Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Tommy Soeharto Bakal Jadi Poros Baru di Antara Prabowo dan Jokowi?

Redaksi oleh Redaksi
4 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Meski mendukung Prabowo Subianto sebagai capres, Tommy Soeharto ternyata berharap maju nyapres juga. Wah, poros baru!

Di tengah teka-teki cawapres Prabowo dan Jokowi, angin baru mulai berembus dari putra presiden kedua RI Soeharto, yaitu Hutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal dengan nama Tommy Soeharto. Hadir dengan partai barunya yang bernama Partai Berkarya, Tommy turut mewarnai situasi menjelang pendaftaran kedua belah pihak.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Tommy Soeharto mendukung rekomendasi yang dikeluarkan oleh Ijtima Ulama dengan Prabowo Subianto sebagai capres. Bahkan, Tommy sendiri turut menghadiri pertemuan para ulama tersebut.

Tentu saja, kabar ini menjadi berita baik bagi Prabowo yang kini masih mempertimbangkan nama-nama bakal cawapres yang akan maju bersamanya di Pilpres 2019.

Menurutnya, dukungan Tommy menjadi dukungan yang berarti, mengingat pihaknya berharap mendapatkan support dari berbagai pihak. “Kami harap dapat dukungan dari semua pihak. Semua pihak,” tuturnya.

Bukan hanya dukungan atas rekomendasi capres dan cawapres ala GNPF, Partai Berkarya juga dikabarkan mulai mengeluarkan sinyal untuk bergabung dengan koalisi Gerindra. Kehadiran Tommy di Ijtima Ulama tempo hari menjadi salah satu penanda.

“Ketika Pak Tommy diundang dalam Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional, beliau telah menyampaikan pandangan, bahwa menghargai dan menghormati ijtima ulama dan tokoh nasional yang ketemu pada beberapa hari lalu,” demikian dijelaskan oleh Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.

Disinggung soal kemungkinan Partai Berkarya bergabung dengan Gerindra, Priyo tidak menolak. Namun, ia menegaskan, “Kalau chemistry-nya tidak terjadi ya tidak akan terjadi, tetapi arahnya sepertinya begitu.”

Menelisik lebih jauh soal pernyataannya tentang “Kalau chemistry-nya tidak terjadi…”, Partai Berkarya ternyata memang punya rencana sendiri. Meski mengaku mendukung dan menghormati rekomendasi Ijtima Ulama, Partai Berkarya ternyata juga bersiap-siap…

…mengusung nama Tommy Soeharto untuk maju sebagai capres!

Diakui oleh Priyo, pihaknya memang bakal mengajukan nama Tommy Soeharto sebagai capres. Namun, rencana ini hanya akan berjalan jika Mahkamah Konstitusi mengabulkan uji materi aturan ambang batas atau presidential threshold (PT) dalam Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Dalam aturan tersebut, parpol maupun gabungan parpol disebutkan harus mengantongi 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional demi mengusung pasangan capres dan cawapres dalam medan perang Pilpres 2019.

“Kalau keputusan Mahkamah Kontitusi gagah berani ketok palu presidential threshold 0 persen, saya ingin umumkan arus bawah Partai berkarya mengusulkan Pak Tommy Soeharto sebagai calon presiden,” jelas Priyo.

Penjelasan Priyo ini tentu menjadi kabar baru dari duel politik Prabowo-Jokowi yang telah berlangsung dari pilpres sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, dirinya yakin betul jika MK memutuskan PT hingga 0 persen, Tommy Soeharto bakal menjadi poros baru yang mampu “membubarkan” poros koalisi Prabowo dan Jokowi.

Iklan

“Tapi kalau threshold-nya masih seperti sekarang ini, kami harus juga tahu diri,” pungkas Priyo. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 4 Agustus 2018 oleh

Tags: CapresgerindragnpfHutomo Mandala PutraIjtima Ulamaprabowopresidential thresholdTommy Soeharto
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Video Prabowo Tayang di Bioskop Itu Bikin Rakyat Muak! MOJOK.CO
Aktual

Tak Asyiknya Bioskop Belakangan Ini, Ruang Hiburan Jadi Alat Personal Branding Prabowo

16 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh” MOJOK.CO

Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”

31 Januari 2026
Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar.MOJOK.CO

Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

30 Januari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026
kentucky, rocket chicken mojok.co

“Kentucky” Pinggir Jalan: Makanan Biasa-Biasa Saja yang Terasa Mewah, Menyadarkan Betapa Miskinnya Saya Dulu

29 Januari 2026
Kesedihan perantau yang merantau lama di Surabaya dan Jakarta. Perantauan terasa sia-sia karena gagal menghidupi orang tua MOJOK.CO

Rasa Gagal dan Bersalah Para Perantau: Merantau Lama tapi Tak Ada Hasilnya, Tak Sanggup Bantu Ortu Malah Biarkan Mereka Bekerja di Usia Tua

29 Januari 2026

Video Terbaru

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026
Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.