Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Polemik Lulusan IPB yang Kerja di Bank

Redaksi oleh Redaksi
10 September 2017
A A
lulusan IPB
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pekan ini boleh jadi adalah pekan yang sewot bagi para alumnus IPB, sebab beberapa waktu yang lalu, Pak Presiden kita tercinta baru saja menyindir para lulusan IPB yang ternyata lebih banyak berkarir di bank alih-alih di persawahan.

“Maaf Pak Rektor. Tapi mahasiswa (lulusan) IPB banyak yang kerja di Bank.” Kata Jokowi saat menghadiri Sidang Terbuka Dies Natalis IPB ke-54 di Kampus IPB, Bogor, Rabu kemarin. Sindirannya yang halus itu langsung disambut tawa sejumlah mahasiswa yang hadir. Banyak yang tertawa karena itu lucu, tapi tak sedikit yang tertawa karena merasa getir.

Jujur, walau apa yang dikatakan oleh pak Presiden itu benar adanya, namun hal tersebut tentu tidak dapat dijadikan sebagai cela general bagi IPB. Sebab pada akhirnya, banyaknya mahasiswa lulusan IPB yang justru berkarir di dunia yang sama sekali tidak berhubungan dengan pertanian adalah perkara kondisi.

Tentu bisa dimaklumi, ada banyak faktor, salah satu yang paling kentara boleh jadi adalah semakin menyusutnya lahan pertanian di Indonesia. Sawah-sawah milik masyarakat banyak dijual untuk kemudian dibangun sebagai rumah, ruko, dan aneka bangunan lainnya. Bandingkan dengan pertumbuhan jumlah kantor bank yang dari tahun ke tahun semakin banyak saja. Di tahun 2011, ada sekitar 14.797 kantor bank umum, itu belum termasuk bank perkreditan rakyat, dan akhir tahun 2015, jumlahnya sudah menggelembung menjadi 32.963 kantor.

Lha gimana, ilmu pertanian sudah di tangan, tapi lahan pertanian tak ada, bingung mau bertani di mana, padahal hidup harus terus berjalan dan tetap butuh makan, pada akhirnya, pilihan-pilihan logis pun diambil, mendaftar kerja di tempat yang memungkinkan walau jauh dari passion dan ilmu yang dipelajari. Perkara pertanian, cukuplah menanam cabai atau tomat di pot di halaman rumah saja. Yang penting kan tetap bercocok tanam, tetap berada di bawah marwah pertanian yang menjaga ukhuwah antara tanah dan tanaman.

Terkadang satu ilmu terapan baru bisa berguna ketika ada media penerapannya. Sama seperti ilmu financial planning atau perencanaan keuangan yang mungkin tidak akan berguna ketika bertemu dengan orang yang kere. Lha uangnya saja tidak ada, apa yang mau direncanakan?

Walau memang memprihatinkan, tapi ya memang begitulah kenyataannya. Ini bukan hanya di IPB saja lho. Di kampus lain atau di ragam ilmu lain juga begitu. Saya ambil contoh Puthut EA yang lulusan filsafat itu. Sekarang ia bekerja sebagai penulis, kenapa? Ya karena di Indonesia memang tidak tersedia pekerjaan sebagai filsuf. Kalaupun ada bukaan PNS buat lulusan filsafat, mentok plotnya di KUA atau Kemenag. Nggak kebayang kan kalau Puthut EA yang kemaki itu harus bekerja sebagai penghulu?

“Saya nikahkah, Rambat bin Prawiro, dengan Ratih binti…”

Hash… Ramashoooook, Thut, Ramashoooook.

lulusan ipb

Terakhir diperbarui pada 25 September 2025 oleh

Tags: ipbjokowipertanianPuthut EA
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Menjadikan Tengkulak Sebagai Musuh Petani adalah Gagasan Konyol yang Nggak Akan Sejahterakan Petani MOJOK.CO
Esai

Menjadikan Tengkulak Sebagai Musuh adalah Gagasan Konyol yang Nggak Akan Sejahterakan Petani

2 Maret 2026
Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan MOJOK.CO
Fragmen

Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan

29 Januari 2026
Lulusan IPB kerja sepabrik dengan teman-teman lulusan SMA, saat mahasiswa sombong kinin merasa terhina MOJOK.CO
Kampus

Lulusan IPB Sombong bakal Sukses, Berujung Terhina karena Kerja di Pabrik bareng Teman SMA yang Tak Kuliah

17 Desember 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026
In this economy: momen para laki-laki merasa gagal sebagai anak dan suami karena masalah keuangan (sulit ekonomi) MOJOK.CO

In This Economy: Momen Para Laki-laki Merasa Gagal sebagai Anak dan Suami, Gaji Numpang Lewat tapi Bingung Mau Kerja Model Gimana Lagi

1 Juni 2026
Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026
Sejumlah titik ruas jalan rusak di Jawa Tengah (Jateng) dapat perbaikan di 2026 MOJOK.CO

Jalan Rusak di Jawa Tengah Dapat Perbaikan di 2026: Rusak Berat Diprioritaskan, Pengerjaan Dilarang Asal-asalan

5 Juni 2026
Ambisnya Orang Tua di Jogja Demi Sekolah Favorit untuk Anaknya MOJOK.CO

Ambisnya Orang Tua di Jogja demi Sekolah Favorit untuk Anaknya

1 Juni 2026
Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.