Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Resmikan Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Jokowi Sebut Patung Ini Lebih Tinggi dari Liberty

Redaksi oleh Redaksi
23 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah perjalanan 28 tahun, patung di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park ini akhirnya berdiri kokoh dengan tinggi mencapai 121 meter.

Setelah menempuh lika-liku pembangunan selama 28 tahun, kabar baik datang dari Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Bali. Sabtu (22/9) malam, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah meresmikan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di komplek Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Bali.

“Pada malam hari yang indah ini, saya sangat senang (karena) bisa hadir bersama Bapak Ibu dan Saudara-Saudara sekalian (untuk) menyaksikan mahakarya anak bangsa, patung Garuda Wisnu Kencana,” sambut Jokowi.

Sebutan “mahakarya” yang diberikan Jokowi untuk patung di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park ini tidaklah berlebihan. Bagaimana tidak, patung yang satu ini memiliki ketinggian hingga 121 meter dan menjadi patung tertinggi ke-3 di dunia, setelah The Spring Temple Buddha di China (153 meter) dan The Laykyun Sekkya Buddha di Myanmar (129,2 meter).

Dilansir dari akun Twitter resmi Jokowi, ia juga menyebutkan bahwa patung kebanggaan masyarakat Bali ini mempunyai tinggi lebih dari Patung Liberty di Amerika Serikat (93 meter) yang populer.

Indonesia tak hanya mewarisi Candi Borobudur atau Prambanan, tapi juga bisa melahirkan mahakarya baru seperti Garuda Wisnu Kencana di Bali yang saya resmikan kemarin.

Dibangun sejak 28 tahun, GWK akhirnya terwujud setinggi 121 meter, lebih tinggi dari Patung Liberty. Selamat. pic.twitter.com/B4RLhUKATM

— Joko Widodo (@jokowi) September 23, 2018

“Saya tadi diberikan penjelasan bahwa patung ini lebih tinggi dari pada patung Liberty di Amerika Serikat. Selesainya mahakarya ini bukan hanya membanggakan rakyat Bali, masyarakat Bali, tapi juga membanggakan seluruh masyarakat Indonesia,” tambah Jokowi.

Apresiasi setinggi-tingginya diberikan pula oleh Presiden Jokowi kepada seniman Nyoman Nuarta dan seniman lain yang terlibat dengan gigih atas pembangunan patung GWK di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, bahkan sejak 28 tahun yang lalu. Tegas Presiden, “Terima kasih dan aparesiasi kepada Bapak Nyoman Nuarta atas gagasan besar, keberaniannya dan atas ikhitiar selama ini, tentu gagasan besar itu juga didukung oleh pekerja-pekerja seni yang handal, yang bekerja di ketinggian 121 meter untuk melahirkan mahakarya ini.”

Seperti yang telah diketahui, pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana sempat terhenti pada tahun 1998 akibat krisis moneter. Terlebih, kala itu lahirlah kontroversi dari pemuka agama Hindu di Bali yang meyakini bahwa ukuran patung yang besar akan memengaruhi keseimbangan spiritual di Bali. Apalagi, patung ini rencananya tetap akan dijadikan tempat wisata.

Presiden Joko Widodo, pada kesempatan tersebut, juga menekankan bahwa patung di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park ini bukanlah patung biasa. Disebutkan, GWK merupakan hasil karya perpaduan seni budaya dan kemajuan teknologi dengan riset dan ilmu pengetahuan.

Secara teknis, patung GWK terbentuk dari konstruksi berupa tembaga dan kuningan, memiliki penopang baja sebanyak 21.000 batang dengan berat mencapai 200 ton, lalu dirangkai dengan 170.000 baut. Karena konstruksi yang kokoh inilah Jokowi meyakini patung GWK dapat bertahan hingga ratusan tahun.

Dalam peresmian yang juga diramaikan dengan kembang api tersebut, hadir pula beberapa petinggi negara, termasuk Ibu Negara Iriana, Presiden Indonesia ke-5 Megawati Sukarnoputri, Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Gubernur Bali I Wayan Koster. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 23 September 2018 oleh

Tags: BadungBaliGaruda Wisnu Kencana Cultural ParkIrianaJoko WidodojokowiNyoman Nuartapatung GWKperesmian
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah Mojok.co
Pojokan

Mending Kerja di Bali daripada Jogja, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah

30 Maret 2026
Pantai Drini, Gunungkidul kehilangan keasrian dan identitas. Korban wisata Jogja yang dimirip-miripkan dengan Bali MOJOK.CO
Catatan

Pantai Drini Gunungkidul Kehilangan Identitas dan Keasrian Alami, Korban Wisata Jogja yang Dimirip-miripkan Bali

5 Maret 2026
Resign kerja di Jakarta pilih di Bali. MOJOK.CO
Ragam

Baru Satu Tahun Kerja di BUMN, Pilih Resign karena Nggak Kuat “Ugal-ugalan” di Jakarta sampai Temukan Peluang Karier Lebih Baik di Bali

6 Januari 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Naik Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

1 April 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Diledek ibu karena merantau dari Jakarta ke Jogja. MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pulang ke Jakarta setelah Sekian Lama, malah Diledek Ibu Saat Kumpul Keluarga karena Tak Bisa Sukses seperti Saudara Lainnya

29 Maret 2026
Pekerja Jakarta resign setelah terima THR dan libur Lebaran

Pekerja Jakarta Resign Pasca-THR Bukan karena Gaji, tapi Muak dan Mati Rasa akibat Karier Mandek dan Rekan Kerja “Toxic”

30 Maret 2026
Kerja Susah di Jogja, Diledek Orang Surabaya Gak Bakal Sukses. MOJOK.CO

Nekat Tinggalkan Surabaya untuk Meniti Karier di Jogja, Menyesal Tak Dengarkan Nasihat Orang Tua yang Terlanjur Kecewa

31 Maret 2026
Salah paham pada kuliner sate karena terlalu miskin. Baru benar-benar bisa menikmatinya setelah dewasa untuk self reward MOJOK.CO

Salah Paham ke Sate: Kaget dan Telat Sadar kalau 1 Porsi Bisa buat Diri Sendiri, Jadi Self Reward Tebus Masa Kecil Miskin

31 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.