Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

The Greatest Estate Developer, Manhwa Terbaik Sepanjang Masa, Solo Leveling Nggak Ada Seujung Kukunya!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
4 Oktober 2025
A A
The Greatest Estate Developer, Manhwa Terbaik Sepanjang Masa, Solo Leveling Nggak Ada Seujung Kukunya!

The Greatest Estate Developer, Manhwa Terbaik Sepanjang Masa, Solo Leveling Nggak Ada Seujung Kukunya! (Wiki The Greatest Estate Developer)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bayangkan seperti ini: kau tiba-tiba terbangun di dalam dunia buku yang sedang kau baca, sebagai karakter paling dibenci, lalu mengubah nasibmu dengan pengetahuan yang kamu miliki tentang arsitektur. Itulah bagaimana The Greatest Estate Developer, manhwa terbaik yang pernah ada bermula.

Oke, kalian tidak akan fokus pada awal mula cerita, tapi klaim saya tentang manhwa terbaik yang pernah ada. Iya, saya serius. Solo Leveling? Lupakan. Gosu? Gimme a break. The Legend of Northern Blade? Oh, oke. That makes sense. Tapi tetap saja, saya tak mau didebat perkara ini: The Greatest Estate Developer lah yang terbaik.

TGED menceritakan tentang Kim Suho, yang berpindah dunia ke dalam buku yang ia baca, sebagai Lloyd Frontera, anak seorang bangsawan yang terkenal brengsek dan tak berguna. Seiring waktu, ia yang harusnya jadi karakter yang mati kelewat awal malah jadi pusat dunia, dan mengubah nasib dunianya lewat pengetahuannya tentang arsitektur.

Manhwa ini fokus pada komedi dan cerita-cerita yang ringan. Saya jamin, bagi yang suka cerita berat, masih bisa menikmatinya. Tapi bagi yang suka cerita ringan, sumpah, saya berani jamin kalian akan suka banget dengan ceritanya.

Saya punya alasan jelas kenapa saya mengklaim begitu. Manhwa yang barusan tamat ini nyatanya memang punya modal untuk disebut yang terbaik, dan akan saya jelaskan di bawah.

Cerita The Greatest Estate Developer yang enteng tapi nggak sederhana

Bayangkan kalian pulang kerja, rebahan, capek, dan kalian ingin menghibur diri. Tentu, kalian lebih memilih cerita-cerita yang ringan. Tak mungkin kalian dalam keadaan capek memilih baca The Northern Blade, makin kesel koe cah.

Nah, The Greatest Estate Developer menyajikan cerita yang ringan, kocak, tapi masih punya value dan plot yang menyenangkan. Di sini, Lloyd Frontera selalu punya gebrakan yang baru, serta komedi yang muncul dari mana saja. Meski dunia berputar pada Lloyd Frontera dan Javier Asrahan, tapi tokoh-tokoh sampingan masih diberi porsi yang banyak, plus tidak digambarkan asal-asalan.

Bagi saya sih, menikmati The Greatest Estate Developer sembari rebahan adalah cara menikmati waktu paling menyenangkan.

Visual yang huahahahaha

Visual dalam manhwa ini memang top notch. Ia tidak sehebat Pick Me Up! Atau The Legend of Northern Blade, tapi ciri khas visualnya begitu membantu kita menikmati cerita tersebut.

Saya suka saat ekspresi Javier bisa digambar begitu detil, sekalipun ia hanya terlihat kecil. Lalu, tiap ekspresi karakter digambarkan begitu pas dan detil. Di The Greatest Estate Developer, tidak ada karakter yang digambar asal-asalan, sekalipun ia hanya muncul di bagian yang kecil.

Ini pendapat pribadi saya ya, secara visual, detilnya masih kalah jauh ketimbang The Legend of Northern Blade, tapi, justru ini bikin saya makin bisa menikmati. Sebab, gambar yang terlalu bagus itu memang eye pleasing, tapi ada kalanya juga bikin capek.

Yang paling menyenangkan adalah visual Lloyd pas muka jelek (tapi dia jelek tiap waktu sih). Sumpah, bisa bagus dan menggambarkan kejelekan yang jarang ditunjukkan di manhwa.

The Greatest Estate Developer penuh informasi yang penting

Yang paling saya suka di manhwa ini adalah, kita belajar banyak. Meski kadar informasinya tak sebanyak The Tomb Raider, tapi bagi saya sudah cukup karena emang TGED fokus di arsitektur.

Kayak, di awal-awal kita sudah disuguhi ondol, penghangat lantai ala Korea. Lalu bagaimana dia membangun pilar di laut, terus jembatan yang pakai suspensi, bagaimana Lloyd bikin apartemen, terus bikin proyek sanitasi kota, ini bener-bener detil informasinya. Makanya, saya bilang manhwa ini nggak bikin capek, karena setiap informasi diberikan dengan pas tapi tanpa mengurangi esensi dan isi.

Iklan

Ketimbang kalian penasaran, saya rasa sih mumpung weekend, mulai baca-baca di kanal komik yang kalian tahu. Saran saya sih, pakai Brave, biar nggak kena iklan. Dan kalian akan setuju, bahwa The Greatest Estate Developer, memanglah manhwa terbaik sepanjang masa.

Sumber gambar: The Greatest Estate Developer wiki

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Rekomendasi Manhwa Terbaik yang Nggak Boleh Dilewatkan dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2025 oleh

Tags: arsitekturmanhwarekomendasi manhwa terbaikrekomendasi novel koreaThe Greatest Estate Developer
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO
Kampus

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
ilustrasi 5 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Sering Dihargai Lebih Rendah ketimbang Ilmunya mojok.co
Pojokan

5 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Sering Dihargai Lebih Rendah ketimbang Ilmunya

15 September 2021
ilustrasi Bangunan Tema Industrial yang Dibikin Ngasal: Bukannya Bikin Tentram, tapi Malah Suram mojok.co
Kilas

Bangunan Tema Industrial yang Dibikin Ngasal: Bukannya Bikin Tentram, tapi Malah Suram

9 Juli 2021
Joglo Jadi Nama Rumah Tradisional Jawa Itu Salah, tapi Nggak Salah-salah Banget mojok.co
Esai

Joglo Jadi Nama Rumah Tradisional Jawa Itu Salah, tapi Nggak Salah-salah Banget

22 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang? MOJOK.CO

Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

30 Januari 2026
Siswi SMA di Bantul, Yogyakarta mengikuti pelatihan tanggap bencana dari IDM. MOJOK.CO

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
ibu dua anak, SMA Internasional Budi Mulia Dua, sekolah islam yang tidak mewajibkan siswinya berjilbab.

Ibu Dua Anak Nekat Balik Masuk SMA Demi “Memutus Kemiskinan”, Cita-Cita Ingin Kuliah Kedokteran

29 Januari 2026
Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar.MOJOK.CO

Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

30 Januari 2026
Pemuda Solo bergaya meniru Jaksel bikin resah MOJOK.CO

Saat Pemuda Solo Sok Meniru Jaksel biar Kalcer, Terlalu Memaksakan dan Mengganggu Solo yang Khas

28 Januari 2026
KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

Sebagai “Alumni” KA Airlangga, Naik KA Taksaka Ibarat “Pengkhianatan Kelas” yang Sesekali Wajib Dicoba Untuk Kesehatan Mental dan Tulang Punggung 

30 Januari 2026

Video Terbaru

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.