• 233
    Shares

MOJOK.CO – Pemilu 17 April 2019 akan menjadi hari di mana TPS akan penuh dengan orang-orang berbaju putih.


Salah satu kemampuan spesial yang dimiliki oleh penduduk Indonesia adalah memutihkan sesuatu. Ini kemampuan khusus yang mungkin tidak dimiliki oleh penduduk dari negara lain. Di Indonesia ini, apa saja bisa diputihkan. Baju bisa diputihkan, ketiak bisa diputihkan, wajah bisa diputihkan, bahkan sampai pajak kendaraan bermotor pun bisa diputihkan.

Nah, keahlian penduduk Indonesia dalam memutihkan sesuatu ini akan kembali dibuktikan pada momen Pemilihan Umum 17 April mendatang. Pada Pemilu mendatang, Ribuan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di banyak daerah di Indonesia dipastikan akan penuh dengan warna putih.

Gerakan pemutihan TPS ini bukan gerakan main-main.

Adalah calon Presiden nomor urut 01, Jokowi yang awalnya mengkampanyekan kepada masyarakat untuk mencoblos calon presiden dan wakil presiden yang mengenakan baju putih (yang mana merupakan dirinya dan Ma’ruf Amin) di surat suara pemilihan presiden (Pilpres) pada 17 April 2019. Nah, bukan hanya mengajak untuk mencoblos pasangan calon presiden-wakil presiden berbaju putih, Jokowi juga menyerukan kepada masyarakat untuk mengenakan pakaian berwarna putih ketika datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing.

“Ajak mereka semuanya ke TPS memakai baju putih, memakai baju putih, karena yang akan dicoblos itu bajunya juga putih. Karena putih adalah kita, kita adalah baju putih,” begitu kata Jokowi.

Ajakan untuk datang ke TPS memakai baju putih dan mencoblos pasangan capres-cawapres baju putih pun langsung disambut mantap oleh para pendukung Jokowi.

Nah, kampanye untuk memutihkan TPS ini ternyata tidak hanya dilakukan oleh kubu Jokowi. Kubu Prabowo melalui FUI, FPI, dan juga Persaudaraan Alumni 212 pun juga mengkampanyekan gerakan memutihkan TPS.

Elemen-elemen ormas Islam tersebut (yang tentu saja, memihak kubu pasangan capres-cawapres 02) meluncurkan gerakan Subuh Akbar Indonesia (SAI). Melalui gerakan ini, FUI berharap di saat hari pencoblosan nanti, akan ada banyak umat Islam yang siap mengawal jalannya pemilu.

“Tanggal 17 April semuanya Subuh akbar, semuanya putih-putih. Berarti umat Islam menang,” ujar Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath.

Bagi FUI, FPI, dan juga PA 212, memutihkan TPS tentu bukan hal yang susah. Lha wong memutihkan lapangan Monas dan sekitarnya saja mereka sanggup, apalagi cuma memutihkan TPS.

Di sisi yang lain, GP Ansor (yang sudah bukan rahasia lagi memang condong pada pasangan capres-cawapres nomor urut 01) ternyata tak mau kalah. Mereka juga meluncurkan gerakan memutihkan TPS pada 17 April mendatang. Gerakan yang diinisiasi GP Ansor ini bernama gerakan Rabu Putih.

Ketua Umum Ansor, Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab dipanggil Gus Yaqut, mengklaim bahwa gerakan Rabu Putih akan diikuti oleh 4,7 juta orang anggota GP Ansor di seluruh Indonesia.

“Kita akan ajak seluruh komponen masyarakat untuk sama-sama berangkat ke TPS pakai baju putih. Coblos calon presiden dan wakil presiden berbaju putih,” kata Gus Yaqut. “Kita punya 4,7 juta kader di seluruh Indonesia. Itu akan kita turunkan semua di Rabu Putih.”

Waini. Yang kubu Jokowi mengkampanyekan pakai baju putih dan mencoblos capres-cawapres baju putih. Sementara ormas pendukung kubu Prabowo juga menyerukan agar umat datang ke TPS pakai baju putih.

Trus yang golput gimana? Kalau yang golput tentu saja tak usah ditanya. Dengan atau tanpa ajakan dari kubu 01 atau 02, mereka sedari awal memang sudah putih.

Ah, Mantap. Pemilu tahun ini semuanya serba putih. 17 April besok, TPS kelihatannya bakal terasa seperti Masjidil Haram di musim haji. Putih-putih semua.