Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Netizen Asyik Bandingkan Penanganan Pandemi di Indonesia dengan China, Vietnam, dan Selandia Baru

Redaksi oleh Redaksi
23 September 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Di saat Indonesia sedang sangat bersusah payah bertarung melawan pandemi, beberapa negara lain kini sudah menikmati masa-masa “bebas” corona.

Salah satu hal yang paling menyebalkan di masa pandemi tentu saja adalah menerima kenyataan bahwa negara sendiri sangat bobrok dan amburadul dalam menghadapi pandemi corona sembari melihat kisah-kisah sukses negara lain yang berhasil mengendalikan pandemi.

Iklan

Sialnya, itulah yang sekarang sedang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Indonesia, tentu saja masih jauh panggang dari api untuk dikatakan mampu menangani pandemi. Parameternya simpel saja, angka kenaikan kasus positif masih terus tinggi. Rekor demi rekor terus tercipta. Jumlah kamar di rumah sakit terus menipis, begitu pula dengan lahan pemakamannya.

Dalam kondisi yang demikian, kebijakan-kebijakan kontroversial dari pemerintah terus bergulir. Pemerintah Indonesia, misalnya, menyatakan akan tetap menyelenggarakan pilkada serentak sesuai jadwal pada tanggal 9 Desember mendatang meskipun banyak sekali desakan dari berbagai pihak agar pilkada ditunda karena dikhawatirkan akan memunculkan klaster baru.

Hal tersebut tak pelak membuat banyak orang Indonesia yang kemudian membanding-bandingkan Indonesia dengan negara lain yang dianggap sukses dan berhasil dalam menangani pandemi.

Vietnam menjadi negara yang paling sering dibanding-bandingkan. Negara yang punya kultur masyarakat yang hampir mirip dengan Indonesia ini memang punya keberhasilan yang luar biasa dalam menghadapi corona.

Sejak akhir Januari, mereka sudah mulai membatasi perjalanan, memonitor situasi dari dekat, dan pada akhirnya menutup perbatasan dengan China dan meningkatkan pemeriksaan kesehatan di perbatasan dan tempat-tempat rentan lainnya.

Ketika mulai ada kasus, Pemerintah Vietnam memerintahkan semua pendatang dan semua warga yang memiliki kontak dengan pasien positif virus corona untuk isolasi di pusat-pusat karantina selama 14 hari.

Hasilnya, sejak Mei lalu, Vietnam berhasil mencatatkan nol pertambahan kasus.

Hal serupa juga dengan dilakukan oleh China, negara yang menjadi embrio awal virus corona. Dengan lockdown dan tracing ketat, China sekarang dianggap berhasil menangani corona. Sejak Agustus lalu, pertambahan kasus harian corona di China bisa dihitung dengan jari. Tanggal 21 September kemarin, pertambahan kasus positifnya bahkan hanya 6 kasus.

“Vietnam jago main bola, bukan jago mempermainkan rakyatnya sendiri,” begitu tulis pemilik akun @sandalista1789.

Sementara itu, dalam urusan pemilu, Indonesia juga sekarang sangat sering dibandingkan dengan negara lain, khususnya Selandia Baru.

Selandia Baru memang diketahui sempat menunda pemilu karena angka kasus corona sempat melonjak pada bulan Agustus lalu. Hal tersebut tentu saja sangat kontras dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang memutuskan untuk tetap menyelenggarakan pilkada serentak meskipun angka penambahan kasus corona terus naik dari waktu ke waktu.

Iklan

“Ini jelas-jelas bukan contoh yang bagus. Hanya ada tambahan sembilan kasus positif Covid 19 dan pemilu ditunda, padahal di negara lain, tambahan 4.000-an kasus saja pilkada jalan terus, apa pemerintah Selandia Baru tidak menghargai hak konstitusi rakyatnya ya?” begitu sindir pemilik akun @MAAtweetjustice.

Ah, memang dalam situasi seperti ini, membandingkan-bandingkan negara sendiri dengan negara lain memang menjadi aktivitas yang sangat masuk akal dan lumayan menyenangkan, walau tentu saja, ada sedikit perih di sana.

BACA JUGA Pemerintah Putuskan Pilkada Serentak Tetap Dilakukan Sesuai Jadwal dan artikel Kilas lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 23 September 2020 oleh

Tags: ChinaSelandia Baruvietnam
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO
Esai

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Pemuda Kediri Nekat kerja di luar negeri (Selandia Baru) sebagai Tukang Cukur. MOJOK.CO
Urban

Pemuda Kediri Nekat ke Selandia Baru sebagai Tukang Cukur usai Putus Cinta dan Ditolak Ratusan Lamaran Kerja

10 Maret 2026
Kuliah di universitas terbaik di Vietnam dan lulus sebagai sarjana cumlaude (IPK 4), tapi tetap susah kerja dan merasa jadi investasi gagal orang tua MOJOK.CO
Kampus

Kuliah di Universitas Terbaik Vietnam: Biaya 1 Semester Setara Kerja 1 Tahun, Jadi Sarjana Susah Kerja dan Investasi Gagal Orang Tua

15 Desember 2025
Jawa Tengah dan Fujian China kerja sama untuk penguatan sektor kelautan dan perikanan MOJOK.CO
Kilas

Kerja Sama Jawa Tengah dan Fujian China, Kuatkan Sektor Kelautan dan Perikanan

24 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura jajaki kerja sama jangka panjang dengan Jawa Tengah lewat investasi manufaktur hingga pengembangan SDM MOJOK.CO

Peluang Investasi dan Kesempatan Pelatihan di China bagi Anak Muda Jateng

14 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.