Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Superhero Lokal yang Harusnya Tampil di Film Avengers: Endgame

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
25 April 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kenapa kita menonton pahlawan-pahlawan aseng? Daripada mengagumi mereka yang ada di film Avengers, mendingan merefleksikan rasa cinta pada superhero lokal!

Ramai-ramai pemutaran perdana film Avengers: Endgame kemarin membuat kami—manusia-manusia di Mojok Institute—geleng-geleng kepala. Tiket di bioskop hari pertama habis dengan cepat, padahal jam pemutarannya dimulai dari pagi—beberapa bahkan mulai sejak pukul 5 Subuh!

Iklan

Tenang, tenang, ini bukan artikel spoiler. Hanya saja, melihat deretan nama superhero yang tampil di Endgame, jiwa nasionalisme ini tergerak: kenapa kita harus menonton pahlawan-pahlawan aseng, coba??? Daripada mengagumi Iron Man dan Thor, apa kalian-kalian ini tidak ingin merefleksikan rasa cinta kalian tadi pada mereka-mereka yang lebih…

…lokal?!

Ya, Teman-temanku sekalian, para superhero dari Marvel Cinematic Universe (MCU) yang perjalanannya dimulai dari kemunculan Tony Stark di film Iron Man (2008) ini nyatanya nggak wah-wah amat, kok. Jangan emosi dulu—soalnya, di negara kita yang tercinta, para superhero juga sudah lama berkelana.

Malah, kalau dipikir-pikir, superhero lokal yang lahir di Indonesia ini juga punya kesempatan besar untuk masuk ke jajaran Avengers. Melalui pertimbangan yang panjang tapi bohong, hehe, Mojok Institute telah merangkum 5 nama utama superhero di Indonesia yang sekiranya bisa lolos kurasi (emangnya naskah esai?!) sebagai teman-temannya Black Panther berikut ini:

1. Gundala Putra Petir

Gundala Putra Petir mendapat kekuatannya setelah disambar petir waktu lagi patah hati, tapi selamat berkat serum antipetir di dalam tubuhnya. Kisah kelahiran kekuatannya ini memang agak drama, berbeda dengan Thor yang merupakan dewa petir, anak dari Odin, raja seluruh dewa. Makanya, tanpa perlu membubuhkan kata “Petir” dalam namanya, semua orang langsung paham siapa Thor sebenarnya.

Bergabungnya Gundala dalam Avengers jelas bakal memberi warna baru. Sebab, meski sama-sama bisa menembakkan petir, Gundala memiliki kecepatan super yang melebihi Thor, sementara Thor memiliki kekuatan super yang mengungguli Gundala.

Duh, saling melengkapi banget, sih~

2. Saras 008

Pahlawan lokal perempuan Indonesia ini terkenal dengan posenya saat berubah yang dinilai “sangat kucing”. Yah, mau bagaimana lagi; Saras 008 memang mendapat kekuatannya dari seekor kucing yang sudah mati. Kalau dipikir-pikir, kekuatan-dari-binatang ini mengingatkan kita pada superhero yang “lahir” dari gigitan laba-laba: Spiderman.

Kostum Saras 008 berwarna hitam putih, atau dalam bahasa Inggris adalah black-white. Kalau disingkat, warna black-white ini menjadi BW. Nah, di Avengers, BW justru mengingatkan kita pada…

…Black Widow!!!

Wow, wow, wow, bukankah ini sebuah kebetulan yang maksa kebetulan banget? Siapa tahu, mereka berdua memang ditakdirkan bertemu untuk menjadi sahabat, kan?

3. Panji Manusia Millenium

Panji dikisahkan mengelola sebuah panti asuhan, menunjukkan bahwa ia adalah orang yang cukup berjiwa sosial. Karakter ini mengingatkan kita pada Tony Stark yang meski rada-rada playboy, ia juga memiliki sebuah yayasan dan dikenal sebagai dermawan.

Iklan

Sementara Iron Man memiliki baju besi sebagai salah satu kelebihannya, kekuatan otot Panji pun jauh melebihi manusia normal lainnya. Daya tahan keduanya patut diapresiasi, bahkan bisa saling melengkapi, seperti Gundala dan Thor di poin pertama.

Lagi pula, siapa tahu nih ya, nama lengkap Iron Man itu adalah Iron Man … usia Millenium.

Lah, ternyata mereka saudaraan!

