Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Nafkah

Mari Menghitung Pendapatan Merpati Balap

Redaksi oleh Redaksi
8 November 2017
A A
s2, kicau mania mojok.co

Ilustrasi Kicau Manis (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tentu sangat mudah menghitung berapa pendapatan para kru Mojok dari mulai kepala sukunya sampai para redakturnya. Pun tak terlalu sulit untuk menghitung pendapatan sopir truk merangkap penulis merangkap buzzer politik Iqbal Aji Daryono itu. Namun sayang, di rubrik Nafkah yang baru saja lahir kembali ini, kami, Mojok Institute, justru diberi tugas untuk mencari berapa penghasilan burung merpati balap.

Beruntung kami cukup sigap. Kami langsung menghubungi beberapa kawan yang pernah atau masih bergelut di dunia balap burung merpati.

Pada akhirnya, kami mendapatkan salah satu narasumber yang cukup kompeten. Namanya Akbar, namun ia biasa dipanggil Dadu. Konon ia dipanggil dadu karena bentuk kepalanya yang cenderung kubus.

Dadu adalah seorang penggemar merpati yang sudah cukup malang melintang dalam dunia balap merpati.

Kepada kami ia mengatakan bahwa satu ekor merpati balap dengan portofolio yang mengilap dan sudah berkali-kali juara bisa dihargai puluhan bahkan sampai ratusan juta.

“Kemarin merpati punya kawanku, main empat kali: juara 3, juara 1, juara 4, trus juara 1. Itu pun sudah ditawar 25 juta,” ujar Dadu.

Tentu saja harga 25 juta yang dikatakan Dadu bukan omong kosong belaka, sebab merpati yang sudah terlatih dan sering juara memang bisa menghasilkan banyak uang.

Dalam satu lomba balap, misalnya, seekor merpati balap bisa membawa pulang hadiah Tabanas 5 juta rupiah. Itu baru lomba kelas kecil. Untuk lomba kelas kecamatan, hadiahnya bisa lebih besar. Biasanya satu unit sepeda motor. Untuk tingkat kabupaten, hadiahnya bahkan satu unit mobil.

Orang-orang menyebut lomba balap merpati ini dengan sebutan lomba merpati kolong. Sebab, selain sisi balapnya, sisi ketangkasan si burung juga dinilai. Caranya adalah dengan melihat kesigapan si burung merpati masuk ke dalam kolong kotak berukuran 4 x 4 meter. Untuk sisi balapnya, biasanya jarak yang ditempuh si merpati sekitar 1 kilometer. Sprint ad, begitu para pegiat menyebutnya.

Dalam satu bulan, di satu wilayah, biasanya ada empat event lomba. Rerata kasarnya, seminggu satu event lomba.

Nah, dari empat event ini, kita bisa menghitung pendapatan kasar merpati yang punya portofolio juara yang mantap. Oke, anggap saja dari 4 lomba ini, dia mendapatkan 1 kali juara pertama, 1 kali juara kedua, dan 2 kali juara ketiga. Maka perincian hadiah yang bisa didapatkan adalah, 1 unit sepeda motor (kita anggap 15 juta), 10 juta, dan dua kali 5 juta. Total 35 juta. Itu baru lomba kelas kecamatan, kalau kelas yang lebih luas, tentu hadiahnya lebih besar. Bisa sampai ratusan juta. Jumlah yang sangat cukup untuk bayar uang muka satu rumah pagupon di Meikarta.

Dengan pendapatan yang sangat besar itu, merpati juara tentu saja mendapatkan fasilitas dan timbal balik yang sepadan. Ia dimandikan teratur, diberi makan jagung kualitas terbaik, lengkap dengan suplemen jamu yang penuh gizi, tak lupa, ia diberikan sangkar yang luas dan nyaman agar ia tidak stres.

Bukan hanya merpatinya saja yang mendapatkan fasilitas istimewa. Joki merpatinya pun ikut kecipratan fasilitas istimewa. Setiap kali berlomba, para joki yang tugasnya mengepak-ngepakkan merpati (istilahnya, ngepleki) ini mendapatkan satu pendamping umbrella girl yang akan memayunginya selayaknya pembalap Moto GP.

Selain gaji bulanan, para joki juga mendapatkan bonus jika merpati yang dijokinya mendapatkan juara.

Iklan

Mungkin inilah yang disebut sebagai syafaat merpati.

Terakhir diperbarui pada 8 November 2017 oleh

Tags: balapbalap kolongbalap merpatijokimerpatimerpati balap
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

mahasiswa beli sertifikat tes toefl palsu.MOJOK.CO
Kampus

Nekat Beli Sertifikat Tes Toefl Palsu Demi Lolos Sidang Skripsi, Awalnya Lega tapi Berakhir Menyesal

22 Januari 2024
Cerita Mahasiswa yang Lulus Tanpa Skripsi, Jalur OBE Jadi Lahan Para Joki. MOJOK.CO
Geliat Warga

Cerita Mahasiswa yang Lulus Tanpa Skripsi, Jalur OBE Jadi Lahan Para Joki

7 Maret 2023
merpati balap brahma mojok.co
Kilas

Pencarian Merpati Balap Brahma Berlanjut, Hadiah Dinaikkan Jadi Rp20 Juta

19 Desember 2022
Merpati balap brahma, dicari dalam keadaan hidup
Geliat Warga

Kisah Brahma, Merpati Balap Wonosobo yang Hilang di Jogja, Ada Rp10 Juta Bagi yang Menemukan

15 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
User kereta api (KA) ekonomi naik bus Sumber Selamat: sebenarnya kursi lebih nyaman, tapi ogah tersiksa lebih lama MOJOK.CO

User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan

2 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.