Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Risma Sebaiknya Tak Ikut Urusi Masalah Sampah Jakarta

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
31 Juli 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Perang bintang Gubernur Anies Baswedan versus Wali Kota Tri Rismaharini sedang terjadi di jalur Jakarta-Surabaya PP. Semua gara-gara sampah.

Pangkalnya adalah celetukan anggota DPRD Jakarta yang bilang masalah sampah di Jakarta baru bisa selesai kalau Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mau datang dan menanganinya. Pernyataan kontroversial ini tercetus saat DPRD Jakarta studi banding ke DPRD Surabaya untuk mencari solusi pengelolaan sampah.

“Apakah Ibu Risma mau kita boyong ke Jakarta dalam waktu dekat? Masalah sampah ini bisa terselesaikan kalau pilkada mendatang Bu Risma pindah ke Jakarta,” kata Bestari Barus, biasa dipanggil Bestari, Ketua Fraksi NasDem DPRD Jakarta.

Masyaallah, pilpres baru kelar, udah ada yang ngomong pilkada. Bapak ini dibekep aja apa ya.

Tapi yang tak terduga, Risma malah nggak mendinginkan suasana. Sebaliknya dia malah ikut-ikutan menyambar umpan lambung yang diberi Bestari. “Ya, aku ngomong, medeni (menakutkan). Gimana nggak takut, lha katanya Bantargebang 2021 tutup, sedangkan baru selesai 2022 (pembangunan TPA baru). Lha, terus satu tahun gimana? Sehari saja bisa messy (kacau) nggak keangkut sampahnya,” ujar Risma.

Menurut tim Versus Mojok yang konsen pada isu-isu kebahasaan, tuturan amburadul Bu Risma yang membingungkan itu klirnya begini: Masalah sampah Jakarta itu menakutkan. Kabarnya tempat pembuangan akhir Bantargebang akan ditutup tahun 2021, tapi TPA penggantinya baru selesai dibangun 2022. Lalu di mana sampah Jakarta akan dibuang selama setahun jarak antara penutupan dan pembukaan TPA baru itu? Padahal sehari saja TPA tutup, sampah-sampah yang tak terangkut sudah bikin keadaan kacau.

Pernyataan Risma segera menyulut api dalam diri Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Beliau langsung merepons dengan balasan yang seperti biasa, tak pernah mengecewakan.

Menurut Anies, persoalan sampah di Jakarta sekarang ada karena gubernur sebelumnya tidak menanganinya dengan baik. “Jadi Pak Bestari itu membicarakan Jakarta yang dia ikut tanggung jawab kemarin. Jadi beliau suka lupa, maunya menyerang gubernur yang sekarang. Lupa (bahwa masalah) ini (juga) menyerang gubernur-gubernur sebelumnya tuh,” kata Anies Baswedan. Semua kata dalam kurung adalah tambahan dari tim Versus Mojok.

“Yang saya terima saat ini adalah kenyataan yang ada sejak kemarin. Angka-angka itu kan sudah bertahun-tahun,” kata Anies lagi.

Menurut Anies, saat ini dirinya sedang mewarisi persoalan sampah dari gubernur-gubernur sebelumnya. Tidak perlu disebutkan lah ya siapa gubernur yang dimaksud. Jelas Ahok sama Jokowi dong. Masak Ali Sadikin. Kejauhan, bos.

Penjelasan Anies Baswedan benar belaka. Masalah sampah, seperti juga masalah reklamasai, polusi, banjir, sungai bau, kemacetan, semua warisan dari gubernur-gubernur sebelumnya. Semua masalah itu ada tidak lain dan tidak bukan karena Jokowi dan Ahok tidak membereskannya. Coba bayangkan betapa nggak adilnya kelelahan Anies saat ini, harus menerima kritik dari sana-sini karena problem sisa masa lalu.

Idealnya kan, gubernur-gubernur sebelumnya kerja yang benar biar penerusnya santai. Biar bisa fokus balikin modal kampanye, atau konsentrasi mencapai tujuan semua orang yang pengin jadi gubernur/wakil gubernur Jakarta akhir-akhir ini: maju pilpres. Dikata nyiapin strategi pilpres dan ngumpulin modalnya gampang apa?

Jadi, Pak Bestari dan anggota DPRD Jakarta lainnya, tolong, tolong sekali, kalau ngomong, dipikir dulu. Kalau mulai gampang lupa, pertimbangkan ikut sesi terapi demensia. Kritik sembarangan bukan perilaku terpuji. Kalau menyerang, prinsip adil dan cover both side tetap harus dijunjung tinggi. Menyerang itu yang santun. Semacam koboi yang mau nembak, permisi dulu. Anda-Anda anggota dewan harus camkan, masalah-masalah yang ada di Jakarta, sekali lagi, adalah kenyataan yang ada sejak kemarin.

Dan untuk Bu Risma, sudahlah, Bu, anteng saja di Surabaya. Ingat lho, 2016 silam sudah ada petisi menolak Anda maju pilkada Jakarta 2017. Petisi dari warga Surabaya itu jelas sekali isinya, Anda tidak diinginkan berada di Ibu Kota Indonesia. Tidak diinginkan itu mestinya menimbulkan perasaan perih tho, Bu? Jadi, tolong jangan ikut campur masalah Jakarta, Bu. Pliiis.

Terakhir diperbarui pada 1 Agustus 2019 oleh

Tags: ahokAnies BaswedanGubernur JakartajokowiRismasampah
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Hidup Cemas di Manggarai Jakarta Selatan karena Tawuran MOJOK.CO
Esai

Merantau di Manggarai Jakarta Selatan Artinya Hidup Sambil Memelihara Ketakutan, Hidup Susah, dan Terancam Tawuran yang Bisa Terjadi Kapan Saja

18 Mei 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

blok m jakarta selatan.mojok.co

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
Surat Wasiat dari Siswa di NTT Itu Tak Hanya Ditujukan untuk Sang Ibu, tapi Bagi Kita yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak. MOJOK.CO

Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

7 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
4 jenis orang/pengendara yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya dan dipersulit bikin SIM. Biang kecelakaan lalu lintas MOJOK.CO

4 Jenis Orang yang Harus Dilarang Nyetir Motor di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan, Biang Nyawa Melayang

2 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.