Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Siklus Orang Lapar 4.0: Scroll GoFood dan GrabFood, Berakhir Bikin Mi Instan

Paradoks pesan makanan online di GoFood dan GrabFood

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
6 September 2021
A A
ilustrasi Siklus Orang Lapar 4.0: Scroll GoFood dan GrabFood, Berakhir Bikin Mi Instan mojok.co

Siklus Orang Lapar 4.0: Scroll GoFood dan GrabFood, Berakhir Bikin Mi Instan

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bagi sebagian orang, kebanyakan pilihan itu bikin pusing. Sama kayak orang lapar yang scroll GoFood dan GrabFood dan berakhir pada pilihan sederhana: bikin mi instan.

Ketika TK dulu, saya pengin banget punya jin kayak Aladdin yang bisa mengabulkan tiga permintaan. Bahkan sebelum nemu lampu ajaib, saya sudah menyusun tiga permintaan ultimate. Satu, meminta jumlah permintaan saya diubah jadi tidak terhingga. Dua, meminta semangka tanpa biji yang rasanya manis banget. Tiga, meminta setiap makanan yang ada di buku resep, koran, dan majalah bisa muncul di hadapan saya seketika. Permintaan pertama terdengar cerdas, tapi tidak berwujud, permintaan kedua sudah tuntas dengan teknologi pangan, permintaan ketiga tuntas dengan adanya layanan GoFood dan GrabFood. Memikirkan ini membuat saya percaya bahwa teknologi adalah keajaiban dan manusia lebih hebat dari jin botol.

Iklan

Layanan pesan antar makanan jadi makin populer dan menggeser perilaku konsumen. Nggak heran kalau rekanan perusahaan digital lain mulai nyemplung juga di bidang ini. Lihat saja Shopee Food dan Traveloka Eats yang nggak mau kalah ngasih diskonan. Konsumen serasa dimanjakan.

Awalnya layanan pesan antar makanan memang begitu menjanjikan banyak kemudahan. Okelah, kalau lapar dan sibuk, tetap bisa kenyang tanpa effort. Asal mau agak telaten cari diskon, soal harga yang lebih mahal juga bisa diakali. Kadang, justru lebih murah pakai layanan pesan antar daripada beli langsung. Mantap nggak? Mantap dong. Saya sering banget ngubek-ngubek tiga aplikasi pesan antar cuma biar dapat harga yang lebih murah, top-up dompet digital sampai dapat bonus cashback yang padahal nilainya nggak seberapa.

Masalahnya gini, orang-orang kayak saya punya problem serius terkait GoFood, GrabFood, dan laynan pesan antar lainnya. Siklusnya begitu rumit dan akan saya ceritakan betapa ketika lapar dan punya banyak pilihan makanan justru mendorong saya ke jurang niatan: ah bikin mi aja lah!

Saat lapar, pilihan pertama yang akan saya ambil adalah buka aplikasi layanan pesan antar. Aplikasi mana yang saya pilih? Jujur saja, saya ngacak. Kadang buka GoFood dulu, kadang buka GrabFood kalau saldo OVO lagi bagus, atau langsung buka Shopee Food demi cari diskon. Tahap berikutnya adalah pilih makanan, tahap yang tidak lebih sederhana dari proses pilih-pilih instansi dan jabatan saat daftar PNS. Sinyal yang otak saya tangkap saat saya lapar adalah: ingin kenyang. Kadang saya juga sudah membayangkan makanan tertentu, misalnya ayam geprek, mi ayam, atau ketoprak. Sayangnya bayangan itu bisa goyah seketika saat saya melihat gambar makanan lain di aplikasi GoFood dan GrabFood.

“Loh, kok siomay kayaknya enaaak.” begitu pikir saya dengan cukup tolol.

Setelah sedikit jalan-jalan ke berbagai gerai siomay, mulai yang ratingnya bagus sampai gerai baru buka, saya lalu melakukan kalkulasi harga. Sering kali, di GoFood diskonnya lumayan, tapi kok harus pakai Gopay dan saya lagi nggak punya. Saya pun memutuskan untuk lihat di aplikasi GrabFood, siapa tahu gerai yang sama diskonnya lebih menguntungkan. Ya, memang sekonyol itu.

Tidak lama setelah buka GrabFood, saya sering mendapati diskon gerai terkenal yang ndilalah menjanjikan banget. Busettt, tak dinyana, Shihlin lagi diskon separuh harga! Saya pun bergegas. Padahal harga Shihlin dibandingkan siomay sebagai tadi juga jauh lebih mahal. Ini jelas-jelas bukan problematika berhemat, tapi lebih kepada membandingkan makanan mana yang terenak dengan value yang paling bagus. Kok jadi njelimet gini ya, kalau dipikir-pikir.

