Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Siasat Agar Bisa Santai-santai di Kantor tanpa Merasa Berdosa

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
12 Januari 2020
A A
sensus penduduk 2020 santai di kantor tips karyawan startup kerja keras overtime lembur hiburan mojok.co

santai di kantor tips karyawan startup kerja keras overtime lembur hiburan mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Meski sering mengaku kerja sesuai passion, kalau sudah waktunya jenuh ya jenuh aja. Tidak jarang keinginan untuk santai-santai di kantor pun muncul. Tapi adakah siasat jitu agar bisa santai tanpa merasa berdosa? Jawabannya: Ada.

Otak yang sudah mendidih itu perlu didinginkan. Percayalah, kepala akan meledak kalau terus-terusan buat memikirkan kerjaan. Ada saatnya kalian menuruti godaan untuk chill, minum es, ngopi, ditambah kuaci dan udud-udud. Membayangkannya saja sudah relaks, bukan?

Tapi sebagai manusia yang punya id, ego, dan superego, ada kalanya kita merasa bersalah santai-santai di kantor yang kita lakukan. Ya iyalah, masih jam kerja kok maunya istirahat. Itu mah namanya curang.

Artikel ini cuma ditujukan buat anak kantoran yang kantornya udah kelewatan. Kayak, sering ngasih lembur tanpa upah atau atasan berulang kali memberi tugas di luar jam kerja. Tips di sini makin legitimate buat dipraktikkin ketika dua alasan tadi dikombinasikan dengan limpahan tugas-tugas di luar job desk. Anggap saja tindakan di bawah ini termasuk bentuk protes diam-diam.

Siasat pertama, matikan listrik kantor diam-diam.

Semenjak penemuan listrik, manusia semakin manja. Ketergantungan dengan listrik ini kini sudah jadi pemakluman umat. Makanya, kita manfaatkan keadaan ini baik-baik. Mematikan lapu bakal melumpuhkan aktivitas, minimal orang-orang termasuk supervisor kalian bakal memperbolehkan kalian leha-leha.

Perlu diingat, mematikan listrik diam-diam butuh keahlian. Jangan sampai berbunyi, atau nanti dianggap njeglek dan bakal dicek sama office manager. Buat wacana seola listrik yang mati ini adalah hasil pemadaman bergilir. Sebab, protes dan memaksa PLN segera menyalakan lampu kembali adalah sebuah utopia.

Siasat kedua, kacaukan sinyal wi-fi kantor.

Setelah sedikit ngobrol dengan beberapa hacker low profile saya berhasil dapat kesimpulan kalau beberapa benda elektronik sepert rice cooker dan microwave bisa mengacaukan sinyal wifi. Letakkan kedua benda sakti andalan ibu rumah tangga ini di sebelah router wifi, niscaya….

Agar siasat ini berjalan lancar, mintalah salah satu teman untuk mengakses salah satu web yang telah diblokir Kominfo, biar yang muncul tulisan bad request. Di saat bersamaan, dengan suara mantap dan lantang, berteriaklah, “Wadoooh, sinyal wi-fi bikin kerjaan kelar tahun depan nih!” Lalu beranjak dari kursimu dan segera ngacir beli jajan. Maka saat kembali semua orang, sudah kipas-kipas sambil main UNO.

Siasat ketiga, sewa grup perkusi Malioboro.

Sebelum bekerja mampirlah ke Malioboro. Lha, kalau kantormu di Jakarta ya naik pesawatlah! Lalu sewalah grup perkusi satu grup full team. Bilang pada mereka untuk main di kantor kalian antara habis Zuhur sampai Asar, karena berdasarkan bisikan syetan jam-jam ini rawan godaan bersantai di kantor. Setelah mereka datang suasana jadi riuh dan ceria.

Yakinlah, tidak ada yang akan bisa konsentrasi kerja mendengar suara perkusi. Yang ada, justru pada auto goyang. Semua senang, kerjaan pun jadi urusan belakangan.

Siasat keempat, datangkan Nicholas Saputra.

Iklan

Perlu berapa kali lagi sih saya tegaskan kalau: Tidak ada yang bisa menolak pesona Mas Nicho. Kalau nggak percaya mbok dibuktikan sendiri. Selamat mencoba ya klean para pejuang santai~

BACA JUGA Debat Mencuci Pembalut VS Buang Langsung adalah Hasil Konspirasi Turun Temurun atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2020 oleh

Tags: Kantorsantai
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

OB dan satpam kantor, orang paling tulus untuk berbagi kerja ketimbang teman-teman di tempat kerja MOJOK.CO
Ragam

OB dan Satpam Kantor Paling Nyaman buat Berbagi Cerita dan Berkeluh Kesah, Lebih Tulus ketimbang Teman Kerja yang Kebanyakan Bermuka Dua

21 Januari 2026
Penjaskes

Hati-Hati, Stres di Tempat Kerja Bisa Memicu Banyak Penyakit

14 Juni 2019
Curhat

Dilema Karyawan yang Dikucilkan Bos di Kantor

2 Februari 2019
pekerjaan-freelance-milenial
Pojokan

Camkan Ini, Wahai Freelancer Garis Miring yang Anti Dengan Kerja Kantoran

18 November 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

gojek instant.MOJOK.CO

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.