Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Habis Uninstall Bukalapak, Terbit Uninstall Jokowi dan Shutdown Jokowi

Redaksi oleh Redaksi
16 Februari 2019
A A
Uninstall Jokowi dan shutdown Jokowi menyusul uninstall Bukalapak
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Habis uninstall Bukalapak, terbit uninstall Jokowi dan shutdown Jokowi. Serangan fans 01 kepada Bukalapak direspons secara “sama-sama” brutal oleh fans 02.

Konon di era “Revolusi Industri 4.0” sudah tidak ada lagi yang namanya slip of the tongue. Kini, yang ada adalah slip of the thumb. Ya kalau ada salah-salah ucap dari salah satu pasangan capres/cawapres yang menyebut bahwa Indonesia bakal bubar di tahun sekian, anggap saja itu sedang berkelakar.

Istilah slip of the tongue biasanya terjadi hanya satu kali. Kalau sudah berkali-kali, mungkin itu yang namanya hobi. Nah, kembali ke soal slip of the thumb.

Jumat (14/2), timeline dan daftar trending topic Indonesia kembali diwarnai oleh aksi boikot manja. Setelah dulu kita akrab dengan boikot salah satu merek roti dan agen perjalanan, kali ini tagar uninstall Bukalapak mendominasi. Celakanya, naiknya tagar ini diiringi dengan naiknya tagar uninstall Jokowi dan shutdown Jokowi. Mumet, Rek?

Semuanya dimulai dari cuitan CEO Bukalapak, Achmad Zaky, soal kecilnya biaya R&D Indonesia. Zaky, lewat akun Twitter pribadinya, @achmadzaky, berkata:

“Omong kosong Industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini,” kata Zaky, dilanjutkan menyertakan 10 negara beserta alokasi anggaran untuk pos riset dan pengembangan. Zaky lantas memasukkan Indonesia di posisi paling bawah, setelah Amerika, Cina, Jepang, dan bahkan Singapura serta Malaysia.

Kalimat terakhir dari cuitannya yang kemudian memicu keributan: “Mudah-mudahan presiden baru naikin (anggaran riset dan pengembangan).”

Cuitan ini ditanggapi sejumlah warganet dengan menyimpulkan bahwa Zaky tengah “menyerang” Jokowi. Frasa “presiden baru” diartikan sebagai dukungan terhadap lawan Jokowi di Pilpres 2019: Prabowo dan Sandiaga Uno.

Sontak, Tim Kampanye Jokowi, dibantu warganet yang condong ke kubu 01, menyerang Zaky dan Bukalapak secara brutal. Padahal, Zaky sendiri sudah melakukan klarifikasi bahwa yang dimaksud dengan “presiden baru” bisa siapa saja, termasuk Jokowi. Ia memang salah menulis karena frasa tersebut sudah kadung lekat dengan kampanye 02, yaitu #2019GantiPresiden.

Tentu, bagi kita semua yang mau berpikir paham bahwa Zaky sedang slip of the thumb. Namun, ia sudah dihakimi begitu brutal oleh warganet mahabenar itu. Maka, tagar uninstall Jokowi dan shutdown Jokowi menjadi pembicaraan paling hangat untuk saat ini.

Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga, seperti dikutip Tirto, berkata bahwa Zaky seperti “kacang lupa pada kulitnya”. Arya mengatakan, selama ini Jokowi sudah begitu banyak membantu Bukalapak, sebuah produk dalam negeri. “Ini kan orang-orang yang tidak sadar diri. Orang-orang yang sangat menyedihkan,” suara Arya, suara mayoritas warganet yang menghakimi Bukalapak.

Sayangnya, di tengah kemeriahan rundungan kepada Zaky dan Bukalapak, fans 01 lupa bahwa ada yang namanya “serangan balik”. Bukan dari Zaky dan Bukalapak, melainkan dari kubu 02 beserta warganet yang mendukung mereka.

Memandang bahwa “warganet 01” beserta TKN Jokowi seperti anti dengan kritik, tagar uninstall Jokowi dan shutdown Jokowi menyundul tagar unistall Bukalapak yang sudah menjadi trending topic sejak Kamis malam. Hingga Jumat malam, kedua tagar serangan ini masih menghiasai kolom daftar trending topic.

Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar menegaskan bahwa serangan yang dilakukan fans 01 kepada Bukalapak justru merugikan junjungan mereka sendiri.

Iklan

“Jadi, saya pikir cara-cara seperti itu justru merugikan Pak Jokowi. menurut saya kadang-kadang yang mendegradasikan Pak Jokowi itu bukan cuman Pak Jokowi sendiri, tapi juga para pendukungnya,” tegas Dahnil di Posko Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dahnil menambakan bahwa sikap pendukung 01 yang beraksi terhadap “kritikan” berbasis data dari CEO Bukalapak menunjukkan bahwa petahana tidak bisa dikritik meski menggunakan data. “Zaky kan menyediakan data. Data research and development itu data loh, kok mereka memaki-maki data.”

Soal data yang kurang akurat, Tirto melakukan penelurusan. Ditemukan bahwa sumber yang digunakan Zaky adalah Wikipedia. Tirto menulis demikian:

“Namun Zaky tidak mencantumkan sumber kutipan. Dia juga mengabaikan perbedaan tahun rujukan yang digunakan oleh Wikipedia. Ia menyebutkan angka yang digunakan berdasarkan data tahun 2016, padahal hanya empat dari 10 negara yang ia cantumkan menggunakan data tahun tersebut. Tabel tersebut menunjukkan bahwa angka yang dirujuk Zaky dalam mempertanyakan komitmen pemerintah Indonesia untuk membangun industri 4.0 berasal dari tahun 2013, bukan 2016.”

Kecerobohan penggunaan data ini, seharusnya, menjadi perhatian warganet. Sayangnya, karena pengaruh Pilpres 2019 yang begitu “sakit” ini, warganet malah fokus kepada slip of the thumb frasa “presiden baru”.

Demikian pula dengan pendukung 02 yang menaikkan tagar unistall Jokowi dan shutdown Jokowi. Kepala mereka sudah terlalu suntuk dengan pengaruh buruk Pilpres 2019. Buta mata dan hati, mereka justru luput melihat masalah yang lebih penting, yaitu ketika seorang CEO market place berpengaruh ceroboh menggunakan data.

Begitulah kalau isi kepala Ceby dan Kampretos sudah terlalu jenuh dengan bakal virus jahat Pilpres 2019. Menutup logika, yang dibuka hanya mata telanjang dan kebodohan saja. (yms)

Terakhir diperbarui pada 16 Februari 2019 oleh

Tags: jokowiPilpres 2019shutdown Jokowiuninstall Bukalapakuninstall Jokowi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG
Video

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Lontong dan kangkung, kuliner tua Lasem dalam khazanah suluk Sunan Bonang MOJOK.CO

Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan

21 Maret 2026
Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.