Sek to, belum kelar.

Setelah memilih menu Shihlin dan tinggal menekan tombol order, seketika saya teringat Shopee Food yang kerap ngasih diskon gila-gilaan. Saya pun loncat lagi ke aplikasi lain demi mencari gerai yang sama. Wow, ternyata harganya lebih murah, gas nggak nih? Ah, tapi uang segitu kalau buat beli siomay dapat dua piring. Uang segitu kalau buat beli Olive Chicken yang sama-sama ayam kriuk juga lebih murah. Wadoooh, pusing! Bodo amat, pikir saya, akhirnya saya bikin Indomie goreng pakai telor karena menyerah dengan dilema yang saya buat-buat sendiri. Setengah jam berlalu sia-sia. Scroll GoFood, GrabFood, dan Shopee Food for nothing.

Bukankah konyol? Jauh lebih konyol karena pengalaman ini nggak hanya saya sendiri yang mengalami. Beberapa kawan saya juga melakukan hal yang sama, netizen juga pernah membagikan meme dengan problem serupa. Heran banget, saya nih bukan orang yang pemilih lho padahal. Apa kabar orang-orang Libra?

Fenomena macam ini pernah jadi keresahan hingga muncul sebuah riset yang dijuluki marmalade experiment. Singkatnya eksperimen ini menguji bagaimana perilaku konsumen saat dihadapkan pada begitu banyak pilihan. Kelompok konsumen pertama sebanyak 40% dari jumlah responden, diberikan 6 pilihan selai jeruk. Kelompok konsumen kedua sebanyak 60% dari jumlah responden diberi 24 pilihan selai jeruk. Hasilnya kocak sekali. Sebanyak 12% dari jumlah konsumen kelompok pertama benar-benar membeli selai jeruknya. Sedangkan yang beli selai di kelompok kedua hanya 24%. Berbagai penelitian sejenis juga menyimpulkan hal yang sama.

Selanjutnya, fenomena ini disebut sebagai paradox of choice. Semakin banyak pilihan, orang justru semakin bingung dan berakhir meninggalkan semua pilihan. Persis siklus orang lapar yang scrolling GoFood, GrabFood, dan Shopee Food yang justru berakhir dalam pilihan yang lebih realistis untuk mengganjal perut dengan cepat dan murah: bikin mi instan. Betapa paradoksikal hidupmu, kata saya kepada diri sendiri.

BACA JUGA Layanan GoFood Hanyalah Bentuk Kemalasan yang Menyamar atau artikel AJENG RIZKA lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 6 September 2021 oleh

Tags: food deliverygofoodgrabfoodperilaku konsumenperusahaan digitalpesan antar makananshopeefoodtraveloka eats
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Pendiri One Stop Parking di Jogja, Ribut Fajariyanto. MOJOK.CO

Perjalanan Ribut Merintis Usaha Kuliner One Stop Parking di Jogja: Dibesuk Presiden SBY hingga Dapat Omset Rp50 Juta dalam Sebulan

21 Agustus 2025
Gojek dan Pemerintah Daerah Yogyakarta Bantu Pelaku UMKM Melek Teknologi Digital. MOJOK.CO

Gojek dan Pemerintah Daerah Yogyakarta Bantu Pelaku UMKM Melek Teknologi, Digitalisasi adalah Kunci

21 Agustus 2025
Cerita mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya yang kuliah nyambi jadi driver Shopeefood hingga bisa lulus cumlaude MOJOK.CO

Rasa Capek yang Terbayar kala Jadi Driver Shopeefood usai Gagal Jadi Tentara dan Bapak Kena Tipu

24 Februari 2025
Cuma Pesan Makanan di GoFood Bisa Nonton Konser Maliq & D'Essentials Gratis, Ini Caranya.MOJOK.CO

Cuma Pesan Makanan di GoFood Bisa Nonton Konser Maliq & D’Essentials Gratis, Ini Caranya!

21 November 2024
gojek ramadan mojok.co

Gojek Siapkan Amunisi Hemat dan Cermat untuk #LengkapiRamadan, Dukung Produktivitas dan Ibadah di Momen Suci

29 Maret 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026
fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
Pesan veteran Indonesia di momen kemerdekaan. MOJOK.CO

Dari Veteran Indonesia ke Generasi Muda yang Pesimis Rayakan Kemerdekaan: Bacalah Buku Sejarah!

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.