Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Dianggap Lalai Tangani Corona, Jokowi Digugat Warga ke Pengadilan

Redaksi oleh Redaksi
2 April 2020
A A
jokowi
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jokowi digugat oleh enam orang pelaku UMKM karena dianggap lalai dan lambat dalam mengatasi penyebaran virus corona di Indonesia.

Tak ada yang lebih menyakitkan ketimbang seorang pemimpin yang digugat oleh rakyatnya sendiri. Dan Jokowi sekarang sedang marasakan itu.

Iklan

Pada hari Rabu, 1 April 2020 kemarin, enam orang warga secara resmi mengajukan gugatan class action kepada Jokowi. Mereka menggugat Jokowi karena sebagai Presiden, ia dinilai lalai dan terlambat dalam menangani wabah virus corona.

Enam orang penggugat yang semuanya merupakan pelaku UMKM tersebut mendaftarkan gugatannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor register PN JKT.PST-042020DGB.

Gugatan terhadap Jokowi tersebut merupakan gugatan perdata menggunakan Pasal KUHPerdata dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Mereka menuntut ganti rugi sejumlah Rp10.012.000.000 atas kerugiannya karena mengalami penurunan pemasukan karena wabah virus corona.

Enggal Pamukty, perwakilan dari kelompok yang mengajukan gugatan tersebut mengatakan bahwa Pemerintah sejak awal tampak tidak serius dan sembrono dalam menangani persebaran virus corona. Berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah pun terkesan terlambat sebab dikeluarkan ketika angka persebaran virus sudah berada di tingkat yang mengkhawatirkan.

“Keterlambatan penanganan tersebut berdampak kita tidak siap hadapi corona. Terjadi kerugian materil dan imateril yang dialami seluruh masyarakat, khusus sektor pekerja harian termasuk kami yang begerak di bidang UMKM,” terang Enggal kepada CNN Indonesia.

Salah satu hal yang digarisbawahi oleh Enggal adalah keterlambatan Pemerintah dalam menutup akses masuk ke Indonesia dari wisatawan asing.

Dalam hal ini, Pemerintah memang terkesan tak mau belajar dari kasus-kasus penyebaran virus corona di beberapa negara tetangga yang mana virusnya dibawa oleh warga negara asing yang masuk ke wilayah negara tersebut.

Sebagai perbandingan, Singapura mengumumkan pasien pertama dan kedua mereka yang positif corona pada tanggal 23 Januari. Kedua pasien tersebut merupakan turis yang berasal dari Wuhan. Tak berselang lama, Pemerintah Singapura langsung menutup akses pintu masuk bagi para wisatawan asing, utamanya dari China.

Nah, Indonesia baru mengeluarkan larangan masuk wilayah Indonesia pada warga China awal Februari lalu. Larangan serupa kemudian ditambah untuk tiga negara lain yakni Iran, Italia, dan Korsel pada 8 Maret 2020. Larangan masuk bagi warga negara asing dari seluruh dunia baru diketok palu pada tanggal 31 Maret 2020 kemarin dalam rapat terbatas yang dilakukan oleh Jokowi bersama beberapa menterinya.

Lebih lanjut, Enggal juga menyayangkan pernyataan-pernyataan pejabat pemerintah yang terkesan banyak bercanda tentang penyebaran virus corona.

“Itu dimulai dari nasi kucing, (virus corona) takut enggak bisa masuk karena izinnya terlambat, segala macam, itu yang membuat kami (berpikir), memang udah deh, jangan bercanda lagi,” ujarnya.

Yah, memang berat menjadi seorang Jokowi saat ini. Selain harus melawan corona, melawan kesedihan sebab ibunya baru saja meninggal, masih harus ditambah melawan rakyatnya sendiri.

Iklan

Berat, Buooos. Beraaaaaat.

jokowi

Terakhir diperbarui pada 2 April 2020 oleh

Tags: coronajokowiUMKM
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terima penghargaan karena pembinaan UMKM dan ekonomi kreatif di Jateng MOJOK.CO
Kilas

Pengakuan “Tokoh Penggerak” di Balik Ribuan UMKM dan Ekonomi Kreatif Jateng yang Tumbuh Pesat

12 Juni 2026
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO
Kuliner

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026
AstraPay berupaya memperkuat kontribusinya melalui inovasi layanan, edukasi ekosistem, serta pengembangan akses keuangan digital bagi UMKM di tengah pertumbuhan pembayaran atau transaksi digital (QRIS) MOJOK.CO
Kilas

Membaca Peluang Ekonomi di Tengah Pertumbuhan Transaksi Digital, AstraPay Berkomitmen Bantu Tingkatkan Daya Saing UMKM

9 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.