Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Nafkah

Menghitung Kekayaan Isa Rachmatarwata, Orang Terkaya di Indonesia Versi Sri Mulyani

Redaksi oleh Redaksi
6 Maret 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Isa Rachmatarwata boleh jadi adalah sosok yang tak banyak orang yang mengenalnya. Namun, pernyataan menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut Isa sebagai “orang terkaya” di Indonesia tak pelak membuat banyak orang penasaran dengan sosok Isa Rachmatarwata.

“Kita ada Dirjen Kekayaan Negara, Pak Isa, paling kaya di Indonesia,” begitu kata Sri Mulyani.

Pernyataannya tersebut tentu saja hanya candaan belaka. Namun, candaan tersebut tentu saja berdasar. Sri Mulyani menyebut Isa sebagai “orang terkaya” di Indonesia karena Isa adalah pejabat tertinggi di Kementerian keuangan divisi Kekayaan Negara yang mengelola kekayaan dan aset negara yang berjumlah Rp5.728,49 Triliun.

Meskipun hanya candaan, namun status orang terkaya tersebut nyatanya tetap membuat banyak orang penasaran tentang berapa kekayaan Isa.

Nah, demi memuaskan hasrat orang-orang yang penasaran, Mojok Institute dengan penuh rasa kasih sayang berkenan untuk mencari tahu berapa kekayaan Isa Rachmatarwata.

Sosok kelahiran Jombang, 30Desember 1966 yang sekarang menjabat sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI.

Isa adalah orang lama di Kementerian Keuangan. Ia memulai karir di Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan di bagian Direktorat Dana Pensiun pada tahun 1991. Tahun 2006 ia menjadi kabiro perasuransian di badan pengawas pasar modal dan lembaga keuangan. Kemudian pada tahun 2013 menjadi pegawai yang diperbantukan di badan kebijakan fiskal. Di tahun 2013 itu, dia sekaligus dilantik sebagai staf ahli menteri keuangan di bidang kebijakan dan regulasi jasa keuangan danpasar modal.

Nah, per Juli 2017 lalu, ia mencapai puncak karir dengan diangkat menjadi direktur jenderal kekayaan negara.

Setelah diangkat menjadi dirjen kekayaan negara, Isa bertanggung jawab mengelola kekayaan dan aset negara yang nilainya mencapai Rp5.728,49 Triliun

Kekayaan dan aset negara itu tersebut mencakup 108.524 bidang tanah, 343.801 gedung dan bangunan, 391.084 jalan, serta aset-aset lainnya.

Lalu, berapakah nilai kekayaan Isa Rachmatarwata secara personal?

Berdasarkan laporan LHKPN, jumlah kekayaan pribadi yang dimilikinya oleh Isa adalah Rp1.823.026.340 dan $44.031

Harta tersebut terdiri dari harta tidak bergerak seperti tanah dan bangunan senilai Rp750.000.000. Harta bergerak berupa mobil toyota Yaris senilai Rp200.000.000, kemudian perhiasan senilai Rp230.000.000 .

Isa juga punya surat berharga senilai Rp25.000.000 juga giro dan setara kas senilai Rp1.100.244.629 dan $44.031.

Iklan

Etapi beliau juga memiliki hutang sebanyak Rp482.316.289.

Nah, kira-kira, segitulah kekayaannya Isa secara personal. Sangat jauh bila dibandingkan dengan kekayaan secara “pengelolaan”. Hahaha.

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2019 oleh

Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO
Ragam

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi
Pojokan

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO
Ragam

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO
Kilas

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian .MOJOK.CO

“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 

11 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.