Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Debat Pilpres Terakhir: Jokowi Lagi-lagi Kenalkan Kartu, Prabowo Lagi-lagi Bahas Isu Kebocoran

Redaksi oleh Redaksi
13 April 2019
A A
debat pilpres
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Banyak yang berharap akan muncul hal baru dalam debat pilpres terakhir, namun ternyata, Jokowi dan Prabowo masih suka bahas isu yang itu-itu saja. Jokowi masih hobi kenalkan kartu, Prabowo masih hobi bahas soal kebocoran.


Debat Pilpres edisi terakhir yang digelar oleh KPU pada Sabtu, 13 April 2019 malam ini dan diikuti oleh dua pasangan capres-cawapres diprediksi akan menjadi debat yang paling ramai dan seru. Maklum saja, debat ini menjadi debat pamungkas sebelum memasuki masa tenang. Di debat edisi inilah kemungkinan bakal terjadi pertarungan ide habis-habisan antara dua kubu capres-cawapres.

Namanya juga terakhir, sudah selayaknya total. Selayaknya pertandingan sepakbola menit-menit akhir, di mana bahkan kiper sampai ikut maju sampai depan gawang lawan.

Banyak yang berharap debat terakhir yang membahas tema “Ekonomi, kesejahteraan sosial, investasi, perdagangan dan industri” ini akan memunculkan banyak serangan, konsep, serta ide baru.

Namun pada kenyataannya, tak banyak hal baru yang bisa ditawarkan oleh dua pasangan calon presiden-calon wakil presiden.

Hal tersebut sudah tampak saat kedua pasangan capres-cawapres menyampaikan visi-misi di awal debat.

Dalam sesi penyampaian visi-misi tersebut, Jokowi lagi-lagi kembali memperkenalkan program kartu-kartu miliknya, di antaranya adalah Kartu Indonesia Pintar, Kartu Pra-kerja, dan Kartu Sembako Murah.

“Di bidang kesejahteraan sosial, kami nanti juga akan mengeluarkan yang namanya Kartu Indonesia Pintar, seperti ini. Yang kita harapkan dengan kartu ini, anak-anak dari keluarga yang tidak mampu bisa berkuliah. Baik di akademi maupun di perguruan tinggi. Yang kedua, kami juga mengeluarkan kartu pra-kerja. Dan dengan kartu pra-kerja ini, kita akan lakukan pelatihan-pelatihan, training-training baik di dalam negeri maupun di luar negeri bagi lulusan SMA, SMK, Akademi, Perguruan Tinggi, maupun korban-korban PHK. Yang terakhir, kami juga akan mengeluarkan Kartu Sembako Murah. Yang kita harapkan, ibu-ibu dapat membeli sembako dengan harga yang sudah didiskon oleh pemerintah karena ini akan kita subsidi.” terang Jokowi.

Usaha memperkenalkan kartu ini sudah berkali-kali dilakukan baik oleh Jokowi maupun Ma’ruf Amin dalam beberapa episode debat sebelumnya.

Tak jauh berbeda dengan kubu 01 yang berkali-kali memperkenalkan kartu, kubu 02 pun tak berbeda jauh. Pasangan Prabowo-Sandi berkali-kali membahas tentang aliran kekayaan asing dan kebocoran negara.

“Sangat jelas bahwa kita tidak bisa membiarkan kekayaan nasional mengalir ke luar negeri, dan kenyataannya adalah… dan diakui oleh pemerintah sekarang bahwa kekayaan nasional Indonesia mengalir ke luar negeri,” terang Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo juga membahas tentang kebocoran negara yang tak bosan-bosannya terus ia bahas dalam beberapa edisi debat sebelumnya.

“KPK sendiri mengatakan bahwa, seharusnya kita menerima 4.000 triliun tiap tahun, tetapi ternyata hanya 2.000 triliun. Berarti ada kebocoran 2.000 triliun. Kalau saya selalu mengatakan kebocorannya 1.000 triliun, ternyata KPK mengatakan lebih,” kata Prabowo.

Yah, kartu lagi, bocor lagi, kartu lagi, bocor lagi…

Iklan

Ra mashooooook…

Terakhir diperbarui pada 13 April 2019 oleh

Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Gen Z mana bisa slow living, harus side hustle
Urban

Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

8 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Lulusan farmasi PTS Jogja foto keluarga
Edumojok

Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

7 April 2026
Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Gen Z mana bisa slow living, harus side hustle

Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

8 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.