Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
5 Januari 2026
A A
Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)

Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi saya, dan mungkin sebagian besar warga Jogja, menyadari bahwa ada bahaya besar di balik kata “romantisasi”. Entah pembaca, khususnya dari daerah istimewa ini mau mengakuinya atau tidak, istilah tersebut membawa lebih banyak masalah ketimbang manfaat. Dan kini, istilah berbahaya itu mulai merambat ke daerah lain.

Menjadi redaktur di Mojok mengizinkan saya membaca ratusan artikel yang masuk. Salah satu tema yang selalu seksi untuk menjadi tema tulisan adalah kedaerahan. Kami, di Mojok, menyebutnya tema “Nusantara”.

Kalau membicarakan Jogja, tentu banyak cabang bahasan yang menarik. Nah, kalau soal romantisasi, sudut pandang yang selalu memancing perdebatan adalah perbandingan. Untuk memperbandingkan Jogja sebagai kota yang cocok untuk menerapkan konsep slow living dan frugal living, muncul nama Purwokerto. Selain Purwokerto, muncul kemudian nama Salatiga.

Setelah mendalami “nuansa” yang Salatiga tawarkan, saya maklum kalau banyak status kemudian melekat. Pertama, soal slow living dan frugal living, di mana Salatiga memang cocok. Kedua, kota ini sudah menyandang status “kota pensiun” seperti Purwokerto. Bahkan, kota ini masuk dalam nominasi UNESCO Creative Cities Network (UCCN). DAMN! 

Sekarang, mari kita mendalami fenomena ini satu per satu. Setelahnya kita akan menyenggol betapa istilah “romantisasi” itu membawa bahaya.

Salatiga yang seksi untuk slow living dan frugal living

Sebuah pengakuan yang positif, akan menciptakan citra positif juga. Itu kalau hanya “sebuah”. Ketika lebih banyak orang memberikan pengakuan positif, yang terbangun adalah status. Dan status ini akan menancap sangat dalam ke hati siapa saja yang, pada akhirnya, mengunjungi atau tahu soal Salatiga.

Nggak main-main, nama-nama besar memuji Salatiga. Membuat kota ini semakin cocok untuk menerapkan gaya hidup slow living dan frugal living. Mari kita menyelami banyaknya pujian ini.

Pertama, Sandiaga Uno, menyebut Salatiga sebagai Kota Kreatif Gastronomi terbaik di Indonesia. Menurut Sandi, sustainable tourism di sini sangat kuat. Jadi, nggak hanya nyaman sebagai tempat tinggal, tapi kota ini juga produktif.

Kedua, Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia membuat sebuah survei dengan konteks Most Livable City Index (MLCI). Secara berkala, IAP mengukur tingkat kenyamanan kota berdasarkan persepsi warganya.

Menengok rilis indeks kota layak huni, Salatiga konsisten mencatatkan skor di atas rata-rata nasional (terakhir tercatat skor 71,4 dari 100). Selain itu, para ahli dari IAP menyebutkan bahwa fasilitas publik, ketersediaan ruang terbuka hijau, dan kemudahan akses transportasi menjadi faktor utama yang membuat warga Salatiga merasa sangat puas tinggal di sana.

Ketiga, Ismail Hasani, S.H., M.H., Direktur Eksekutif SETARA Institute dan pakar Hukum Tata Negara menyebut Salatiga hampir selalu menduduki peringkat 1 atau 3 besar sebagai kota paling toleran di Indonesia (termasuk pada laporan tahun 2024 dan 2025).

Ismail Hasani menyatakan bahwa “Budaya Toleransi” di sini bukan sekadar slogan, melainkan sudah menjadi gaya hidup. Keamanan dari konflik sosial inilah yang menjadi fondasi utama kota ini dinilai paling nyaman di Jawa.

Nggak heran kalau istilah slow living dan frugal living sering menempel di nama Salatiga. Lumrah.

Baca halaman selanjutnya: Romantisasi yang berpotensi menjadi sisi gelap.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 5 Januari 2026 oleh

Tags: bahaya romantisasifrugal livinggentrifikasiJogjaPurwokertoromantisasiromantisasi Jogjasalatigasalatiga kota toleransiSandiaga Unoslow livingsolo
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Jogja macet saat mudik Lebaran
Urban

Sebagai Warlok, Saya Tidak Sedih karena Tak Bisa Mudik tapi Jengkel Satu Indonesia Pindah ke Jogja

9 Maret 2026
Karjimut di Jogja yang merantau pilih tidak mudik Lebaran. MOJOK.CO
Urban

“Bohong” ke Keluarga Saat Mudik Lebaran: Rela Habiskan Uang Berjuta-juta agar Dicap Sukses padahal Cuma Karjimut di Jogja

9 Maret 2026
wayang, plaza ambarrukmo.MOJOK.CO
Seni

Di Balik Pagelaran Wayang 20 Jam Nonstop: Menaklukkan Angin, Hujan, dan 40 Kepala Manusia di Atap Mal

8 Maret 2026
Anak rantau di Jogja pilih jadi marbot. MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid

6 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Motivation letter untuk beasiswa erasmus di Portugal. MOJOK.CO

Kisah Pemuda Asal Tulungagung Kuliah di Portugal: Lolos Beasiswa Erasmus karena “Motivation Letter” yang Menggugah

3 Maret 2026
Kurir Alfagift, layanan Alfamart penyelamat pekerja Jakarta

Alfagift, Penyelamat Pekerja Jakarta dari “Mati” Kelaparan karena Kelelahan dan Tak Punya Teman Makan

4 Maret 2026
Laki-laki gaji 3 juta tidak ada harganya. Standar sukses dan mapan ala TikTok adalah gaji 30 juta MOJOK.CO

Cowok Gaji 3 Juta Tak Ada Harganya di Mata Perempuan: Cuma Cukup buat Makan Anjing, Standar Mapan Itu Gaji 30 Juta buat Dapat Pasangan

3 Maret 2026
Perjalanan Memaafkan: Dendam ke Orang Tua karena Tak Diizinkan Kuliah di UGM, Jadi Luruh karena Bekal “Ndeso” Bikinan Ibu MOJOK.CO

Perjalanan Memaafkan: Dendam ke Orang Tua karena Tak Diizinkan Kuliah di UGM, Jadi Luruh karena Bekal “Ndeso” Bikinan Ibu

4 Maret 2026
Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati di Cirebon.,MOJOK.CO

Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati

9 Maret 2026
KA bengawan, KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

User KA Bengawan Merasa Kesepian Saat Beralih ke Kereta Eksekutif KA Taksaka, “Kereta Gaib” Harga Rp74 Ribu Tetap Juara Meski Bikin Badan Pegal

9 Maret 2026

Video Terbaru

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026
Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

3 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.