Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Tim Jokowi Sebut yang Hentikan Siaran Film G30S/PKI Sekarang Jadi Tim Penasihat Prabowo

Redaksi oleh Redaksi
30 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tim Pemenangan Jokowi menyayangkan berembusnya isu Pemerintah tidak kontra dengan PKI hanya karena tidak menganjurkan nonton film G30S/PKI. Lho kok begitu?

Seperti sudah jadi agenda tahunan sejak reformasi, polemik film Pengkhianatan G30S/PKI selalu ramai dibicarakan ketika memasuki akhir September sampai awal Oktober. Beberapa pihak pun terbagi pro dan kontra, ada yang mendukung pemutaran film karya Arifin C. Noer tersebut meski ada juga yang menolak karena film tersebut dianggap sebagai upaya propaganda Orde Baru pada zamannya.

Tahun ini, isu pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI kembali ramai karena sudah memasuki tahun politik. Beberapa tuduhan tak berdasar menyasar kepada Pemerintah yang tidak menganjurkan—apalagi mewajibkan—untuk menonton film ini. Pemerintahan Jokowi dianggap tidak jelas ingin menghapus PKI dan simpatisannya hanya karena tidak ada anjuran menonton film ini.

Hal inilah yang disayangkan oleh Rizal Calvary, yang merupakan anggota Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf. “Yang berhentikan (film G30S/PKI) kan Yunus Yosfiah pas jadi Menteri Penerangan. Nah, sekarang Yunus jadi tim penasihat Prabowo,” kata Rizal pada acara Indonesia Pagi tvOne.

Hal senada juga disampaikan Aria Bima, Direktur Program TKN Jokowi-Ma’ruf Amin. Menurutnya sudah tidak relevan lagi jika dikatakan Presiden Jokowi adalah pihak yang menghimbau bahwa film ini tidak lagi diputar.

“Penghentian film G30S/PKI dilakukan oleh Menteri Penerangan saat itu, dalam hal ni Yunus Yosfiah, seorang Letjen Purnawirawan, yang sekarang menjadi penasihat Timses Prabowo,” ungkap Aria.

Pada akhirnya kampanye hitam yang menyudutkan Pemerintahan Jokowi dinilai salah sasaran. Apalagi Aria juga menjelaskan bahwa ada banyak faktor film ini dihentikan siarannya. Seperti adanya upaya dari TNI Angkatan Udara yang ingin menghapus stereotip menyeramkan mengenai Kawasan Halim Perdanakusuma yang jadi salah satu latar di fim G30S/PKI.

Selain itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada era tersebut, Juwono Sudarsono juga menghentikan siaran film tersebut karena ada upaya peninjauan kembali mengenai fakta-fakta sejarah yang belum menggambarkan keadaan sebenarnya.

“Jadi jangan dianggap penghentian itu seolah-olah oleh Ibu Mega atau Pak Jokowi, Gus Dur, atau Pak SBY. Ini dihentikan oleh Pak Yunus Yosfiah dan Juwono Sudarsono,” katanya lagi.

Aria kemudian memberi contoh seperti penghentian “tontonan wajib” pada masa Orba yang lain yakni Serangan Umum 1 Maret yang menampilkan sisi kepahlawanan seorang Soeharto dalam perang kemerdekaan. Menteri Juwono Sudarsono saat itu kemudian menilai, peran Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang jauh lebih besar sama sekali tidak tampak dalam film itu. Hal ini diduga karena film ini memang ingin menonjolkan sosok Soeharto yang pada periode film tersebut “diwajibkan ditonton” sedang menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Menurut Aria, ada upaya politis yang ingin menyudutkan Presiden Jokowi bahwa seolah-olah pemerintah pro dengan PKI. “Kapitalisasi seolah-olah Pak Jokowi tidak setuju pemutaran film G30S itu. Ini suatu hal yang dikapitalisasi isu politik dan itu tidak benar,” kata Aria Bima lagi.

Menurutnya film ini boleh saja ditonton atau tidak ditonton. Semua benar-benar diserahkan kepada masyarakat masing-masing. Termasuk juga kalau mau menonton film Serangan Umum 1 Maret. Bagi yang ingin menonton dipersilakan saja.

Ya kan siapa tahu bioskop sedang penuh-penuhnya, terus kebetulan sudah kebelet banget ingin nonton film bernostalgia dengan masa kecil ketika “diwajibkan” nonton dua film tersebut, ya silakan saja. Tidak ada larangan dan tidak ada anjuran. Cuma pesen saja, jangan ketiduran, film G30S/PKI yang edisi lama durasinya setara dengan nonton film The Lord of The Ring edisi uncut. Kalau yang sekarang mah dah dipendekin durasinya jadi setara Sinetron Indosiar. (K/A)

Terakhir diperbarui pada 30 September 2018 oleh

Tags: G30S/PKIHamengku Buwana IXjokowiMa’ruf AminorbaPKIpolitikprabowoSerangan Umum 1 MaretSoehartosultan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Nasib buruh usai Marsinah jadi pahlawan nasional. MOJOK.CO
Ragam

Suara Hati Buruh: Semoga Gelar Pahlawan kepada Marsinah Bukan Simbol Semata, tapi Kemenangan bagi Kami agar Bebas Bersuara Tanpa Disiksa

12 November 2025
Kami Berdoa Setiap Hari agar Soeharto Jadi Pahlawan Nasional MOJOK.CO
Ragam

Kami Berdoa Setiap Hari agar Soeharto Jadi Pahlawan Nasional. Sejarawan: Pragmatis dan Keliru

11 November 2025
Suara Marsinah dari Dalam Kubur: 'Lucu! Aku Disandingkan dengan Pemimpin Rezim yang Membunuhku'.MOJOK.CO
Ragam

Suara Marsinah dari Dalam Kubur: ‘Lucu! Aku Disandingkan dengan Pemimpin Rezim yang Membunuhku’

10 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pelatihan kerja untuk calon pekerja migran di Jogja. MOJOK.CO

Skill yang Harus Kamu Kuasai sebagai Pekerja Migran “Elite” agar Nggak Dipandang Sebelah Mata

25 Januari 2026
Memetik hikmah dan pelajaran saat para bintang muda urung bersinar di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan MOJOK.CO

Memetik Makna Lain Kekalahan saat Para Bintang Muda Urung Bersinar di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan

23 Januari 2026
Pesan tiket kereta api lebih mudah pakai KAI Access MOJOK.CO

5 Fitur KAI Access yang Memudahkan Perjalanan dengan Kereta Api

23 Januari 2026
Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

19 Januari 2026
Penangkaran merak di Jogja City Mall. MOJOK.CO

Merak Bukan Lagi Sekadar Simbol Keagungan, tapi Teman yang Merakyat di Pojokan Mal Jogja

23 Januari 2026
sate taichan.MOJOK.CO

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026

Video Terbaru

Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

24 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

21 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.