Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Dua Kericuhan yang Melibatkan PDI-P Saat Pendaftaran di KPU

Redaksi oleh Redaksi
17 Juli 2018
A A
pdi perjuangan
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kesalahan komunikasi dan minat baca (yang mungkin) rendah adalah masalah. Mungkin itu yang bikin PDI-P panas jelang penutupan pendaftaran bacaleg 2019.

Selasa, 17 Juli 2018, adalah batas akhir pendaftaran bagi bakal calon anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota untuk Pemilu 2019. Komisioner KPU, Ilham Saputra, menegaskan bahwa tidak akan ada kompensasi waktu pendaftaran. Seperti cara menghindari kemacetan: kalau tidak mau mengantre hari ini, ya berangkat kemarin!

“Tidak ada kompensasi waktu. Sampai sekarang kita sudah menyosialisasikan dan sudah tetapkan dalam peraturan KPU bahwa pendaftaran calon itu 4-17 Juli 2018. Jadi harus semua besok, hari terakhir, tinggal jamnya saja kita tunggu konfirmasi,” kata Ilham Saputra di hari Senin (16/7) seperti diberitakan oleh detik.com.

Nah, di sini masalahnya. Beberapa partai di Indonesia nampaknya mempraktikkan kebiasaan murid sekolah yang malas. Suka mengerjakan tugas di hari terakhir pengumpulan, atau mengerjakan PR di pagi hari sebelum bel sekolah masuk. Terburu-buru, kita-kita ini jadi sulit untuk mengontrol emosi. Pada akhirnya, kericuhan mudah terjadi.

Hari Selasa 17 Juli 2018 yang menjadi tenggat pendaftaran bacaleg 2019 diwarnai dua kericuhan. Hebatnya, dua kericuhan yang terjadi melibatkan salah satu partai lawas di Indonesia, yaitu PDI Perjuangan (PDI-P). Kericuhan terjadi di KPU Jakarta dan di Purworejo.

Kericuhan pertama, yang terjadi di KPU Jakarta, Jl. Imam Bonjol melibatkan PDI-P dan Partai Perindo. Rombongan PDI-P sampai di KPU Jakarta sekitar pukul 13.45. Tidak terlalu lama berselang, rombongan Partai Perindo yang dipimpin langsung oleh Hary Tanoesoedibjo  datang. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 14.00.

Tak ayal, kericuhan terjadi ketika rombongan PDI-P merasa KPU tidak adil lantaran rombongan Perindo yang justru dipersilakan masuk dan dilayani. Padahal, PDI-P sudah datang duluan dan merasa mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan dari KPU. Pihak partai berlambang banteng itu merasa KPU tebang pilih, tidak adil.

Padahal, ketika dikonfirmasi, petugas KPU Suyadi menegaskan bahwa Partai Perindo dilayani terlebih dahulu meski datang lebih lambat karena mereka sudah memasukkan berkas lebih dulu ketimbang PDI-P.

“PDI-P sudah datang duluan, Perindo datang dikasih akses duluan, padahal yang sudah registrasi itu Perindo, sedangkan PDI-P belum,” tegas Suyadi. Hemmm…salah komunikasi memang bisa berbahaya.

Kericuhan lain yang melibatkan PDI-P terjadi di Purworejo. Kericuhan melibatkan mereka, dengan mereka sendiri, alis kericuhan internal. Pangkal masalah kericuhan di KPU Purworejo sendiri adalah rebutan nomor urut utama.

Selasa siang, rombongan PDI-P Purworejo datang ke kantor KPU. Kedatangan rombongan terasa begitu meriah dengan iringan musik calung, lengkap dengan tokoh pewayangan punokawan. Sayangnya, keceriaan itu pecah setelah Supangat (45), salah satu bacaleg tidak terima lantaran dirinya hanya mendapatkan nomor urut 4.

Bacaleg yang akan bertarung di dapil 5 Purworejo tersebut merasa dirinya layak mendapatkan nomor urut satu. Supangat, sebagai Ketua PAC dan pernah dua kali menjadi anggota dewan tidak terima lantaran nomor urut utama diberikan kepada adik dari ketua DPC PDI-P Purworejo. Jika tidak mendapatkan nomor urut utama, Supangat mengancam akan mengundurkan diri.

Nah, masalahnya adalah, kisruh internal ini tidak akan berakhir manis untuk Supangat. Pasalnya, Luhur Pambudi, Ketua DPC PDI-P Purworejo, menegaskan bahwa penentuan nomor urut bacaleg adalah keputusan partai dan sudah disetujui Megawati. Bahkan, Luhur sendiri mengungkapkan bahwa Supangat sudah tanda tangan di atas materai.

“Mungkin dia tidak baca dengan cermat hasil keputusan tersebut,” kata Luhur. Nah, mungkin inilah contoh nyata dari pernyataan bahwa minat baca Indonesia masih rendah. (YMS)

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2018 oleh

Tags: bacaleg 2019kpuMegawatiPDI-PPemilu 2019
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pakar UGM nilai, ikap Megawati atas retret: menjaga kewibawaan PDIP MOJOK.CO
Aktual

Ketundukan Kepala Daerah pada Megawati: Marwah PDIP hingga Efek Retret yang Belum Tampak Hasilnya

22 Februari 2025
Hasto Wardoyo pilih urus sampah di Kota Jogja di tengah ketidakpastian instruksi retret Megawati untuk kader PDIP MOJOK.CO
Aktual

Urus 1.600 Ton Sampah Kota Jogja di Tengah “Drama”

21 Februari 2025
Menanti keputusan Megawati yang belum pasti di DPD PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) MOJOK.CO
Aktual

Suasana Serba Tak Pasti di Kantor DPD PDIP DIY Menanti Kepastian Megawati

21 Februari 2025
kpps bantul.MOJOK.CO
Ragam

Curhat Petugas KPPS Bantul, Gaji Sehari Lumayan tapi Hadapi Saksi Galak dan Tekanan di TPS Lebih Menantang  

11 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

19 Tahun Gempa Jogja dan Teror di Bangsal Rumah Sakit MOJOK.CO

19 Tahun Setelah Gempa Besar Mengguncang, Ingatan akan Teror di Sebuah Rumah Sakit Besar di Jogja Datang Kembali

8 Januari 2026
Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
Curhat petugas front line KRL Solo-Jogja kerja di KAI. MOJOK.CO

Sisi Gelap Kerja di KAI dengan Upah Layak: Risiko Difitnah Penumpang hingga Terkuras Fisik dan Mental

5 Januari 2026
Kumpul kebo (kohabitasi) sesama jenis di Malang dan Surabaya. Menemukan kebahagiaan, berharap menikah, tapi takut lukai hati orang tua MOJOK.CO

Kumpul Kebo Sesama Jenis di Malang-Surabaya: Tak Melulu Soal Seks, Merasa Bahagia meski Lukai Orang Tua

7 Januari 2026
Hidup di Desa.MOJOK.CO

Jadi Anak Terakhir di Desa Itu Serba Salah: Dituntut Merawat Ortu, tapi Selalu Dinyinyiri Tetangga karena Tak Merantau

7 Januari 2026
Orang Medan naik angkot di Bandung. MOJOK.CO

Orang Medan Pertama Kali Naik Angkot di Bandung, Punya Cara Tersendiri Meminta Sopir Berhenti Sampai Bikin Penumpang Syok

5 Januari 2026

Video Terbaru

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

3 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.