Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Membayangkan Finlandia vs Rusia menjadi Panggung Perlawanan terhadap Kapitalis UEFA

Redaksi oleh Redaksi
16 Juni 2021
A A
Membayangkan Finlandia vs Rusia menjadi Panggung Perlawanan terhadap Kapitalis UEFA MOJOK.CO

Membayangkan Finlandia vs Rusia menjadi Panggung Perlawanan terhadap Kapitalis UEFA MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Euro 2020 Grup B | Finlandia vs Rusia | Apakah skuat Finlandia masih diaungi “keberuntungan” ketika melawan Rusia di match 2 Grup B?

Iqbal AR: “Keberuntungan dan api semangat perlu dipertahankan.”

Finlandia memulai gelaran Euro 2020 dengan cukup cemerlang. Menghadapi sesama negara Nordik, Denmark, Finlandia berhasil mencuri kemenangan dengan skor tipis 0-1 berkat gol “bersejarah” penyerang Joel Pohjanpalo. Kemenangan ini sudah pasti membuat langkah Finlandia di Euro 2020 sedikit lebih cerah.

Ada hal yang tidak bisa dilepaskan dari laga kemarin. Iya, keberuntungan. Pada laga melawan Denmark, Finlandia jelas beruntung, sebab Denmark harus rela kehilangan Christian Eriksen di akhir babak pertama. Insiden yang nyaris merenggut nyawa Eriksen ini membuat Denmark terpukul, yang mana situasi ini mampu “dimanfaatkan” Finlandia dengan sangat maksimal. Menang atas tim yang tiba-tiba kacau di tengah laga itu apa namanya kalau tidak beruntung?

Selain keberuntungan, semangat bertahan anak-anak Finlandia ini juga jadi aspek penting. Skema pertahanan yang rapat cukup berhasil menghalang gempuran meriam Denmark. Namun, bintangnya tentu saja sang kiper, Lukáš Hrádecký yang berhasil menghalau penalti dari Pierre-Emile Højbjerg. Dalam menjaga gawang Finlandia, Hrádecký sudah seperti Darsam pada Nyai Ontosoroh, siap melakukan apa pun demi keselamatan tuannya.

Keberuntungan dan semangat membara inilah yang akan coba dipertahankan Finlandia ketika melawan Rusia. Finlandia jelas di atas angin, mengingat Rusia dalam pertandingan pertama dilumat tanpa sisa dan dibuat malu oleh Belgia. Ini menjadikan Rusia terpuruk di dasar klasemen Grup B.

Di sepak bola, Rusia adalah negara yang tanggung dan tidak jelas posisinya. Dibilang besar juga tidak, dibilang cupu juga nyaris. Angin-anginan pula. Beda dengan Finlandia, yang sudah jelas posisinya, yaitu negara debutan dan medioker.

Prestasi terbaik Rusia hanya sebagai semifinalis Euro 2008. Juara Eropa, sih, pernah, tapi kan waktu itu namanya masih Uni Soviet (1960). Sejarah seperti itu tentu tidak berpengaruh bagi Finlandia sebagai lawan. Finlandia juga mana peduli. Asal ada musuh di depan, hajar!

Jadi, Rusia harap berhati-hati dengan Finlandia. Harap berhati-hati dengan teror Pukki dan Pohjanpalo. Di tengah, siap-siap disikat oleh Glen Kamara dan Tim Sparv. Juga jangan berharap akan mudah membobol gawang Hrádecký.

Aditia Purnomo: “Solidaritas Rusia-Finlandia melawan kapitalis UEFA.

Seandainya pertandingan ini digelar dalam konteks sosialisme, bisa jadi Rusia bakal kalah. Meski telah memerdekakan diri dari negara moyangnya, cita rasa sosialis dari Finlandia ini tidak pernah hilang. Karena memang Finlandia, si negara kesejahteraan sosial ini dikenal dunia karena dua hal: lebih sosialis dari mbahnya komunis, dan ya karena (maaf) si Pukki itu.

Jika berbincang soal Finlandia, kita pasti akan membahas soal bagaimana pemerintahnya menyediakan jaminan sosial yang penuh pada warga negara. Bicara soal pendidikan yang menjadikannya sebagai terbaik di dunia. Kalau soal sepak bola, ya mentok kita cuma bisa ngomongin, aduh maaf, Pukki aja.

