Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Ravio Patra Ditangkap dan Kita Tidak Boleh Merasa Baik-baik Saja

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
23 April 2020
A A
ravio patra, intel polisi, penangkapan, aktivis, whatsapp mojok.co

ravio patra, intel polisi, penangkapan, aktivis, whatsapp mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Saya berharap keadilan akan memihak kepada Ravio Patra. Dan meski terlihat terlalu optimis, saya berharap negara akan melihat kebenaran yang murni, bukan kebenaran versi mereka.

Konon, Ravio Patra menghilang tiba-tiba. Terakhir, dia dikabarkan ditangkap polisi. Semua bermula dari Ravio Patra yang tidak bisa mengakses WhatsApp-nya.

Setiap kali mencoba membuka aplikasi tersebut, muncul tulisan “You’ve registered your number on another phone.” Singkatnya, WhatsApp Ravio aktif di hape lain.

Ketika melaporkan problemnya ke pihak Whatsapp, Head of Security Whatsapp mengonfirmasi bahwa benar terjadi usaha pembobolan. Pelaku pembobolan bisa mengakali nomor untuk masuk ke Whatsapp Ravio. Bisa diartikan kalau pelaku sudah membaca semua pesan di Whatsapp Ravio Patra.

Setelah dua jam, Ravio Patra berhasil mengakses Whatsapp miliknya. Sayangnya, selama dua jam tersebut, akun Whatsapp miliknya menyebarkan pesan provokasi ke banyak nomor. Ravio Patra dijebak. Seakan-akan dirinya menjadi dalang penjarahan.

Ravio mengambil semua langkah yang bisa diambil. Mematikan hape, mencabut baterai, mengumpulkan semua bukti yang menunjukkan bahwa bukan dia pelakunya. Dia pergi ke rumah aman, sesuai saran teman-temannya.

Dua belas jam kemudian, Ravio Patra ditangkap di rumah aman oleh intel polisi.

Berjarak tidak lama dari penangkapan, muncul artikel yang isinya menyudutkan Ravio Patra. Anehnya, artikel itu sudah naik sebelum penangkapan terjadi.

Kita mesti curiga terhadap ini semua. Sejak pembobolan Whatsapp, semuanya sudah berbau amis.

Mengabarkan via Twitter, @raviopatra menulis WhatsApp dia bermasalah. Minta tak ada yg kirim pesan. Dua hari terakhir aku tektokan dg Ravio untuk opini yg dia tulis. pic.twitter.com/Oeqz6wity1

— fahri salam (@fahrisalam) April 23, 2020

Besar kemungkinan semua sandiwara ini dibuat karena selama ini Ravio mengkritik negara. Tapi kritik yang dikemukakan Ravio selama ini berbasis data, semuanya bisa dipertanggungjawabkan. Kritikannya tidak muncul dari udara kosong, awang-awang yang muncul dari mimpi siang bolong.

Tapi kalau kritik berbasis data masih tetap diciduk, mintanya negara ini apa sih sakjane?

Kritik ravio selalu bernas dan berbasis data, penting untuk diskursus publik. Gua ngebacot di twitter cuma karena kebetulan kelebihan stok alkohol sama kuota internet https://t.co/mz55veYyOm

— Bhagavad Sambadha (@fullmoonfolks) April 23, 2020

Iklan

Ditangkapnya Ravio juga menunjukkan satu hal, yaitu keamanan siber seperti omong kosong. Tidak ada yang masuk akal dari dibobolnya sebuah akun yang punya keamanan dua langkah plus sidik jari.

Jelas ini bukan perbuatan iseng. Pelakunya bukan orang sembarangan. Mereka sepatutnya punya “akses tidak terbatas”. Segala tindakan yang mengatasnamakan keamanan siber oleh negara menjadi pepesan kosong.

Jika nanti polisi mendakwa Ravio Patra sebagai dalang penjarahan, saya makin nggak paham sama penegakan hukum di negara ini. Kalau dituduh sebagai dalang penjarahan, kita semua sudah tahu kalau hape Ravio diretas. Ada yang menggunakan namanya untuk kejahatan.

Ini kan hal yang sederhana mudah untuk dipahami. Ya maaf kalau saya jadi makin curiga sama penegak hukum.

Kita harus mengepalkan tangan ke udara dan mendoakan yang terbaik untuk Ravio Patra. Saya berharap keadilan akan memihak kepada Ravio. Dan meski terlihat terlalu optimis, saya berharap negara akan melihat kebenaran yang murni, bukan kebenaran versi mereka.

BACA JUGA Logika Kartu Prakerja: Kalau Bisa Bayar, Kenapa Harus Gratis? dan tulisan menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

 

Terakhir diperbarui pada 23 April 2020 oleh

Tags: Aktivisintel polisipenangkapanravio patrawhatsapp
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Ragam

Rekaman Kekerasan dalam Patung-patung Dolorosa Sinaga

30 Oktober 2024
Aktivis Lulus Molor Sudah Nggak Zaman MOJOK.CO
Kampus

Sudah Nggak Zamannya Aktivis Lulus Molor, Harus Membuktikan Diri Lulus Cepat IPK Tinggi Meski Sibuk-sibuknya di Organisasi

1 Maret 2024
Bahayanya Jika Menggunakan WhatsApp Pihak Ketiga. MOJOK.CO
Tekno

Bahayanya Jika Menggunakan WhatsApp Pihak Ketiga

13 Mei 2023
Tips Edit Gambar untuk Jadikan PP WhatsApp yang Aesthetic. MOJOK.Co
Tekno

Tips Edit Gambar untuk Jadikan PP WhatsApp yang Aesthetic

10 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

pasar wiguna.MOJOK.CO

Dari Coffee Shop “Horor”, Nira, hingga Jam Tangan Limbah Kayu: Pasar Wiguna Menjaga Napas UMKM Lokal

8 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Mobilitas bus pariwisata menjadi tantangan tersendiri bagi Kawasan Sumbu Filosofi (KSF) dan tata kelola di Jogja MOJOK.CO

Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata

10 Januari 2026
Ilustrasi Honda Beat Motor Sial: Simbol Kemiskinan dan Kaum Tertindas (Shutterstock)

Pengalaman Saya Menyiksa Honda Beat di Perjalanan dari Jogja Menuju Solo lalu Balik Lagi Berakhir kena Instant Karma

7 Januari 2026
Derita anak bungsu. MOJOK.CO

Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah

9 Januari 2026

Video Terbaru

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.