Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Prabowo Cari Cawapres yang Dekat dengan Milenial, Sinyal Untuk AHY?

Redaksi oleh Redaksi
6 Agustus 2018
A A
Prabowo Cari Cawapres yang Dekat dengan Milenial, Sinyal Untuk AHY?

Prabowo Cari Cawapres yang Dekat dengan Milenial, Sinyal Untuk AHY?

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto disebut sedang mencari calon wakil presiden yang bisa menarik suara kaum milenial. Maklum saja, Pilpres yang akan digelar tahun mendatang tak dapat dimungkiri memang didominasi oleh kaum milenial. Dari hampir 200 juta daftar pemilih tetap yang bakal ikut berpartisipasi dalam pemilihan presiden mendatang, separuh di antaranya adalah kelompok milenial.

Karena itulah, tak heran jika Prabowo fokus untuk mencari figur yang bisa memberikan dirinya insentif elektoral pada kelompok milenial.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Anggota Badan Komunikasi Gerindra Andre Rosiade. Ia mengatakan bahwa cawapres ideal bagi Prabowo adalah sosok yang bisa menjembatani komunikasi Prabowo dengan kelompok milenial.

“Pak Prabowo menyatakan bahwa salah satu prasyarat cawapres beliau adalah orang yang bisa menjembatani komunikasi Pak Prabowo dengan pemilih milenial,” kata Andre. “Kenapa? Karena 100 juta pemilih di Pilpres 2019 adalah kaum pemilih milenial. Sehingga Pak Prabowo memang butuh pendamping yang bisa dan mampu berkomunikasi dengan pemilih milenial yang merupakan caruk terbesar di pemilih 2019.”

Urusan soal kedekatan dengan milenial ini memang begitu penting bagi Prabowo, maklum saja, Jokowi sudah lebih dulu punya banyak aspek yang memungkinkan dirinya dekat dengan milenial, dari mulai gaya komunikasi sampai gaya berbusana (sneakers sampai jaket jeans custom), sehingga mau tak mau, Prabowo harus bisa mengimbanginya. Nah, karena selama ini Prabowo tak pernah identik dengan gaya milenial, maka, mencari cawapres yang dekat milenial adalah sebuah pilihan yang masuk akal.

Kriteria tentang cawapres ini kemudian memunculkan beberapa nama yang bisa dipertimbangkan, salah satu yang paling santer tentu saja adalah Ketua Kogasma Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sosoknya yang masih muda dianggap cukup mampu untuk merangkul pemilih milenial.

“Mas AHY punya potensi mengajak pemilih milenial mendukung Pak Prabowo,” kata Andre.

Selain AHY, ada beberapa nama lain yang juga dipertimbangkan sebagai cawapres Prabowo, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf, sampai penceramah kondang Ustad Abdul Somad.

Nah, lantas, apakah kelak Prabowo akan memutuskan AHY sebagai calon wakil presidennya?

Entahlah, tapi yang jelas, seperti kata Kepala Suku, usia muda tidak selalu disukai oleh para pemilih milenial, nyatanya Gus Mus atau Cak Nun yang sudah sepuh pun tetap disukai generasi milenial.

Milenial dan tidak itu soal kiprah. Bukan soal usia. Buktinya, Seto Mulyadi, mau setua apa pun, dia akan tetap dipanggil Kak Seto.

Lha itu, Kakek Sugiono, walaupun sudah kakek-kakek, tapi dirinya tetap banyak dikenal oleh kaum milenial. (A/M)

cawapres prabowo

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2018 oleh

Tags: ahymilenialpilpresprabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO
Urban

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Ibu hamil kondisi mengandung bayi
Catatan

Hampir Memiliki Anak Sudah Jadi Anugerah, Ibu Tak Apa Berjuang Mati-matian demi “Buah Hati” yang Belum Tentu Lahir ke Dunia

29 Maret 2026
Metode Soft Saving ala Gen Z dan Milenial bahaya untuk pensiun. MOJOK.CO
Sehari-hari

Peringatan untuk Gen Z si Paling Soft Saving: Boleh Nabung Sambil Menikmati Hidup di Masa Kini, tapi Masa Tua Jangan Sampai Jadi Beban

28 Maret 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO
Esai

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga

9 April 2026
Bekerja di Jakarta vs Jogja

Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental

10 April 2026
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
slow living, desa, warga desa.MOJOK.CO

Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.