Dalam urusan sepak bola, Rusia jelas lebih mentereng. Minimal, ketimbang Finlandia yang punya legenda bernama, maaf, Pukki, Rusia masih punya lebih banyak nama. Misalnya, Lev Yashin atau Andrey Arshavin. Apalagi rekor pertemuan mereka juga diwarnai kemenangan sempurna tim beruang merah.

Sejarah kelam perang di antara keduanya juga sebaiknya dilupakan saja. Ndak usah mengingatkan cerita perang musim dingin antara mereka berdua. Yang namanya sosialis itu harusnya bersatu melawan kapitalisme global. Mau di lapangan sepak bola atau pun luar lapangan, Rusia-Finlandia harusnya bersatu mengusung panji sosialisme.

Apalagi dengan peristiwa yang menimpa Christian Eriksen, seluruh pemain dari kedua negara harusnya paham kalau mereka itu cuma diperbudak oleh kapitalisme UEFA. Baru juga selesai bertanding untuk tim yang menggaji, eh sudah diharuskan bertanding melawan negara lain. Pemain bola juga manusia, kalau capek perlu istirahat bukannya disuruh main lagi.

Kalau ini ada di zaman 1940an, sudah pasti Rusia siap membawa tentara merahnya ke Zurich dan mengkudeta Aleksander Ceferin. Untungnya ini tahun 2021, selain udah ngga zaman mengerahkan tentara melawan sipil (cuma Indonesia sama Amerika aja yang masih doyan), sekarang juga masih pandemi. Rombongan tentara bakal dianggap sebagai keramaian, nanti bisa nularin virus corona.

Iklan

Saya membayangkan pertandingan nanti bakal menjadi ajang Rusia-Finlandia melakukan mogok bermain. Apalagi, setelah kejadian Eriksen, UEFA masih saja memaksa skuad Denmark untuk bermain. Gila, habis mengalami insiden mengerikan masih juga dipaksa bekerja. Pantas saja Simon Kjær marah besar.

Jadi, mari bersama Rusia-Finlandia menjadikan pertandingan itu sebagai ajang perlawanan terhadap kapitalisme UEFA. Sebagaimana Cristiano Ronaldo yang melawan kapitalisme Coca Cola, sudah saatnya lembaga korup yang memaksa pemain melulu bertanding ini juga dilawan. Minimal, dengan cara menonton pertandingan dari link ilegal yang beredar di twitter.

BACA JUGA Skuat Meyakinkan Portugal di Euro 2020 dan Hungaria Seperti Kemangi di Ayam Penyet dan ulasan Euro 2020 lainnya.

Terakhir diperbarui pada 16 Juni 2021 oleh

Tags: euro 2020FInlandiakapitalisrusiaUEFA
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Perjalanan alumnus UGM ke luar negeri alias Rusia untuk meneliti Bumi. MOJOK.CO
Ragam

Petualangan Lulusan UGM ke Antartika, Hadapi Cuaca Ekstrem Selama 6 Bulan untuk Buktikan Teori Bumi Itu Datar

25 Maret 2025
Kabur Aja Dulu Yang Tidak Dikatakan Influencer Itu Kepadamu MOJOK.CO
Esai

Kabur Aja Dulu: Yang Tidak Dikatakan Influencer Itu Kepadamu

17 Februari 2025
Pengalaman Orang Indonesia yang Hidup di Cina: Makanannya Enak, Lingkungannya Begitu Menyenangkan, tapi Hati-hati dengan Toilet Umumnya!
Liputan

Pengalaman Orang Indonesia yang Hidup di Cina: Makanannya Enak, Lingkungannya Begitu Menyenangkan, tapi Hati-hati dengan Toilet Umumnya!

4 Juni 2024
Anak IPA “Nyasar” di Jurusan Sastra Rusia UI: Dulu Pengen Jadi Dokter Sunat, Kini Malah Juara Kompetisi Tinju di Negerinya Putin.MOJOK.CO
Kampus

Anak IPA “Nyasar” di Jurusan Sastra Rusia UI: Dulu Pengen Jadi Dokter Sunat, Kini Malah Juara Kompetisi Tinju di Negerinya Putin

21 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Memelihara kucing.MOJOK.CO

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026
Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026
Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang MOJOK.CO

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

20 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.