4. Merpati

Bukan, ini bukan burung putih yang terbang dengan elegan itu, Saudara-saudara. Merpati adalah superhero perempuan asli Indonesia yang kostumnya berlogo huruf M besar. Berambut panjang dan diurai, penampilannya membuat kita teringat pada Captain Marvel di film Avengers.

Kenapa Merpati harus ikut film Avengers? Selain karena ia sepertinya bisa berkawan baik dengan Captain Marvel—bahkan mungkin membentuk duo bernama MarMer dan menjadi duo perempuan paling kuat sedunia—ia rupanya dikisahkan sebagai pacar Gundala yang akhirnya resmi menyandang status sebagai istri si Putra Petir.

Maksud saya—LDM alias Long Distance Marriage itu kan nggak enak, Sis!

5. Maza

Superhero yang satu ini berasal dari komik berjudul Maza sang Penakluk. Sekilas, ia mengingatkan kita pada Hulk, padahal—tunggu dulu, ia justru merupakan “majikan” dari satu lagi jagoan yang lebih mirip Hulk: Jin Kartubi.

Jadi, kalau Maza menggosok pisau belatinya, Jin Kartubi akan muncul dan membantu Maza mengatasi permasalahan asmara yang dihadapi. Maza sendiri digambarkan seperti Tarzan—yang juga berotot—dan memiliki kekuatan super.

Nah, bukankah bayangan tentang seseorang yang seperti Tarzan dan bisa mengendalikan jin dengan kekuatan seperti Hulk bakal menjadi plot twist besar di film Avengers?

Yaaaah, tapi kalau kamu sulit membayangkannya, bolehlah kamu mengimajinasikan Maza dan Jin Kartubi serupa dengan tokoh Jun dan Om Jin dalam sinetron Jin dan Jun, lalu anggap mereka menjadi 500 kali lebih kuat daripada sebelumnya.

Apa? Kamu nggak tahu Jin dan Jun? Hadeeeeh, nggak usah sok muda gitu, deh!

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: Endgamefilm avengersGundala Putra Petiriron mansaras 008Thortony stark
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

jaka sembung film laga indonesia mojok.co
Hiburan

4 Film Laga Legendaris Indonesia, Nostalgia Aksi Para Pendekar dari Masa Lampau

15 Juli 2023
Nafkah-Tony-Stark-MOJOK.CO
Esai

Jika Iron Man Orang Indonesia, Sudah Pasti Dia Orang Madura!

25 Juli 2021
Pojokan

Kenapa Ada Orang yang Rela Nonton “Avengers: Endgame” Jam 5 Pagi di Bioskop?

16 April 2019
Esai

Alasan Kenapa Negeri Ini Butuh Lebih Banyak Toilet Umum

14 Maret 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dahlan Iskan, iklim investasi di Jateng sangat cocok bagi pengusaha untuk investasi MOJOK.CO

Iklim Investasi di Jawa Tengah Menarik Hati, Bikin Puluhan Pengusaha Melirik untuk Kolaborasi

19 Juni 2026
Orang desa tidak mengenal konsep pensiun dan menua dengan tenang (slow living). Itu hanya konsep orang kota MOJOK.CO

Pensiun Ala Orang Desa Tak Seperti Bayangan Orang Kota: Bukan karena Rencana Slow Living tapi Dipaksa Keadaan Getir

19 Juni 2026
Perjuangan Lily usai lulus dari manajemen dakwah. MOJOK.CO

Kisah Anak Tukang Tambal Ban yang Setahun Nganggur usai Wisuda, Kini Bisa Kerja di Sekolah Internasional setelah Ratusan Penolakan

17 Juni 2026
Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026
Percepatan sertifikasi tanah wakaf di Jawa Tengah (Jateng): kesadaran pentingnya tanah dengan sertifikat MOJOK.CO

Kesadaran Sertifikasi Tanah Wakaf Warga Jateng Tertinggi Nasional, Karena Sertifikat Tempat Ibadah Penting agar Tak Jadi Masalah

16 Juni 2026
“A Decade of Leisures”, Perayaan 10 Tahun Land of Leisures dengan Tujuan Memperkuat Ekosistem Kreatif Lokal

“A Decade of Leisures”, Perayaan 10 Tahun Land of Leisures dengan Tujuan Memperkuat Ekosistem Kreatif Lokal

19 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.