Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Kata PKS, MUI Jabar Jangan Lebay Soal #2019GantiPresiden

Redaksi oleh Redaksi
2 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Memberi imbauan agar aksi #2019GantiPresiden tidak dilakukan di Jawa Barat, MUI Jabar dibilang berlebihan oleh PKS.

Pagi ini, Kamis (2/8), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengeluarkan imbauan yang menyebutkan sebaiknya gerakan #2019GantiPresiden tak digelar di Jawa Barat. Menurut Rachmat Syafei, Ketua MUI Jabar, imbauan ini ditujukan agar Jawa Barat terhindar dari polemik yang mungkin timbul.

Namun, yang lebih menghebohkan publik, Sekretaris Umum MUI Jabar Rafani Akhyar mengeluarkan pernyataan kontroversial. Menurut Rafani, pihaknya menilai gerakan #2019GantiPresiden didominasi oleh unsur provokasi dan menjadi aksi inkonstitusional sebab telah melanggar hak konstitusional Presiden RI saat ini yang masih memiliki hak untuk kembali dipilih.

“Kami menilai, seharusnya gerakan tersebut menyuarakan ajakan untuk berkompetisi secara sehat, sesuai dengan konstitusi dan mengangkat hal-hal positif yang ditawarkan kepada rakyat Indonesia dari calon-calon yang dijagokan pada Pilpres 2019 yang akan datang, siapapun calonnya itu,” ujarnya lebih lanjut.

MUI Jabar juga menegaskan bahwa hasil Ijtima Ulama tempo hari bukanlah keputusan MUI.

“Supaya masyarakat tahu, hasil ijtima ulama itu bukan hasil ijtima MUI. MUI tidak ada kaitannya. Itu hanya dari ulama tertentu,” ujar Rachmat. Ia menegaskan pula bahwa hasil ijtima ulama hanyalah bersifat rekomendasi, bukan fatwa yang harus ditaati.

Sontak, tak sedikit pihak memandang langkah MUI Jabar yang mengeluarkan imbauan ini sebagai langkah politis. Namun, tudingan ini langsung dibantah.

Imbauan yang berani ini juga mendapatkan reaksi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Seperti yang diketahui, PKS adalah salah satu partai yang dikenal turut mendukung gerakan #2019GantiPresiden.

Dilansir dari Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah PKS Jawa Barat Abdul Hadi, gerakan #2019GantiPresiden bukanlah aksi yang melanggar regulasi. “Tidak ada sesuatu yang dilanggar, ini legal, konstitutional, dan emang 2019 ada pemilu presiden. Jadi, (MUI Jabar) enggak usah berlebihan.”

Imbauan PKS terhadap imbauan MUI cabang Jawa Barat ini memang menjadi counter attack tersendiri. Namun, meski dibilang “lebay”, mereka memiliki alasannya tersendiri.

Sebelumnya, kasus pengadangan Neno Warisman di Batam seusai mengikuti aksi #2019GantiPresiden menjadi viral di media massa. Berkaca dari kejadian ini, pihak MUI di Jabar tentu tak ingin mengulang peristiwa yang sama.

Sementara itu, MUI Pusat, melalui Wakil Ketua Umum Zainut Tauhid Sa’adi, mendukung imbauan yang berlaku di Jawa Barat ini. Disebutkannya, para elite politik semestinya bisa menahan diri dan tidak terjebak pada kegiatan politik praktis yang dapat memicu konflik di masyarakat. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 2 Agustus 2018 oleh

Tags: #2019GantiPresidenfatwaIjtima UlamaMUI Jabarneno warismanPKS
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Wacana Koalisi PDIP dan PKS di Putaran Kedua Pilpres, Siapkah Lawan Kubu Prabowo?
Video

Wacana Koalisi PDIP dan PKS di Putaran Kedua Pilpres, Siapkah Lawan Kubu Prabowo?

20 Januari 2024
kasus kdrt mojok.co
Kotak Suara

Anggota DPR dari PKS Terseret Kasus KDRT, Sudah Mundur, Gimana Kelanjutan Kasusnya?

26 Mei 2023
khonsa taqiya caleg muda pks mojok.co
Podium

Khonsa Taqiya, Mahasiswa UNY yang Nyaleg lewat PKS: ‘Jika Politik Itu Kotor, Harus Dibersihkan, Bukan Ditinggalkan’

19 Mei 2023
pks diy mojok.co
Kotak Suara

PKS Daftarkan 55 Bacaleg ke KPU DIY, Usung Keterwakilan Perempuan

11 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul MOJOK.CO

Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul

30 Januari 2026
Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan MOJOK.CO

Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan

29 Januari 2026
4 jenis orang/pengendara yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya dan dipersulit bikin SIM. Biang kecelakaan lalu lintas MOJOK.CO

4 Jenis Orang yang Harus Dilarang Nyetir Motor di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan, Biang Nyawa Melayang

2 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh” MOJOK.CO

Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”

31 Januari 2026
DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF MOJOK.CO

DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF

31 Januari 2026

Video Terbaru

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026
Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.