MOJOK.CO Dalam bidang politik dan aset negara, Indonesia dan Malaysia boleh saja bagaikan Tom dan Jerry. Tapi, kalau bicara rendang, apalagi menyebut rendang crispy, kami adalah benteng persaudaraan yang kokoh!

Sebagai salah satu makanan terenak di dunia, rendang menjadi idaman banyak orang sebagai santapan pilihan. Tidak hanya di Indonesia yang merupakan negara asal rendang (Sumatera Barat), makanan berbahan dasar daging sapi atau ayam dengan bumbu pedas ini juga menjadi makanan tradisional dan populer di negara sekitarnya, termasuk Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, bahkan hingga Thailand dan Filipina.

Baru-baru ini, warga Malaysia dan Indonesia sedang hot-hot-nya bicara soal tereliminasinya seorang peserta MasterChef UK asal Malaysia, Zaleha Kadir Olpin. Pada episode terakhirnya, Zaleha tampak menyajikan nasi lemak, lengkap dengan telur dadar yang digulung dan sebuah ayam rendang. Namun, permasalahan yang sesungguhnya muncul ketika makanan disajikan ke hadapan juri.

Kedua juri yang tersangkut namanya, Gregg Wallace dan John Torode, tampak tidak menyetujui hasil karya Zaleha. Lucunya, Wallace bahkan berkata, “The skin isn’t crispy. It can’t be eaten but all the sauce is on the skin I can’t eat.”

Alias,

“Ayamnya nggak ada kulit crispy-nya nih, nggak bisa dimakan soalnya semua sausnya nempel di kulit ini.”

Masih terkejut, Torode menimpali bahwa keputusan Zaleha menyandingkan ayam rendang dengan nasi lemak adalah… sebuah kesalahan.

Lebih detailnya, lihatlah video berikut, Saudara-Saudara.

Karena ketiadaan rendang crispy, Zaleha tereliminasi pada episode MasterChef tersebut. Hal inilah yang turut mendorong keterkejutan netizen karena Zaleha tereliminasi akibat minimnya pengetahuan juri mengenai rendang.

Zaleha sendiri mengunggah foto makanan terakhirnya di MasterChef melalui profil Instagramnya. Di caption-nya, Zaleha menegaskan bahwa ia tidak akan mengubah cara memasaknya yang tradisional.

Masih ingat pada setiap polemik, dilema, masalah, dan problem-problem lain yang membuat Indonesia dan Malaysia berseteru, lalu saling menuduh maling satu sama lain? Itu sudah so yesterday, babe. Kali ini, masyarakat-masyarakat pencinta rendang seolah disatukan oleh cita rasa ke-rendang-an Nusantara. Nyaris semua netizen me-mention akun juri dan melayangkan protes mengenai pernyataan mereka yang menyebutkan bahwa rendang seharusnya disajikan crispy. Bukan hanya rakyat-rakyat yang B aja, petinggi di Malaysia bahkan ikut terjun langsung ke lapangan linimasa Twitter. Tak tanggung-tanggung, Perdana Menterinya ikut nge-tweet!

Yang menjadi menarik, dari seluruh “serbuan” online perihal rendang crispy ini, Torode sempat membalas dengan sebuah tweet.

Beberapa orang menganggap tweet ini justru berpotensi memprovokasi keadaan mengenai asal-muasal rendang. Selain menyebut rendang berasal dari Indonesia, Torode juga menyebutkan Namaste di akhir kalimatnya, yang merupakan bahasa India—bukan bahasa Malaysia, apalagi bahasa Indonesia.

Penasaran dengan reaksi netizen Indonesia dan Malaysia yang bersatu memprotes juri? Here it is, selamat menikmati.

@handokotjung: Jenis-jenis menu ayam yang tidak sepatutnya:

– Ayam KFC bumbu coklat.

– Ayam rendang crispy.

– Ayam missing you but you are someone else’s.

@DIMAZSAMID: ditambahin mozarella sama extract green tea biar mahal

@ecymaisany: Sebagai orang Minang, itu semacam penistaan terhadap rendang sih.

@bukhariawesome: Good morning to everyone except to white people who love crispy rendang.

@sarahcoldheart: And it was then the South East Asians united to fight against one thing. The idea of a crispy chicken for rendang with the gravy on the side.

Dari seluruh lika-liku kehebohan mengenai rendang crispy ini, beberapa netizen bertanya-tanya, apakah kedua juri sesungguhnya membayangkan ayam KFC? Karena, omong-omong, tahun lalu, KFC Singapura mempromosikan produk terbarunya, yaitu Rendang Rice Bucket.

Tapi, tahun ini, karena polemik ke-crispy-an rendang yang melejit mendadak, giliran KFC Malaysia maju ke depan. Sebagai negara asal Zaleha yang dikritik karena rendangnya tidak crispy, sekaligus sebagai produsen ayam crispy ternama, mereka menegaskan batas diri yang tegas antara identitas KFC dan rendang.

Mantap. I mean, beneran mantap. Rendang ternyata bukan hanya menjadi makanan terenak di dunia, tapi juga menjadi makanan ter-bikin-persaudaraan-meningkat di dunia, atau setidaknya di bilangan negara Indonesia, Malaysia, hingga Singapura dan Brunei Darussalam.

Ngomong-ngomong, kalian yang di Indonesia emang pernah makan rendang ayam? Kok terdengar asing ya? Emang ada rumah makan Padang yang jual rendang ayam? *mencoba memancing polemik yang lebih penting*

Baca juga:  Hantu dan Kebanggaan Produk Negeri Sendiri