Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Patung Garuda Wisnu Kencana, Perjuangan 28 Tahun di Bali

Redaksi oleh Redaksi
21 Mei 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Proyek patung Garuda Wisnu Kencana di Bali ibarat cermin dari perjuangan hidup. Setelah berlangsung 28 tahun, patung ini akhirnya memasuki tahap upacara pasupati dan pemasangan mahkota.

Kalau bicara soal perjalanan lika-liku kehidupan, tampaknya kita bisa belajar dari proses pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana, atau lebih sering dikenal sebagai patung GWK.

Iklan

Didanai oleh BUMN Bali Tourism Development Corporation (BTDC) dan dibuat oleh seniman asal Bali, Nyoman Nuarta, proyek patung GWK ini dirintis sejak tahun 1989. Semula, patung ini direncanakan berada di dalam Bandara Ngurah Rai. Namun, karena alasan keterbatasan ruang, Nyoman meminta pembangunan patung dilakukan di luar bandara. Lokasi yang kemudian dipilih adalah lokasi GWK sekarang, yang dulunya merupakan bekas galian C.

Patung GWK sendiri merupakan wujud Dewa Wisnu yang tengah mengendarai burung garuda. Bentuk ini dipilih karena disebutkan dalam kisah Garuda dan Kerajaannya. Naiknya Dewa Wisnu merupakan bentuk terima kasih dari si burung karena Wisnu telah menyelamatkan ibunya dari perbudakan.

Patung Dewa Wisnu (sumber: blog.airpaz.com)
Patung Garuda (sumber: blog.airpaz.com)

Terus, di mana letak lika-likunya?

Pembangunan patung ini sempat tidak berlanjut pada tahun 1998 akibat krisis moneter. Selain itu, berhentinya pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana pun didasari pula oleh kontroversi pemuka agama Hindu di Bali. Tak sedikit dari mereka merasa bahwa ukuran patung yang besar akan memengaruhi keseimbangan spiritual di Bali. Apalagi, patung ini pun rencananya tetap akan dijadikan tempat wisata.

Di tengah halangan-halangan ini, dukungan pun terus bermunculan. Sebagian pemuka agama tidak sependapat dengan anggapan di atas. Sebaliknya, mereka justru mendukung proyek ini karena berpeluang meningkatkan kunjungan wisatawan. Maka, hingga hari, ini pembangunan terus berlanjut.

Fyuuh, syukurlah~

Meski meleset dari target selesai akhir 2017, Nyoman Nuarta tak putus asa. Baru-baru ini, ia dipenuhi rasa bangga karena kemarin, hari Minggu (20/5), patung yang terdiri dari 24 segmen dengan total 754 modul ini diupacarai pasupati sekaligus dilengkapi dengan pemasangan kepala dan mahkota Dewa Wisnu yang konon seberat 3,5 ton. Dalam akun pribadinya, Nyoman mengabadikan peristiwa ini.

https://www.instagram.com/p/BivcydUFlTI/?taken-by=nyoman_nuarta

Tak hanya itu, dari 754 modul, kini tercatat sudah 510 modul terpasang. Badan patung Dewa Wisnu pun sudah berada di atas patung garuda, seperti yang tampak pada gambar berikut.

Patung GWK (sumber: Instagram GWK Bali)

Di upacara pasupati dan pemasangan mahkota tersebut, seluruh umat yang hadir bertepuk tangan di tengah suasana haru. Bahkan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika sampai meneteskan air mata. Diakuinya, perasaannya tersentuh saat mengingat para penggagas patung GWK terdahulu.

Ya, selain Nyoman Nuarta, ada nama lain yang ambil peran dalam proyek ini, di antaranya adalah Joop Ave—Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi—serta Ida Bagus Sujana.

Tampaknya, harapan besar terus ditumpukan pada patung Garuda Wisnu Kencana ini. Pasalnya, patung ini digadang-gadang akan mengalahkan besar patung Liberty dengan jarak pandang mencapai 20 km. Soal ketahanannya pun sudah dipertimbangkan melalui tes hancur. Kabarnya, patung GWK ini baru akan hancur jika angin berembus dengan kecepatan mencapai 250 km/jam, sedangkan kecepatan angin terbesar di Bali ada di angka 70 km/jam.

Iklan

Semoga cepat selesai dengan sukses, GWK!

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2018 oleh

Tags: BaliDewa WisnuGaruda Wisnu KencanaGWKNyoman Nuartapatung
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pengeroyokan di Bali tidak dibenarkan. MOJOK.CO
Kabar

Pakar Hukum Pidana: Pelaku Pengeroyokan di Bali Bisa Kena KUHAP, sementara Keluarga Korban Terlanjur Alami Trauma

27 Juli 2026
Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah Mojok.co
Pojokan

Mending Kerja di Bali daripada Jogja, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah

30 Maret 2026
Pantai Drini, Gunungkidul kehilangan keasrian dan identitas. Korban wisata Jogja yang dimirip-miripkan dengan Bali MOJOK.CO
Catatan

Pantai Drini Gunungkidul Kehilangan Identitas dan Keasrian Alami, Korban Wisata Jogja yang Dimirip-miripkan Bali

5 Maret 2026
Resign kerja di Jakarta pilih di Bali. MOJOK.CO
Ragam

Baru Satu Tahun Kerja di BUMN, Pilih Resign karena Nggak Kuat “Ugal-ugalan” di Jakarta sampai Temukan Peluang Karier Lebih Baik di Bali

6 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andromeda dan bajaj. MOJOK.CO

Sempat Larang Anak Kuliah di ITB hingga Akhirnya Luluh, Rela Tempuh Jogja-Bandung dengan Bajaj sebagai Penyemangat

24 Juli 2026
Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6 MOJOK.CO

Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6

27 Juli 2026
Buku "Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri" jadi ikhtiar mencatat risalah panjang kompleks Kedaton Ambarrukmo Yogyakarta melintasi 5 zaman MOJOK.CO

Ikhtiar Mencatat Risalah Panjang Ambarrukmo Melintasi 5 Zaman, Situs yang Terus Hidup tanpa Mencerabut Akar

23 Juli 2026
Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Perilaku meresahkan pengunjung di Indomaret Point Coffee MOJOK.CO

Ngopi Enak di Indomaret Point Coffee Jadi Terganggu karena Perilaku Pengunjung yang Meresahkan tapi Tak Sadar Diri

24 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.