MOJOK.CO – Ada beberapa manfaat kesehatan yang diklaim bisa didapatkan kalau kamu tidur tanpa sempak, eh, celana dalam. Kabar gembira untuk mahasiswa malas nyuci nih.

Bisa dibilang celana dalam merupakan salah satu kebutuhan utama manusia. Ha ya jelas to: sandang, pangan, papan. Sandang ini kan berarti terkait baju, celana, dan celana dalam—kalau bisa. Nah, memakai celana dalam untuk aktivitas sehari-hari memang disarankan, namun tahu nggak sih sampeyan kalau kebiasaan tidur nggak pakai celana dalam justru lebih menyehatkan?

Oke deh, bisa dimaklumi kalau tidur tanpa celana dalam itu sering dianggap nggak elok. Terutama untuk kaum pria yang biasa tidur pakai sarung. Kalau tidur kok tanpa celana dalam tuh kesannya rada gimana gitu. Apalagi kalau kebiasaan garuk-garuk selangkangan saat tidur masih membudidaya.

Namun siapa sangka, dikutip dari HelloSehat, kebiasaan tabu tidur nggak pakai celana dalam itu disinyalir lebih menyehatkan. Setidaknya ada beberapa manfaat kesehatan yang diklaim bisa didapatkan.

Kualitas sperma lebih terjaga

Bagi pria, ini jelas kabar gembira. Mau bagaimanapun juga, tidur dengan celana dalam memang rada mengganggu. Apalagi jika celana dalamnya terlalu ketat. Tanpa celana dalam, rasanya bakal ada rasa semriwing-semriwingnya gitu kalau tidur pakai sarung.

Dengan tidur nggak pakai celana dalam, selangkangan jadi lebih leluasa sehingga membuat kulit sekitarnya jadi bisa leluasa. Hal ini juga membuat aliran darah cenderung bisa mengalir lebih lancar. Yang penting ya satu aja, itu tangan jangan ikut-ikutan garuk-garuk. Jatuhnya aliran darah lancar, tapi kulitnya malah mbeset-mbeset.

Baca juga:  Cerita Celana Dalam dan Pohon Pepaya Pak Haji

Vagina lebih bisa benapas

Sama seperti pria, perempuan pun juga akan mendapatkan efek kesehatan yang baik kalau mau tidur tanpa celana dalam. Karena tanpa tertutup, kulit di daerah sensitif itu akan menurunkan risiko iritasi karena lembab.

Dan sama seperti pria, tanpa celana dalam, kulit sensitif perempuan akan bisa lebih baik karena celana dalam berisiko jadi tempat berkembang biak jamur dan bakteri. Tapi tentu saja, saran ini hanya berlaku untuk perempuan yang tidak sedang datang bulan.

Tidur jadi lebih nyenyak

Tanpa celana dalam, tidur juga diklaim akan lebih nyenyak. Haya jelas dong, rasanya kaki jadi lebih bebas. Akan tetapi, tentu ini hanya berlaku kalau sampeyan tidur sendiri. Kalau tidur barengan orang lain, ya sebisa mungkin jangan. Malu lah kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Mengurangi risiko terkena infeksi

Tanpa memakai celana dalam, dan kulit selangkangan yang lebih bisa bernapas, maka dampak positif yang bisa didapatkan risiko infeksi kulit bisa ditekan. Tapi tentu, sampeyan juga harus memastikan kebersihan kasur dan tempat tidur juga. Ya kan percuma kalau berharap nggak kena infeksi, tapi keadaan lingkungan sangat buruk.

Stok celana dalam jadi lumayan

Ini saran saja buat sampeyan yang suka memakai celana dalam dengan format Side A dan Side B. Apalagi buat sampeyan yang malas mencuci celana dalam karena alasan hidup di kontrakan bareng teman-teman yang suka nebeng nginep. Ketimbang pakai celana dalam yang nggak steril dan malah jadi tempat berkembang biak bakteri, hamending nggak usah pakai sekalian. Udah lebih bersih, irit stok celana dalam lagi.

Baca juga:  Cerita Celana Dalam dan Pohon Pepaya Pak Haji


Loading...



No more articles