Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

8 Cagub yang Tidak Perlu Khawatir Jika Kalah dalam Pilkada 2018

Puthut EA oleh Puthut EA
19 Februari 2018
A A
Tokoh-Nyapres-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Untuk 8 nama ini, kalah di pilgub 2018 mungkin malah membuka babak baru yang membuat nama mereka makin berkibar.”

Putaran pilkada 2018 sudah resmi dimulai. Ratusan pasang tokoh mempertaruhkan strategi pemenangan untuk kelak bisa dipercaya memimpin daerah di mana mereka berlaga. Sebagian pasti kalah dan tersingkir. Tapi, ada 8 orang calon gubernur yang tak perlu khawatir jika mereka kalah.

Kenapa? Karena begitu usai putaran pilkada, dalam waktu nisbi dekat, putaran pileg sekaligus pilpres dimulai. Berbekal dengan jam terbang dan nama besar, mereka langsung bisa terlibat dalam timses pilpres. Jika jagoan mereka menang, mereka pun besar kemungkinan masuk ke dalam jajaran kabinet, menduduki kursi menteri.

Siapa saja mereka? Berikut nama-namanya.

1. Djarot Saiful Hidayat

Sosok satu ini punya latar belakang yang paling komplet. Dia mengawali karier sebagai dosen, lalu anggota DPR. Tidak lama kemudian menduduki jabatan sebagai wali kota Blitar selama dua periode. Dan kita semua tahu, sebelum berlaga sebagai cagub Sumatra Utara, dia pernah menjadi wakil gubernur DKI.

Dengan jam terbang selama itu, kompetensi yang tak diragukan, maka jika dia kalah dalam pertarungan di Sumatra Utara, jika Jokowi menang lagi menjadi presiden, bukan tidak mungkin kedudukan mentereng seperti Menteri Dalam Negeri layak diberikan kepada Djarot.

2. Edy Rahmayadi

Masih dari laga peraduan di Sumatra Utara, ada nama lain yang menyeruak: Edy Rahmayadi. Selain mantan pangkostrad, laki-laki dengan pangkat terakhir letnan jenderal ini juga ketua umum PSSI.

Jika kelak dia kalah di Sumatra Utara, lalu Prabowo menang pertarungan di pilpres, Edy yang memilih aktif di PKS ini bisa saja dipilih sebagai Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam). Atau bisa pula diberi jabatan sebagai Menteri Pertahanan.

3. Ridwan Kamil

Laki-laki kelahiran Bandung 46 tahun lalu ini juga punya latar belakang yang luar biasa sebelum kemudian terpilih sebagai wali kota Bandung. Dia pernah bekerja di Amerika sebagai seorang arsitek, pernah pula jadi dosen di alma maternya, ITB, dan mendirikan perusahaan di bidang perencanaan, arsitektur, dan desain.

Saat ini dia berlaga di pilgub Jawa Barat. Jika nanti tidak beruntung dan bergabung di salah satu tim pemenangan pilpres, dan jika jagoannya kelak menang, ada beberapa jabatan menteri yang cocok buatnya. Dua di antaranya adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, atau Menteri Pariwisata.

4. Ganjar Pranowo

Ganjar adalah salah satu calon terkuat pada pilgub Jawa Tengah. Laki-laki alumnus Fakultas Hukum UGM yang juga aktif di mapala ini pernah menjadi anggota DPR sebelum kemudian bertarung dan menduduki jabatan sebagai gubernur Jawa Tengah.

Jika tak beruntung di laga keduanya ini, kalau Jokowi kelak terpilih kembali menjadi presiden untuk kali kedua, berbekal jam terbangnya itu, dia sangat mungkin menduduki kursi menteri. Kementerian yang cocok dipimpinnya adalah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

5. Sudirman Said

Sebelum masuk ke dunia politik, Sudirman Said juga punya pengalaman seabrek. Dia bahkan pernah dipercaya Jokowi sebagai menteri ESDM.

