Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Rekomendasi Obrolan PDKT pun Percuma, Banyak Orang Lupa Ini Soal Perasaan

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
6 Februari 2020
A A
rekomendasi pdkt obrolan berbobot bandungfess soal perasaan nggak bisa bohong cari obrolan saat PDKT tanda cewek naksir mendekati cowok pertanyaan tempate netizen bosan

rekomendasi pdkt obrolan berbobot bandungfess soal perasaan nggak bisa bohong cari obrolan saat PDKT tanda cewek naksir mendekati cowok pertanyaan tempate netizen bosan

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Beberapa hari yang lalu seorang netizen protes tentang cowok yang obrolannya terlalu standar, padahal dia menginginkan sebuah percakapan yang lebih berbobot. Nyinyiran dan rekomendasi obrolan datang bersamaan, tapi banyak yang lupa ini cuma soal perasaan.

Sudah hampir lupa berapa kali saking seringnya kawan cowok saya minta tips PDKT. Kebanyakan mereka merasa obrolan dengan cewek idamannya nggak mulus dan mengharap sebuah rekomendasi topik percakapan.

Sebagai teman yang berusaha baik, saya lalu memberikan saran. Meski dalam hati saya bergejolak bahwa semua ini bisa menjadi asyik asalkan si cewek juga tertarik. Ini semua soal perasaan.

Seorang netizen mengunggah tangkapan layar percakapannya dengan gebetan. Sebut saja kalau dia sedang protes kenapa si cowok selalu melontarkan pertanyaan standar.

“Lagi apa?”
“Udah makan belum?”
“Udah solat?”

Alih-alih bersyukur karena nggak ditanyai “Man robbuka?” cewek ini justru bosan dengan cowok yang sedang mendekatinya. Cuitan ini diunggah melalui akun Twiter Bandungfess dan mendadak ramai.

Aku umur 26 & udah bosen sama pertanyaan basa-basi. Aku bales chat kaya gini tuh jahat ga menurut kalian? Euy pic.twitter.com/gB524QQnGR

— Bandungfess (@bdgfess) February 4, 2020

Tak dinyana! Balasan twit ini banyak yang bernada nyinyir. Beberapa sarkas memberikan rekomendasi obrolan berbobot. Apakah maksudnya berbobot itu ngobrolin bahaya obesitas? Tentu tidak. Banyak yang ngasih rekomendasi obrolan seputar tantangan hidup, cita-cita, pernikahan, ketertarikan punya bayi, bahkan ngomongin terorisme pun.

Menurut saya wajar saja si cewek protes begini. Terlepas dari balasannya yang terlalu blak-blakan, sebenarnya dia juga merasa bersalah. Mendekati cewek adalah strategi perang yang Tsun Zu sekalipun nggak paham. Soal perasaan juga nggak ada rumus determinannya.

Respons paling jahat adalah ketika menuduh cewek ini caper dan nggak bisa mengalir dalam upaya PDKT yang sedang berusaha dilakukan si cowok. Mengertilah bahwa ini semua soal perasaan.

Cewek ini mungkin bisa meneruskan obrolan yang hanya dimulai dengan pertanyaan “Udah makan?” Jika dia punya ketertarikan yang sama dengan si cowok. Sementara si cowok nggak bisa menangkap sinyal kalau cewek ini tidak atau belum tertarik. Maka dari itu, bukannya mencoba kreatif, si cowok malah mengulang metode pendekatan yang sama dari hari ke hari. Gimana nggak bosan, Bos?

Ingatlah beban mencari obrolan tidak terletak pada cowok, tapi terletak pada siapa yang ingin mendekati duluan. Itu….

Kalau tiba-tiba ada cowok yang saya suka tanya, “Lagi apa?” tentu saya girang bukan main. Soal perasaan nggak bisa bohong. Saya bahkan bisa jawab dengan detil saya lagi duduk sambil napas, menonton serial The Witcher sembari mendeskripsikan betapa kerennya Henry Cavill dilanjutkan dengan mengungkapkan kalau saya sebenarnya lapar. Lalu mbatin sambil mengharap dia mengajak saya makan bareng. Gayeng tenan.

Lha kalau tiba-tiba ada cowok yang nggak saya suka tanya “Lagi apa?”. Saya bakal jawab singkat “Lagi nonton serial The Witcher nih.” Titik. Lagi-lagi bedanya memang soal perasaan.

Iklan

Kalau cowoknya kreatif, mungkin dia bakal improvisasi, “Wih, aku nonton juga. Keren ya Geralt!” Maka dengan begini, obrolan bisa terbentuk sampai saya merasa ngobrol dengannya adalah hal yang asyik.

Bedakan antara PDKT sama cewek yang aslinya udah suka duluan dan cewek yang sebelumnya nggak tertarik. Sebuah perbedaan yang kontras.

Intinya jangan lah nyinyir ke cewek yang curhat di Bandungfess. Aku padamu, Mbak! Hanya karena dia merasa bosan bukan berarti dia nggak berhak mengungkapkan perasaannya. Sungguh soal perasaan itu jangan didebat, Kawan. Runyam.

BACA JUGA Nostalgia Pengalaman Sebagai Orang Miskin Nggak Bikin Kaya, Tapi Bikin Bersyukur atau artikel AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2020 oleh

Tags: Cara pdktperasaanrekomendasi obrolan
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Perasaan duka
Catatan

Duka Dianggap Hanya Terjadi saat Menangis, padahal Perasaan Sedih Bisa Muncul secara Random dan Absurd

10 Maret 2026
Gagal Berkenalan Karena Sifat Cuekku yang Meresahkan. MOJOK.CO
Kilas

Gagal Berkenalan Karena Sifat Cuekku yang Meresahkan

14 Mei 2023
ilustrasi Cara PDKT Lewat WA Tanpa Harus Berwawasan Luas dan Baca 'Homo Deus' mojok.co
Pojokan

Cara PDKT Lewat WA Tanpa Harus Berwawasan Luas dan Baca ‘Homo Deus’

16 April 2021
Curhat

Cinta Begitu Rumit, Aku Bingung Harus Pilih Bambang atau Arman

14 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan.MOJOK.CO

Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan

10 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Perasaan duka

Duka Dianggap Hanya Terjadi saat Menangis, padahal Perasaan Sedih Bisa Muncul secara Random dan Absurd

10 Maret 2026
Cerita Felix. Kuliah di universitas Australia berkat beasiswa LPDP usai diejek dan ditertawakan. Tolak tawaran kerja dewan demi ajar anak-anak di kampung pedalaman MOJOK.CO

Lulusan Beasiswa Australia Tolak Tawaran Karier Mentereng, Lebih Pilih Jadi Guru Kampung karena Terbayang Masa Lalu

10 Maret 2026
Orang "Gagal" yang Dihina Hidupnya, Buktikan Bisa Lolos CPNS hingga PNS. MOJOK.CO

Dulu Kerap Dihina, Ditolak Kampus Top hingga Nyaris DO dan Beasiswa Dicabut, Kini Buktikan Bisa Lolos Seleksi CPNS

10 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.