fbpx

MOJOK.COKenapa, sih, patah hati rasanya sakit banget? Tiba-tiba jadi pusing, perut mulas, dada sesak. Ternyata, ada alasan medis di balik rasa sakit yang menyebalkan ini.

Kata orang, laki-laki itu tidak pernah menangis ketika patah hati, tetapi hatinya berdarah. Konon katanya, laki-laki lebih sulit melupakan kisah sedih dibandingkan wanita. Memang dasar, laki-laki di mana saja sama. Lemah. Kayak saya ini.

Memaafkan itu bukan urusan muda bagi banyak laki-laki. Beberapa saat ketika patah hati, dia mungkin biasa saja. Bisa menutupi rasa sakit hati dengan nongkrong, main game, mabuk, atau tidur. Sementara itu, wanita akan langsung merasakan dampak sakit hati. Mereka akan murung selama beberpa hati.

Namun, seiring waktu berjalan, laki-laki masih dengan mudah menceritakan detail-detail kebiasaan dia waktu pacaran. Jam berapa harus jemput, masih sering terngiang kalau nggak sengaja lihat benda favorit mantan. Tiba-tiba aja breakdown terjadi. Sementara itu, seiring waktu, wanita lebih bisa melupakan. Move on, punya pacar dan memulai lembaran baru.

Ketika tidak sengaja ingat mantan, rasanya pingin marah. Ditinggal kawin siapa  yang nggak emosi. Ya karena pada kenyataannya memang begitu menyakitkan.

Tahukah kamu, sakit hati buruk buat tubuh kamu. Kalau tidak di-manage dengan baik, patah hati bikin dada kamu sesak, depresi, sampai muncul kecemasan yang berkelanjutan. Kok bisa sesakit itu, sih?

Baca juga:  Menyelisik Cerita Cinta Mandra dan Munaroh, Sepasang Romeo dan Juliet Asli Betawi

Dada yang tiba-tiba sesak disebut sebagai sindrom patah hati. Sistem saraf di dalam tubuhmu itu bakal bereaksi terhadap emosi yang tiba-tiba datang. Dada terasa sesak dan untuk sebagian orang rasanya tuh kayak sakit jantung.

Patah hati juga bikin kamu kehilangan motivasi. Yang biasanya cebok setelah boker, jadi malas melakukanya. Terus habis itu berat badan jadi nggak stabil karena nafsu makan hilang atau malah nafsu makan jadi meletup-letup. Muncul juga sakit kepala, sakit perut, sampai masuk angin.

Akibatnya, muncul depresi. Selain itu juga bisa terjadi kecemasan yang berkelanjutan. Kekerasan emosional kayak gini bisa menyeret kamu ke masalah psikolis lanjut, bahkan muncul ide menyakiti diri sendiri.

Kenapa patah hati rasanya sakit banget?

Sebuah penelitian mengungkapkan kalau rasa sakit secara emosional juga dikenali tubuh sebagai rasa sakit fisik. Ini yang menjelaskan kenapa muncul gejala-gejala sakit kepala, keram, kulit serasa ditusuk-tusuk. Dari yang semula serangan ke otak, diterjemahkan oleh tubuh sebagai rasa sakit fisik.

Semuanya itu dipengaruhi oleh hormon. Cinta itu bisa adiktif karena otak kita melepas hormon tertentu ketika kita mulai terikat kepada seseorang atau sesuatu. Dopamine dan oxytocin dilepas oleh otak untuk membuat kita merasa nyaman ketika mulai terikat dan membuat kita ketagihan. Ketika jatuh cinta, kadar pelepasan dua hormon itu bakal lebih besar.

Baca juga:  Aku Kelaparan dan Seorang Laki-Laki Membawakanku Mi Ayam Paling Enak di Dunia

Ketika patah hati, kadar dua hormon yang dilepaskan oleh otak menurun drastis. Sebagai gantinya, otak melepas cortisol atau hormon yang berkaitan dengan rasa sakit. Hormon ini dilepas oleh tubuh untuk mengurangi rasa sakit. Namun, jika berlebihan, yang terjadi adalah kecemasan, pusing, rasa nyeri, dan semua rasa sakit yang berkaitan dengan cedera mental dan fisik sekaligus.

Oleh sebab itu, patah hati rasanya sesakit ini. Sedih.

BACA JUGA Fase Patah Hati: Stalking Mantan Itu Ternyata Wajar atau tulisan apotek alam lainnya di rubrik PENJASKES.



Tirto.ID
Loading...

No more articles