wibowo menegaskan pernyataan lain yang mengejutkan. Baginya, istilah The New Prabowo tidaklah tepat. Loh, loh, apa pasal?

“Sebenarnya istilah The New Prabowo itu kurang tepat. Yang hendak ditunjukkan sebenarnya karakter asli Prabowo seperti humanis, mudah bercanda, tapi juga serius ketika ada tuntutan tugas, mudah membantu orang lain, ikhlas dalam berjuang, loyal terhadap teman, bisa dipegang ucapannya, dan sebagainya,” jelasnya.

Merujuk pada “karakter asli Prabowo”, Dradjad menyebutkan bahwa istilah yang lebih tepat dipakai adalah The Real Prabowo.

Ya, “Prabowo yang sebenarnya” adalah poin yang ingin ditunjukkan oleh Dradjad. Apalagi, menurutnya, Prabowo selama ini selalu menjadi korban pembunuhan karakter. “Jadi bukan The New Prabowo, tapi justru The Real Prabowo yang perlu lebih dipublikasikan,” simpulnya.

Istilah The Real Prabowo sebenarnya sudah terdengar sejak beberapa hari lalu. Kala itu, Prabowo diberitakan telah mencoret lirik lagu buatan Sang Alang, pendukungnya, yang akan digunakan untuk kampanye.

Karena dinilai terlalu tendensius menyerang pasangan calon tetangga, Prabowo pun memilih untuk melakukan revisi cukup banyak pada lirik lagu tersebut.

“Itulah The Real Prabowo,” jelas jubir timses Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade.

Lebih lanjut, Andre menyebutkan bahwa Prabowo adalah pribadi yang baik, tapi selalu kena fitnah. Bahkan, semasa debat Pilpres 2014 lalu, Prabowo menolak saran tim suksesnya untuk menyerang Jokowi yang kala itu maju ke laga pilpres saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI.

Jadi gimana, Pemirsa, sudah siap menyambut The Real Prabowo biar surveinya lebih tinggi dari 13 persen di LSI? (A/K)

Terakhir diperbarui pada 28 September 2018 oleh

Tags: debat pilpresLirik Lagu Sang AlangpanPrabowo SubiantoSandiaga Unosurvei LSI Denny JAthe new prabowoThe Real Prabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Aktual

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.