Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Penyakit karena Infeksi Bakteri Mudah Ditularkan, tapi Mudah Juga Dicegah

Redaksi oleh Redaksi
8 September 2019
A A
Penyakit karena Infeksi Bakteri Itu Mudah Ditularkan tapi Juga Mudah Dicegah MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sakit karena infeksi bakteri itu bermacam-macam jenisnya dan bisa menyerang organ tubuh yang berbeda-beda pula.

Ngomongin soal infeksi yang terjadi di dalam tubuh kita, ternyata bisa disebabkan oleh empat organisme yang berbeda. Di antaranya, virus, bakteri, parasit, dan jamur. Masing-masing dari organisme tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan yang berbeda, loh. Di kesempatan kali ini, Mojok akan fokus membahas soal infeksi bakteri.

Sebelumnya, pernah mendengar sakit karena infeksi bakteri? Seperti namanya, masalah kesehatan ini memang disebabkan oleh bakteri yang menyerang organ tubuh. Gejalanya pun bermacam-macam. Biasanya ditandai dengan demam, batuk, hingga peradangan. Infeksi bakteri sendiri bisa terjadi karena adanya penularan bakteri.

Penularan bakteri pun caranya berbeda-beda. Ada yang secara langsung, melalui bersin, batuk, ciuman, atau hubungan seksual. Ada yang tidak secara langsung misalnya melalui bakteri yang tertinggal di benda-benda sekitar, seperti handuk, handphone, ganggang pintu, atau keran. Bakteri di tempat-tempat tersebut berpindah ke tubuh kita saat disentuh. Atau melalui gigitan hewan yang air liurnya sudah terkontaminasi bakteri.

Perlu dipahami bahwa bakteri berbeda dengan virus. Mudahnya, bakteri tidak membutuhkan sel manusia untuk hidup dan berkembang biak. Semetara virus, membutuhkannya. Oleh karena itu, proses diagnosis hingga penanganannya juga berbeda.

Dilansir dari Hellosehat.com, sebetulnya hanya kurang dari 1% jenis bakteri yang bisa menyebabkan penyakit. Kebanyakannya sih, ia justru bermanfaat. Misalnya, untuk membantu mencerna makanan, melawan mikroba lain yang menyebabkan penyakit, melawan sel kanker, ataupun menyediakan nutrisi-nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Seperti yang disebutkan di Honestdocs.id, beberapa penyakit yang disebabkan infeksi bakteri antara lain:

  • Tipes, disebabkan bakteri Salmonella typhi yang menyebar melalui feses atau urin penderitanya dan tidak sengaja terkontaminasi pada makanan kita.
  • TBC, disebabkan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebar lewat batuk penderitanya dan nggak sengaja terhirup oleh orang lain.
  • Kusta, disebabkan infeksi bakteri Mycobacterium leprae yang menular lewat cairan hidung penderitanya saat batuk atau bersin. Btw, simpanse diketahui juga dapat menularkan penyakit ini ke manusia.

Untuk mendektesi apakah tubuh kita terinfeksi bakteri atau tidak, Alodokter.com menyebutkan, dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, dengan tes kultur darah. Cara ini dengan mengambil 2 atau lebih sampel darah kita untuk diuji di laboratorium. Biasanya darah yang di ambil berasal dari lokasi atau pembuluh darah yang berbeda.

Kedua, dengan tes pewarnaan gram. Yakni melalui sampel dahak, nanah, atau cairan yang terdapat pada bagian tubuh kita yang diduga sedang terinfeksi. Ketiga, dengan Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA). Tes ini biasanya untuk mendiagnosis bakteri tuberkulosis.

Keempat, tes urin. Selayaknya tes urin pada umumnya, ini dilakukan dengan mengambil sampel urin kita untuk diperiksa di laboratorium. Kelima, tes tinja. Tidak jauh berbeda dengan tes urin. Bedanya tes ini menggunakan tinja sebagai sampel untuk diuji di laboratorium.

Sementara itu, untuk pengobatan yang paling sering digunakan untuk infeksi bakteri adalah dengan antibiotik. Akan tetapi, pengobatan dengan antibiotik ini perlu mematuhi aturannya. Pertama, harus dikonsumsi hingga habis. Kedua, tidak bisa dikonsumsi terus-menerus. Mengkonsumsi antibiotik secara terus-menerus justru akan membuat bakterinya beradaptasi dengan si antibiotik. Hasilnya, bakal membuat si bakteri jadi kebal. Sehingga, antibiotik bukannya hanya membunuh bakteri penyebab penyakit, tapi juga bakteri-bakteri baik bagi tubuh kita. Akibatnya, tentu bikin penyakit yang diderita jadi lebih serius lagi. Hmmm, kan sedih, ya~

Karena penularannya yang cukup mudah, maka infeksi bakteri ini bisa dicegah dengan pola hidup yang lebih h-i-g-i-e-n-i-s. Misalnya, rutin mencuci tangan setelah beraktivitas dan saat mempersiapkan makanan, rajin menerima vaksin—khususnya vaksin yang memang diwajibkan, dan tidak terlalu “percaya” dengan orang lain untuk berbagi barang denganmu misalnya baju, handuk, alat makan, dsb.

Mohon maaf, bukannya pelit. Hanya saja, males juga kan harus ngeluarin duit lebih banyak untuk biaya berobat yang nggak bisa ditanggung BPJS. (A/L)

BACA JUGA Nalar Ngawur Kita dalam Menggunakan Antibiotik Bikin Daya Tubuh Jadi Letoy dan tulisan PENJASKES lainnya.

Terakhir diperbarui pada 8 September 2019 oleh

Tags: antibiotikBPJScek darahinfeksi bakteritipus
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

bpjs kesehatan.MOJOK.CO
Aktual

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
Kepesertaan BPJS Kesehatan Jawa Tengah capai 98% MOJOK.CO
Kilas

Kepesertaan BPJS Kesehatan di Jateng Capai 98,68%, Digenjot demi Bantu Masyarakat Dapat Layanan Paripurna

3 September 2025
Pedih orang-orang yang penyakitnya tidak ditanggung BPJS MOJOK.CO
Ragam

Tersiksa Punya Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS, Biaya Pengobatannya bikin Putus Asa

14 Januari 2025
PPN Nggak Jadi Naik: Masih Ada Tapera, dan Kenaikan Iuran BPJS, Tarif KRL, UKT.MOJOK.CO
Ragam

PPN Nggak Jadi Naik: Masih Ada Tapera, dan Kenaikan Iuran BPJS, Tarif KRL, UKT

6 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Curhat Jadi Ketua RT: Pekerjaan Kuli yang Dibalut Keikhlasan MOJOK.CO

Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya

27 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.