Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Rencana Ibu Kota Jawa Barat Pindah: Bandung dan Jakarta Jadi Simbol LDR

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
29 Agustus 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah rencana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur, kini muncul kabar bahwa Ridwan Kamil telah mempersiapkan ibu kota Jawa Barat pindah. Ke mana?

Jakarta bukan lagi bakal jadi satu-satunya ibu kota yang menunggu waktu sampai menyandang gelar “tinggal kenangan”. Pasalnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ternyata juga punya niat agar ibu kota Jawa Barat pindah, dari yang semula berada di Kota Bandung.

Menyusul kabar ini, setidaknya ada tiga wilayah yang Kang Emil, demikian sapaan bagi Ridwan Kamil, proyeksikan sebagai calon ibu kota baru Jawa Barat, sebagaimana dikutip dari Detik.

“Sudah ada persetujuan (DPRD) wacana (pemindahan) pusat pemerintahan untuk dikaji dulu di beberapa lokasi. Ada di Tegalluar, Walini, atau Rebana.”

Ya, betul, Kang Emil juga menegaskan bahwa niat ibu kota Jawa Barat pindah ini dibarengi pula dengan persetujuan DPRD Jawa Barat, berdasarkan paripurna terakhir periode 2019-2024. Ketiga wilayah yang disebutkannya, meski begitu, masih tergolong rencana dan belum mutlak menjadi pilihan. Opsi untuk memilih daerah lain sebagai ibu kota baru Jawa Barat masih sangat terbuka.

Namun, nama-nama tadi jelas tidak dipilih secara random dan tanpa pertimbangan—memangnya kayak kamu kalau milih pacar???—karena memang ketiganya dinilai berpeluang menjadi pusat ekonomi baru Jawa Barat. Sebagai bagian dari Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, Tegalluar dan Walini, misalnya, bakal menjadi daerah yang dilalui Kereta Cepat Bandung-Jakarta.

Segitiga Rebana (Cirebon-Patimban-Majalengka), sementara itu, diproyeksikan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus dari Kertajati, yang sudah lebih dulu mencuat lewat keberadaan Bandara Kertajati-nya.

Tapi, apa yang sebenarnya mendasari keinginan Kang Emil sampai memutuskan perlunya ibu kota Jawa Barat pindah?

Mirip-mirip dengan alasan pindahnya Jakarta ke Kalimantan Timur, Gubernur Jawa Barat ini rupanya merasa bahwa Bandung sudah nggak ideal-ideal amat sebagai pusat pemerintahan. Secara fisik, disebutkan olehnya, Kota Bandung sama seperti Jakarta. Pun, kantor pemerintahannya kin terpisah dan tidak produktif, kayak kita semua kalau lagi jatuh cinta.

Rencana ibu kota Jawa Barat pindah ini bakal dikaji enam bulan ke depan, dengan mempertimbangkan beberapa aspek, termasuk risiko bencana, aksesibilitas, tingkat ekonomi, hingga ketersediaan air. Hmm, apakah “ketersediaan air” ini juga mencakup es kopi susu yang juga berupa cairan dan menjadi barang wajib bagi kalangan milenial untuk keperluan nongkrong di coffee shop-coffee shop kekinian agar lebih bisa diterima dalam pergaulan? Entahlah.

Yang jelas, wacana pindahnya ibu kota Jawa Barat ini menarik juga untuk dibahas. Kalau beberapa saat lalu kita kerap mendengar keluhan soal betapa Bandung jadi macet gara-gara warga Jakarta yang ketagihan liburan ke ibu kota Jawa Barat ini, beberapa saat lagi jelas keadaannya berbeda. Bandung dan Jakarta tak ubahnya bagai dua orang yang pernah dekat, lalu harus berpisah berjauhan. Yang satu berencana pindah ke luar pulau, yang satu pindah kota.

Tak ada jalan lain yang bisa ditempuh selain saling mendoakan diam-diam. Karena, yah, apalagi yang bisa kamu lakukan kalau tak bisa memiliki yang kamu mau?

Tunggu, tunggu, ini kenapa jadi menye-menye gini, dah?!

BACA JUGA 4 Hal yang Perlu Disorot dari Pengumuman Jokowi soal Lokasi Ibu Kota Baru

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2019 oleh

Tags: Bandara KertajatiBandungibu kota Jawa Barat pindahridwan kamil
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Orang Medan naik angkot di Bandung. MOJOK.CO
Ragam

Orang Medan Pertama Kali Naik Angkot di Bandung, Punya Cara Tersendiri Meminta Sopir Berhenti Sampai Bikin Penumpang Syok

5 Januari 2026
Alumnus ITB resign kerja di Jakarta dan buka usaha sendiri di Bandung. MOJOK.CO
Sosok

Alumnus ITB Rela Tinggalkan Gaji Puluhan Juta di Jakarta demi Buka Lapangan Kerja dan Gaungkan Isu Lingkungan

12 Desember 2025
S3 di Bandung, Istri PNS Makassar- Derita Jungkir Balik Rumah Tangga MOJOK.CO
Esai

Jungkir Balik Kehidupan: Bapak S3 di Bandung, Istri PNS di Makassar, Sambil Merawat Bayi 18 Bulan Memaksa Kami Hidup dalam Mode Bertahan, Bukan Berkembang

1 Desember 2025
Indomaret Pasteur, Saksi Penderitaan Orang Kecil di Bandung MOJOK.CO
Esai

Menyaksikan Penderitaan dan Perjuangan Orang Kecil di Bandung dari Bawah Neon Putih-Biru-Merah Indomaret Pasteur

31 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)

Real Jual Tanah untuk Membeli Innova Reborn Menjadi Pilihan Terbaik bagi Orang Bodoh karena yang Penting Bisa Investasi

25 Februari 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
produk indomaret, private label.MOJOK.CO

Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan

24 Februari 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.