Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ratna Sarumpaet dan Blunder Menelepon Anies saat Mobilnya Diderek

Redaksi oleh Redaksi
5 April 2018
A A
ratna sarumpaet
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setelah Sukmawati Soekarnoputri dengan puisinya bikin heboh, kini fokus pemberitaan media beralih kepada sosok Ratna Sarumpaet. Sama seperti Sukmawati, Ratna Sarumpaet juga sukses bikin heboh jagat media dan temlen. Bedanya, jika Sukmawati dengan “puisi”, Ratna Sarumpaet dengan “koneksi”.

Ya, beberapa waktu yang lalu, Ratna terkena masalah yang menyangkut dirinya dan Dinas Perhubungan DKI. Saat berada di sekitar Taman Tebet, Jakarta Selatan, mobil Ratna diderek oleh petugas Dishub karena dianggap parkir di badan jalan alias di tempat yang tidak semestinya.

Ratna pun marah, ia mengganggap bahwa ia tidak sedang parkir karena ia berada di dalam mobil. Terlebih lagi, di tempat mobilnya berdiri, memang tidak ada rambu soal larangan dilarang parkir.

Petugas Dishub ngeyel. Ratna tak kalah ngeyel. Terjadilah debat yang panas dan alot. Hingga kemudian, dalam salah satu babak Ratna berkata kepada Dishub,

“Oke, Saya telepon Anies (Baswedan).”

Perdebatan antara petugas Dishub DKI dan Ratna itu ternyata direkam oleh beberapa orang dan videonya kemudian menjadi viral.

“Saya protes, orang tak ada larangan. Memang tak ada rambu. Dan mereka kayak maling. Saya duduk di mobil, mereka langsung pasang-pasang. Saya bilang apa, ini ada yang punya mobil, kok langsung pasang tak bicara ke saya. Jadi saya marah dong,” kata Ratna.

Belakangan diketahui bahwa setelah menelepon Anies (yang ternyata diterima oleh stafnya), mobil Ratna akhirnya diurus oleh salah seorang staf Anies dan kemudian dikembalikan. Hal ini ternyata menjadi polemik yang baru, sebab kemudian orang-orang menganggap hal tersebut sebagai penyalahgunaan koneksi.

Anies sendiri bahkan akan memanggil stafnya yang menerima telepon dari Ratna.

“Saya akan panggil (staf yang menerima telepon), saya akan disiplinkan, disiplinkan apa? Taati SOP,” kata Anies.

Dalam kasus ini, belum jelas siapa yang benar dan siapa yang salah. Sebab, sampai sekarang pun, perdebatan soal siapa yang salah, apakah Ratna atau Dishub, masih terus bergulir.

Yang bikin gemes sebenarnya adalah tindakan Ratna yang asal menelepon Anies Baswedan. Bagi banyak orang, hal tersebut tentu saja dianggap sebagai hal yang sok kuasa, sok koneksi, sok mentang-mentang, dan sok-sokan yang lainnya.

Yah, tapi memang begitulah hidup. Selalu penuh dengan nila setitik yang merusak susu sebelanga.

Gara-gara kejadian menelepon Anies, jasa Ratna Sarumpaet sebagai seorang pejuang HAM yang pernah aktif sebagai aktivis dalam kasus Marsinah, membela rakyat Aceh yang terjebak dalam perang antara TNI dan GAM, serta kasus-kasus HAM yang lain mendadak menjadi kabur dan tidak diingat orang.

Iklan

Aduh, Bu Ratna….

ratna sarumpaet

Terakhir diperbarui pada 5 April 2018 oleh

Tags: Anies Baswedanderekdishubmobilparkirratna sarumpaet
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Toyota Fortuner, Mobil yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Jogja Mojok.co
Pojokan

Toyota Fortuner, Mobil yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Jogja

14 September 2025
Pertama kali punya mobil pribadi. Niat pamer dan bikin panas tetangga di Pati malah jadi repot sendiri MOJOK.CO
Ragam

Pertama Kali Punya Mobil Pribadi buat Pamer ke Tetangga, Malah Berujung Repot Sendiri hingga Dijual Lagi

16 Juni 2025
Parkir Alternatif GOR Amongrogo Sediakan Shuttle Bus ke Malioboro Selama Libur Lebaran
Aktual

Parkir Alternatif GOR Amongrogo Sediakan Shuttle Bus ke Malioboro Selama Libur Lebaran

30 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO

Bagi Gen Z, Menikah di Gedung Lebih Praktis dan Murah daripada di Rumah Sendiri, Tapi Harus Siap Jadi Bahan Omongan Tetangga di Desa

22 Februari 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026
Wawancara beasiswa LPDP

Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara

20 Februari 2026
Pemilik kos di Depok, Sleman, Jogja muak dengan tingkah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di PTN/PTS Jogja MOJOK.CO

Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah

20 Februari 2026
Omong kosong menua dengan bahagia di desa: menjadi orang tua di desa harus memikul beban berlipat dan bertubi-tubi tanpa henti MOJOK.CO

Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

21 Februari 2026
mie ayam Surabaya. MOJOK.CO

Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Pendiam

20 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.