Jika kalah dalam laga memperebutkan kursi Jateng I, laki-laki kelahiran Brebes 54 tahun lalu ini bisa saja dipercaya Prabowo kembali menjadi menteri. Tentu jika Prabowo menang. Dia bisa kembali diminta memimpin Kementerian ESDM, atau Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Iklan

6. Saifullah Yusuf

Saifullah Yusuf atau akrab dipanggil Gus Ipul akan melakukan pertarungan politik tingkat tinggi untuk menduduki jabatan sebagai gubernur Jatim. Pengalamannya juga banyak. Pernah menjadi ketua GP Ansor selama dua periode, pernah jadi anggota DPR, dan pernah pula menjadi menteri sebelum kemudian terpilih dua kali sebagai wakil gubernur Jatim mendampingi Pakde Karwo.

Dengan latar belakangnya yang beragam, kalau dia kalah dalam pemilihan Gubernur Jatim dan jitu merapat ke salah satu capres, jika Capres yang didukungnya menang, Gus Ipul bisa dipercaya kembali menjadi menteri. Salah satu kementerian yang cocok dipimpinnya adalah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Atau bisa juga dipercaya sebagai Menteri Sekretaris Negara.

7. Khofifah Indar Parawansa

Khofifah juga punya latar belakang yang sangat beragam, serta dianggap cukup mumpuni di berbagai bidang. Dia lama duduk sebagai anggota DPR. Pernah menjadi menteri dua kali.

Pada pilgub Jatim nanti, jika dia tidak lolos, dan kemudian merapat kembali ke Jokowi sebagai timses, dan Jokowi kembali jadi Presiden, Khofifah paling pas diberi amanah sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

8. Nurdin Abdullah

Sebelum maju sebagai salah satu cagub Sulawesi Selatan, Nurdin menduduki jabatan sebagai Bupati Bantaeng selama dua periode. Dia pernah menjadi guru besar di Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. Selama memimpin Bantaeng, Nurdin banyak menerima penghargaan.

Jika nasib tak begitu baik dalam laga pilgub Sulsel, dan dia jitu merapat ke salah satu capres, dengan pengalaman dan latar belakang akademisnya, dia bisa saja dipercaya sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, atau Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Jadi bagi delapan nama di atas, kekalahan dalam Pilgub bukan akhir dari perjalanan politik. Bisa jadi malah menjadi babak baru yang membuat nama mereka makin berkibar.

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2018 oleh

Tags: #MojokPilkadaanalisisdjaroteddy rahmayadiganjar pranowoGus Ipulkalahkhofifahnurdin abdullahPemilu 2019pilkada 2018 calonridwan kamilSudirman Said
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat MOJOK.CO
Esai

Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat 

11 Mei 2026
Ide Bodoh Ridwan Kamil untuk Atasi Kemacetan Jakarta MOJOK.CO
Esai

Ide Nggak Masuk Akal Ridwan Kamil: Datangkan Psikolog dan Ustaz Keliling untuk Atasi Kemacetan Jakarta

3 September 2024
Saifullah Yusuf: PBNU Diserang Luar Biasa, Rais Aam Minta Kami Menahan Diri
Video

Saifullah Yusuf: PBNU Diserang Luar Biasa, Rais Aam Minta Kami Menahan Diri

1 Februari 2024
Ramai Debat Soal Tanah Milik Prabowo yang Luasnya Sekitar 100 Kali Kota Jogja MOJOK.CO
Kabar

Ramai Debat Soal Tanah Milik Prabowo yang Luasnya Sekitar 100 Kali Kota Jogja

7 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Sebat Bareng menjadi upaya sederhana merespons kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Berlangsung di 16 daerah MOJOK.CO

Sebat Bareng di 16 Kabupaten/Kota: Cara Sederhana Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Pengingat Industri Kretek Masih Dibutuhkan Indonesia

31 Mei 2026
Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu? MOJOK.CO

Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu?

29 Mei 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.