Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

Hal-Hal yang Tidak Boleh Kamu Lakukan Saat Melewati Genangan Air di Jalan

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
28 Maret 2019
A A
cuaca ekstrem mojok.co

Ilustrasi cuaca ekstrem. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mojok Institute telah mengumpulkan data mengenai hal-hal apa saja yang sebaiknya tidak kamu lakukan saat melewati genangan air hujan di jalan

Musim hujan telah tiba dan membuat problematika kita berkembang dari sekadar “patah hati” menjadi “patah hati dan basah kehujanan”. Bagi pengguna jalan, hal yang perlu dipersiapkan selain payung atau mantel adalah kesigapan dan kepedulian terhadap lingkungan, alias kewaspadaan terhadap lubang-lubang jalanan yang langsung terisi air hujan.

Ya, Saudara-saudara; genangan air hujan, meski terdengar sepele, nyatanya bisa menjadi masalah menyebalkan. Saya pernah dengan pedenya melaju di atas motor, melewati sebuah genangan air yang terlihat normal. Lah jebul, genangan tadi menutupi sebuah lubang yang cukup dalam untuk membuat saya terkejut sambil latah, “Eh monyong, monyong!”

Berangkat dari kehebohan genangan air di masa musim penghujan, Mojok Institute telah mengumpulkan data mengenai hal-hal apa saja yang sebaiknya tidak kamu lakukan saat melewati genangan air di jalan. Bukan apa-apa, ini semua demi keselamatanmu.

1. Jangan Ngebut

Dengan alasan yang sama seperti apa yang saya alami, kamu sangat disarankan untuk tidak melaju dengan kecepatan tinggi. Selain karena bisa berbahaya, hal ini juga bakal mengganggu pengguna jalan lain. Maksud saya, kamu tentu nggak mau, kan, lagi jalan pelan-pelan saat hujan, lalu malah kecipratan air genangan secara mendadak hanya karena ada kendaraan yang ngebut seenaknya saja???

2. Jangan Pakai Sepatu

Saran kedua, hindari mengenakan sepatu, lengkap dengan kaus kakinya. Bahkan, sejak hujan turun di awal, segera kenakanlah sandal untuk menghindari kaki yang basah dan terkungkung dalam alas kaki, seperti sepatu. Selain bakal menjadikan kakimu bau, repot juga kalau kamu harus menjemur ulang kaus kaki dan sepatumu gara-gara basah karena hujan dan genangan air, bukan?

3. Jangan Dikuras

Ya, betul: mentang-mentang genangan air tadi cukup tinggi dan banyak dan mengganggu pengguna jalan, nggak perlulah kamu turun dan menguras habis genangan tersebut dari lubang jalanan yang dimaksud. Selain bakal menyebabkan kemacetan gara-gara kamu mendadak turun dan nangkring di tengah jalan, kamu juga bakal membuang-buang waktumu sendiri—apalagi kalau hujan masih turun!

4. Jangan Buat Mancing

Kebiasaan sebagian besar orang Indonesia adalah mengganggap semua kubangan air sebagai tempat bermukimnya ikan-ikan yang bisa dipancing. Got kecil di rumah saya, misalnya, dulu sering sekali jadi tempat mancing teman-teman sebaya, padahal isinya cuma kecebong. Selokan yang lebih besar bahkan selalu jadi sasaran pancing bapak-bapak sambil merokok di lain hari. Nah, berangkat dari pengalaman ini, bukan tidak mungkin kalau kamu juga berpikir genangan air adalah tempat yang tepat untuk mencari ikan gurame.

Duh, plis, lah!

5. Jangan Buat Berendam

Ada beberapa orang yang sangat terobsesi dengan bathtub di kamar mandi sehingga merasa bahwa berendam adalah sebuah privilege yang menyenangkan. Teman saya pernah rela mandi berendam sampai pukul 3 pagi hanya karena ke-excited-an ini, begitu pula dengan adik saya yang mandi berjam-jam setiap kali kami mengunjungi hotel dengan bathtub di kamar mandinya.

Berangkat dari hal ini, Mojok Institute berpesan: nggak usahlah kamu turun dari kendaraan atau melempar payungmu hanya untuk nyebur ke genangan air, bawa sabun, dan berendam. Alih-alih terlihat aesthetic, berendam di genangan air hujan justru membuatmu tampak sedang berkubang, dan kami rasa itu adalah ide yang buruk

Yah, daripada berkubang di genangan air, mendingan kamu berkubang di genangan kebahagiaan, misalnya dengan memeluk pacar erat-erat saat dibonceng dan melewati genangan air.

Tapi, yah, tahu apa saya soal kebahagiaan pacaran? Ckck!

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: bathtubgenangan airmancingmusim hujanngebutpengguna jalanpenghujan
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Alasan Sepele yang Membuat Orang Sleman seperti Saya Iri dengan Kota Jogja Mojok.co
Pojokan

Alasan Sepele yang Membuat Orang Sleman seperti Saya Iri dengan Kota Jogja

25 Januari 2026
Alasan Jogja Tetap Panas Meski Sudah Masuk Musim Hujan MOJOK.CO
Aktual

Alasan Jogja Tetap Panas Meski Sudah Masuk Musim Hujan

20 Desember 2023
puncak musim hujan mojok.co
Kilas

Siapkan Payung! Berikut Ini Prediksi Puncak Musim Hujan Berbagai Wilayah di Indonesia

29 Desember 2022
Foto uji coba saat makan di bawah bendungan. Foto Dok. Alan
Liputan

Kaliku: Ngopi Asyik di Pinggir Kali 

17 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cara Pamit Megadeth Agak Cringe, Tapi Jadi Eulogi Manis Buat Menutup Perjalanan Empat Dekade di Skena Thrash Metal.MOJOK.CO

Album “Pamitan” Megadeth Jadi Eulogi Manis dan Tetap Agresif, Meskipun Agak Cringe

30 Januari 2026
kentucky, rocket chicken mojok.co

“Kentucky” Pinggir Jalan: Makanan Biasa-Biasa Saja yang Terasa Mewah, Menyadarkan Betapa Miskinnya Saya Dulu

29 Januari 2026
Dat, pemuda dengan 3 gelar universitas putuskan tinggalkan kota demi bangun bisnis budidaya jamur di perdesaan MOJOK.CO

Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

4 Februari 2026
Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul MOJOK.CO

Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul

30 Januari 2026
Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik MOJOK.CO

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik

4 Februari 2026
Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026

Video Terbaru

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026
Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.